Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/12/2022, 11:55 WIB

KYIV, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakui bahwa pasukannya dapat berperang di Ukraina untuk waktu yang lama, tetapi untuk saat ini tidak akan ada pemanggilan tentara kedua.

Dilansir dari Reuters, Putin jarang berbicara tentang durasi perang yang dia mulai lebih dari sembilan bulan lalu, tetapi mengatakan kepada para loyalis dalam pertemuan yang disiarkan televisi pada hari Rabu (7/12/2022) bahwa perang itu masih bisa berlangsung untuk beberapa waktu.

"Ini bisa menjadi proses yang panjang," katanya.

Baca juga: Ancaman Perang Nuklir Meningkat, Putin Pastikan Rusia Tak Akan Menggunakannya jika Tak Diserang Lebih Dulu

Rusia telah dipaksa melakukan serangkaian kemunduran yang signifikan dalam menghadapi serangan balik Ukraina, yang dilakukan dengan meningkatnya stok persenjataan Barat, di timur dan selatan sejak Juli.

Rusia meluncurkan apa yang disebutnya "operasi militer khusus" pada Februari, dengan mengatakan hubungan Ukraina yang semakin dalam dengan Barat menimbulkan ancaman keamanan.

Ukraina dan sekutunya mengatakan bahwa invasi tersebut sama dengan perampasan tanah oleh imperialis.

Putin, dalam sambutannya, mengatakan risiko perang nuklir semakin besar tetapi Rusia tidak akan sembarangan mengancam untuk menggunakan senjata semacam itu.

Baca juga: Dewan Regional Rusia Berani Minta Putin Hentikan Mobilisasi Militer

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Kami belum gila, kami menyadari apa itu senjata nuklir," kata Putin. "Kami memiliki sarana ini dalam bentuk yang lebih maju dan modern daripada negara nuklir lainnya ... Tapi kami tidak akan berkeliling dunia sambil mengacungkan senjata ini seperti pisau cukur."

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Kamis (8/12/2022) bahwa risiko penggunaan senjata nuklir Putin menurun sebagai tanggapan atas tekanan internasional.

Sekitar 150.000 dari 300.000 cadangan yang dipanggil pada bulan September dan Oktober telah dikerahkan di Ukraina, 77.000 di unit tempur, kata Putin.

Halaman:
Sumber Reuters
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+