Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/12/2022, 22:15 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Reuters

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Joe Biden minggu depan akan mengumumkan dukungan AS untuk penerimaan Uni Afrika ke kelompok ekonomi terbesar dunia G20 sebagai anggota tetap.

Hal ini disampaikan seorang pejabat Gedung Putih pada Jumat (9/12/2022).

Dilansir dari Reuters, Biden akan membuat pengumuman selama KTT Pemimpin AS-Afrika di Washington minggu depan, kata penasihat Gedung Putih Judd Devermont, ketika Biden akan bertemu dengan presiden negara-negara Afrika.

Baca juga: Rangkuman Hari Ke-100 Serangan Rusia ke Ukraina, Zelensky Yakin Menang, Ketua Uni Afrika Keluhkan Kekurangan Pangan ke Putin

"Kami membutuhkan lebih banyak suara Afrika dalam percakapan internasional yang menyangkut ekonomi global, demokrasi dan pemerintahan, perubahan iklim, kesehatan, dan keamanan," kata Devermont.

Devermont mengatakan langkah itu, pertama kali dilaporkan oleh Washington Post, muncul setelah permintaan dari Ketua Uni Afrika dan Presiden Senegal Macky Sall dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.

Afrika Selatan adalah satu-satunya anggota G20 dari Afrika. Uni Afrika terdiri dari 55 negara anggota.

"Sudah lewat waktu Afrika memiliki kursi permanen di meja dalam organisasi dan inisiatif internasional," kata Devermont, menambahkan bahwa langkah tersebut dibangun di atas strategi Washington untuk Afrika Sub-Sahara.

Baca juga: Ketua Uni Afrika akan Berbicara dengan Putin Jumat Besok

AS merilis dokumen strategi baru untuk Afrika sub-Sahara pada bulan Agustus, menekankan pentingnya kawasan itu, ancaman yang ditimbulkan oleh China dan Rusia, dan berjanji untuk memperluas kerja sama pertahanan dengan negara-negara Afrika yang berpikiran sama.

Pada bulan November, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan Washington harus melakukan hal-hal yang berbeda untuk membantu Afrika dengan kebutuhan infrastrukturnya dan sudah waktunya untuk berhenti memperlakukan benua itu sebagai subjek geopolitik dan lebih sebagai pemain utama sendiri.

Afrika membutuhkan miliaran dollar AS setahun untuk jalan, kereta api, bendungan dan listrik dan dalam dekade terakhir telah menerima jumlah besar dari China, yang umumnya tidak mengikat uang untuk kondisi politik atau terkait hak.

Baca juga: Jadi Pengamat Uni Afrika, Israel Akan Bantu Lawan Corona dan Terorisme

Washington telah mencirikan pinjaman China sebagai pemangsa dan mengarah ke potensi jebakan utang.

Mereka telah berfokus pada memfasilitasi investasi swasta, tetapi para pejabat mengakui perlu melakukan bantuan yang lebih cepat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters

Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com