Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/12/2022, 13:44 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.comAS berencana menjatuhkan paket sanksi baru terhadap Rusia dan China pada Jumat (9/12/2022).

Sanksi tersebut akan mencakup hukuman kepada Rusia karena menggunakan drone Iran dalam perangnya melawan Ukraina.

Kabar tersebut disampaikan dua pejabat AS pada Kamis (8/12/2022) dan pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal.

Baca juga: Gereja di Ukraina Memihak Rusia, Pendeta Diberi Sanksi Serius

Reuters melaporkan, sanksi dari AS akan menargetkan sekitar 170 entitas China atas apa yang dianggap Washington sebagai penangkapan ikan ilegal di Pasifik.

Sanksi terhadap China tersebut dijatuhkan di tengah kekhawatiran bahwa Beijing melakukan penangkapan ikan secara berlebihan dan menggunakan armada penangkap ikannya untuk memperluas pengaruh maritimnya.

Banyak dari sanksi tersebut dijatuhkan di bawah Global Magnitsky Act.

Global Magnitsky Act adalah undang-undang (UU) tahun 2016 yang memberi wewenang kepada Pemerintah AS untuk memberi sanksi kepada pejabat pemerintah asing di seluruh dunia yang dianggap sebagai pelanggar hak asasi manusia.

Baca juga: 3 Pejabat Korea Utara Dapat Sanksi AS Terkait Peluncuran Rudal Balistik

Sanksi tersebut dapat berupa pembekuan aset mereka dan melarang mereka memasuki AS.

Sebelumnya, AS mengutuk ekspor drone militer dari Iran ke Rusia untuk digunakan dalam perang di Ukraina.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan kepada wartawan pada Rabu (7/12/2022) bahwa AS telah melihat kelanjutan penyediaan drone Iran ke Rusia.

Sanksi tersebut diperkirakan akan menargetkan sejumlah entitas industri pertahanan Rusia yang terlibat dalam transfer drone Iran ke Rusia.

Baca juga: AS Siapkan Lebih Banyak Sanksi terhadap Korea Utara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+