Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terkena Serangan Siber, RS di Paris Terpaksa Batalkan Operasi Pasien

Kompas.com - 05/12/2022, 18:15 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

VERSAILLES, KOMPAS.com - Sebuah kompleks rumah sakit di Versailles, dekat Paris, harus membatalkan operasi dan memindahkan beberapa pasien setelah terkena serangan siber akhir pekan lalu.

Pusat Rumah Sakit Versailles, yang terdiri dari Rumah Sakit Andre-Mignot, Rumah Sakit Richaud, dan Rumah Pensiun Despagne disebut telah terpengaruh oleh upaya peretasan.

Badan Kesehatan Regional (ARS) Perancis mengatakan, Rumah Sakit Andre-Mignot telah membatalkan operasi.

Baca juga: Presiden Perancis Diskusi dengan Elon Musk, Bahas Kebijakan Platform

Meski begitu, pengelola RS tetap berupaya melakukan segala kemungkinan untuk tetap menjalankan layanan dan konsultasi berjalan.

“Enam pasien telah dipindahkan sejak Sabtu (3/12/2022) malam, tiga dari perawatan intensif dan tiga dari unit neonatal,” kata Menteri Kesehatan Perancis Francois Braun, saat mengunjungi rumah sakit pada Minggu (4/12/2022) malam.

Dia menyebut, erangan dunia maya itu telah menyebabkan "reorganisasi total rumah sakit".

“Sementara mesin masih berfungsi di unit perawatan intensif, lebih banyak orang diperlukan untuk memantau layar karena tidak lagi berfungsi sebagai bagian dari jaringan,” kata Braun, dikutip dari AFP.

Baca juga: AS dan Perancis Minta Rusia Bertanggung Jawab atas Kehancuran Ukraina

Kantor Kejaksaan Paris telah membuka penyelidikan awal atas upaya pemerasan, serta akses dan pemeliharaan sistem digital negara.
Rumah sakit juga telah mengajukan keluhan resmi pada hari Minggu.

Selama beberapa bulan, rumah sakit dan sistem kesehatan di Perancis telah menjadi sasaran serangan siber semacam itu.

Menurut Braun, sistem kesehatan mengalami serangan setiap hari di Perancis, tetapi sebagian besar upaya ini dicegah.

Pada Agustus, rumah sakit Corbeil-Essonnes di pinggiran Paris yang menyediakan layanan kesehatan bagi hampir 700.000 penduduk sempat juga menjadi sasara serangan siber.

Agenda operasinya sangat terganggu selama beberapa minggu sebelum kembali normal pada pertengahan Oktober.

Pada kasus itu, serangan tersebut diikuti dengan permintaan 10 juta dollar AS, kemudian diturunkan menjadi 1 juta dollar AS atau 2 juta dollar AS.

Para peretas telah menetapkan batas waktu 23 September bagi rumah sakit untuk membayar uang tebusan, setelah itu mereka memposting data rahasia pasien dan staf ke "web gelap".

Baca juga: Inggris, Perancis, dan Jerman Kecam Iran karena Perluas Program Nuklir

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com