Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/12/2022, 16:46 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com - Sekitar 2.500 anjing laut ditemukan mati di sepanjang pantai Laut Kaspia di Rusia selatan.

Para pejabat mengatakan tidak ada tanda-tanda bahwa mereka meninggal karena kekerasan.

Awalnya, sekitar 700 anjing laut mati awalnya dilaporkan. Tetapi penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan jumlah yang jauh lebih tinggi dan penghitungan terus berlanjut.

Baca juga: Ratusan Paus Terdampar Massal Lagi di Pulau Terpencil Selandia Baru, Harapan Hidup Nihil

Anjing laut Kaspia telah diklasifikasikan sebagai hewan terancam punah dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) sejak 2008.

Dalam sebuah pernyataan, Kepala Pusat Perlindungan Lingkungan Kaspia, Zaur Gapizov mengatakan bahwa anjing laut itu mungkin mati sekitar dua minggu lalu.

Tidak ada bukti yang menunjukkan hewan itu dibunuh atau ditangkap di jaring ikan, katanya sebagaimana dilansir BBC pada Minggu (4/12/2022).

Kementerian sumber daya alam dan lingkungan wilayah Dagestan menulis di Telegram bahwa sejumlah besar temuan tersebut ditemukan di antara muara dua sungai, Sulak dan Shurinka.

Baca juga: Kapal Tabrakan dengan Paus dan Terbalik, 5 Orang Tewas

Para ahli telah mengumpulkan sampel dari bangkai mamalia tersebut.

Kementerian Rusia mengatakan alasan kematian akan ditetapkan ketika hasil laboratorium keluar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Populasi anjing laut di Laut Kaspia telah menyusut drastis selama beberapa dekade akibat perburuan berlebihan dan polusi industri.

Pusat Perlindungan Lingkungan Kaspia menyebutkan jumlahnya sekarang hanya 70.000, turun dari lebih dari satu juta ekor sekitar satu abad yang lalu.

Baca juga: Video Anjing Menunggangi Kuda Sendirian Keliling Kota Viral

 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber BBC
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Faktor-faktor Mengapa Gempa Turkiye Begitu Mematikan

Faktor-faktor Mengapa Gempa Turkiye Begitu Mematikan

Global
Wanita 82 Tahun Bernafas Kembali 3 Jam Setelah Dinyatakan Meninggal

Wanita 82 Tahun Bernafas Kembali 3 Jam Setelah Dinyatakan Meninggal

Global
Britcoin: Rencana Berani Inggris Luncurkan Mata Uang Digital

Britcoin: Rencana Berani Inggris Luncurkan Mata Uang Digital

Global
Imbas Balon Terbang, Perselisihan Diplomatik China-AS Kembali Keruh

Imbas Balon Terbang, Perselisihan Diplomatik China-AS Kembali Keruh

Global
Kisah Nestapa Gempa Suriah, Bayi Selamat tapi Ibu dan Saudaranya Tewas

Kisah Nestapa Gempa Suriah, Bayi Selamat tapi Ibu dan Saudaranya Tewas

Global
UDPATE Gempa Turkiye dan Suriah, 4.365 Orang Tewas, Korban Selamat Butuh Bantuan

UDPATE Gempa Turkiye dan Suriah, 4.365 Orang Tewas, Korban Selamat Butuh Bantuan

Global
Menengok Transisi Energi Jepang

Menengok Transisi Energi Jepang

Global
Rangkuman Hari Ke-348 Serangan Rusia ke Ukraina: Zelensky Ditantang Ikut Bertempur, PBB Cemas Perang Meluas

Rangkuman Hari Ke-348 Serangan Rusia ke Ukraina: Zelensky Ditantang Ikut Bertempur, PBB Cemas Perang Meluas

Global
Joe Biden Janji Kirim Semua Bantuan yang Diperlukan Turkiye untuk Pulih dari Gempa

Joe Biden Janji Kirim Semua Bantuan yang Diperlukan Turkiye untuk Pulih dari Gempa

Global
Balon Korea Utara Sempat Terlihat Terbang di Atas Korea Selatan

Balon Korea Utara Sempat Terlihat Terbang di Atas Korea Selatan

Global
Setelah Gempa, 20 Tahanan Kabur di Penjara Suriah yang Mayoritas Dihuni Anggota ISIS

Setelah Gempa, 20 Tahanan Kabur di Penjara Suriah yang Mayoritas Dihuni Anggota ISIS

Global
Filipina Tingkatkan Kehadiran Pasukan di Laut China Selatan demi Nelayan

Filipina Tingkatkan Kehadiran Pasukan di Laut China Selatan demi Nelayan

Global
Gempa Turkiye dan Suriah Sudah Tewaskan 3.823 Orang, Cuaca Dingin Hambat Penyelamatan

Gempa Turkiye dan Suriah Sudah Tewaskan 3.823 Orang, Cuaca Dingin Hambat Penyelamatan

Global
[POPULER GLOBAL] Inggris Geger Kepala Sekolah Tewas | Dahsyatnya Gempa Turkiye dan Suriah

[POPULER GLOBAL] Inggris Geger Kepala Sekolah Tewas | Dahsyatnya Gempa Turkiye dan Suriah

Global
UPDATE Gempa Turkiye dan Suriah, Korban Tewas Naik Jadi 2.300 Orang

UPDATE Gempa Turkiye dan Suriah, Korban Tewas Naik Jadi 2.300 Orang

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+