Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Netanyahu Amankan Mayoritas Parlemen Israel, Makin Dekat Bentuk Pemerintahan Baru

Kompas.com - 08/12/2022, 17:16 WIB

TEL AVIV, KOMPAS.com – Perdana Menteri Israel yang akan datang, Benjamin Netanyahu, mengamankan mayoritas kursi parlemen pada Kamis (8/1/2022).

Pasalnya, Netanyahu menyatakan partai yang dipimpinnya, Likud, telah mencapai kesepakatan dengan Shas, partai berhaluan ultra-Ortodoks Yahudi.

Aliansi sayap kanan yang dipimpin Netanyahu sebelumnya meraup kemenangan yang meyakinkan dalam pemilu 1 November, pemilihan kelima Israel dalam waktu kurang dari empat tahun.

Baca juga: Netanyahu Menang Pemilu Israel, Menlu AS Langsung Telepon Presiden Palestina

Kemitraan Netanyahu dengan partai-partai sayap kanan telah menimbulkan kekhawatiran baik di dalam maupun luar negeri, sebagaimana dilansir Reuters.

“Kami telah menyelesaikan satu langkah lagi menuju pembentukan pemerintahan sayap kanan yang akan bertindak untuk melayani semua warga Israel,” kata Netanyahu dalam pernyataan.

Perjanjian dengan Shas memberi Netanyahu kendali atas 64 dari 120 kursi di parlemen Israel, meskipun kesepakatan koalisi terakhir belum ditandatangani.

Baca juga: Netanyahu Kembali Jadi PM Israel, Apa Pengaruhnya bagi Palestina?

Menurut perjanjian, pemimpin Shas Aryeh Deri akan mengepalai Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan selama paruh pertama masa jabatan pemerintah.

Pada paruh kedua, dia akan menjabat sebagai Menteri Keuangan Israel.

Deri juga akan menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Israel selama masa jabatan Netanyahu.

Baca juga: Benjamin Netanyahu Kembali Menang Pemilu Israel, PM Yair Lapid Ucapkan Selamat

Pemimpin Shas tersebut merupakan seorang politikus veteran di Israel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dia sempat dihukum karena penipuan pajak pada tahun lalu. Akan tetapi, dia dibebaskan dari penjara berdasarkan pledoinya.

Kini, parlemen Israel perlu mengesahkan undang-undang yang memungkinkan dia kembali ke kabinet.

Baca juga: Benjamin Netanyahu: Eks Kapten Pasukan Elite, Sosok Dominan dalam Sejarah Israel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wawancara Perdana Salman Rushdie Pasca-insiden Penikaman

Wawancara Perdana Salman Rushdie Pasca-insiden Penikaman

Global
Faktor-faktor Mengapa Gempa Turkiye Begitu Mematikan

Faktor-faktor Mengapa Gempa Turkiye Begitu Mematikan

Global
Wanita 82 Tahun Bernafas Kembali 3 Jam Setelah Dinyatakan Meninggal

Wanita 82 Tahun Bernafas Kembali 3 Jam Setelah Dinyatakan Meninggal

Global
Britcoin: Rencana Berani Inggris Luncurkan Mata Uang Digital

Britcoin: Rencana Berani Inggris Luncurkan Mata Uang Digital

Global
Imbas Balon Terbang, Perselisihan Diplomatik China-AS Kembali Keruh

Imbas Balon Terbang, Perselisihan Diplomatik China-AS Kembali Keruh

Global
Kisah Nestapa Gempa Suriah, Bayi Selamat tapi Ibu dan Saudaranya Tewas

Kisah Nestapa Gempa Suriah, Bayi Selamat tapi Ibu dan Saudaranya Tewas

Global
UDPATE Gempa Turkiye dan Suriah, 4.365 Orang Tewas, Korban Selamat Butuh Bantuan

UDPATE Gempa Turkiye dan Suriah, 4.365 Orang Tewas, Korban Selamat Butuh Bantuan

Global
Menengok Transisi Energi Jepang

Menengok Transisi Energi Jepang

Global
Rangkuman Hari Ke-348 Serangan Rusia ke Ukraina: Zelensky Ditantang Ikut Bertempur, PBB Cemas Perang Meluas

Rangkuman Hari Ke-348 Serangan Rusia ke Ukraina: Zelensky Ditantang Ikut Bertempur, PBB Cemas Perang Meluas

Global
Joe Biden Janji Kirim Semua Bantuan yang Diperlukan Turkiye untuk Pulih dari Gempa

Joe Biden Janji Kirim Semua Bantuan yang Diperlukan Turkiye untuk Pulih dari Gempa

Global
Balon Korea Utara Sempat Terlihat Terbang di Atas Korea Selatan

Balon Korea Utara Sempat Terlihat Terbang di Atas Korea Selatan

Global
Setelah Gempa, 20 Tahanan Kabur di Penjara Suriah yang Mayoritas Dihuni Anggota ISIS

Setelah Gempa, 20 Tahanan Kabur di Penjara Suriah yang Mayoritas Dihuni Anggota ISIS

Global
Filipina Tingkatkan Kehadiran Pasukan di Laut China Selatan demi Nelayan

Filipina Tingkatkan Kehadiran Pasukan di Laut China Selatan demi Nelayan

Global
Gempa Turkiye dan Suriah Sudah Tewaskan 3.823 Orang, Cuaca Dingin Hambat Penyelamatan

Gempa Turkiye dan Suriah Sudah Tewaskan 3.823 Orang, Cuaca Dingin Hambat Penyelamatan

Global
[POPULER GLOBAL] Inggris Geger Kepala Sekolah Tewas | Dahsyatnya Gempa Turkiye dan Suriah

[POPULER GLOBAL] Inggris Geger Kepala Sekolah Tewas | Dahsyatnya Gempa Turkiye dan Suriah

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+