Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/12/2022, 09:31 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com – Para pengunjuk rasa di Iran pada Minggu (4/12/2022) menyerukan pemogokan selama tiga hari pada pekan ini.

Seruan tersebut bakal menambah tekanan terhadap aparat berwenang, yang terus menghadapi demonstrasi meluas selama beberapa pekan terakhir.

Demo Iran dipicu oleh kematian perempuan bernama Mahsa Amini dalam tahanan polisi moral pada September setelah ditangkap karena dituduh melanggar aturan jilbab.

Baca juga: Media Pemerintah Iran Bantah Polisi Moral Dibubarkan

Sejak saat itu, demo Iran pecah dan meluas ke berbagai kota, menentang pemerintah. Demonstrasi damai berubah menjadi kekerasan di sejumlah tempat.

Ratusan orang dilaporkan tewas sejak demo dimulai usai kematian Mahsa Amini, sebagaimana dilansir Reuters.

Terbaru, para pengunjuk rasa berusaha menjaga perlawanan mereka terhadap Pemerintah Iran dengan meyerukan pemogokan selama tiga hari.

Baca juga: Iran Disebut Sedang Tinjau Ulang UU Wajib Jilbab

Mereka juga menyerukan aksi demo ke Lapangan Azadi (Kebebasan) Teheran pada Rabu (7/12/2022), menurut unggahan seorang individu yang dibagikan di Twitter oleh akun yang tidak diverifikasi oleh Reuters.

Sementara itu, Presiden Iran Ebrahim Raisi dijadwalkan akan berpidato di depan para pelajar di Teheran pada hari yang sama untuk memperingati Hari Pelajar di Iran.

Seruan serupa untuk aksi pemogokan dan mobilisasi massa dalam beberapa pekan terakhir mengakibatkan eskalasi kerusuhan yang melanda negara itu.

Baca juga: Rumah Keluarga Atlet Panjat Tebing Iran yang Bertanding Tanpa Jilbab Dihancurkan

Demo yang meletus di Iran saat ini merupakan aksi protes anti-pemerintah terbesar sejak revolusi pada 1979.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kantor berita aktivis HRANA melaporkan, hingga Sabtu (3/12/2022), 470 pengunjuk rasa telah tewas, termasuk 64 anak di bawah umur.

HRANA juga melaporkan bahwa 18.210 demonstran ditangkap dan 61 anggota pasukan keamanan tewas.

Baca juga: Iran Akhirnya Bubarkan Polisi Moral Setelah Dilanda Demo Hampir 3 Bulan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tentara Ukraina Bertempur Sengit Lawan Pasukan Rusia, Bantah Kehilangan Vugledar

Tentara Ukraina Bertempur Sengit Lawan Pasukan Rusia, Bantah Kehilangan Vugledar

Global
Teddy Hobbs Anak Super Pintar, Bisa Baca Sejak Usia 2 Tahun

Teddy Hobbs Anak Super Pintar, Bisa Baca Sejak Usia 2 Tahun

Global
Mengintip “Lubang Surga” di China, Penuh Misteri dan Jadi Sinkhole Terdalam

Mengintip “Lubang Surga” di China, Penuh Misteri dan Jadi Sinkhole Terdalam

Internasional
Kremlin: Biden Pegang Kunci Akhiri Perang Ukraina, tapi Tidak Dipakai

Kremlin: Biden Pegang Kunci Akhiri Perang Ukraina, tapi Tidak Dipakai

Global
Polisi Dibunuh Gangster, Demonstran Serbu Rumah Dinas PM Haiti dan Bandara

Polisi Dibunuh Gangster, Demonstran Serbu Rumah Dinas PM Haiti dan Bandara

Global
Gunung Berapi di Indonesia Berisiko Picu Kekacauan Dunia Lewat Selat Malaka, Mengapa Bisa?

Gunung Berapi di Indonesia Berisiko Picu Kekacauan Dunia Lewat Selat Malaka, Mengapa Bisa?

Global
Meksiko Temukan 57 Anak Tanpa Pendamping di Dalam Truk Migran

Meksiko Temukan 57 Anak Tanpa Pendamping di Dalam Truk Migran

Global
Perempuan Ini Melahirkan di Langit dalam Penerbangan Emirates Narita-Dubai

Perempuan Ini Melahirkan di Langit dalam Penerbangan Emirates Narita-Dubai

Global
Pria Ini Sial 3 Kali Jadi Korban Salah Tangkap Polisi karena Punya Nama Sama dengan Bandar Narkoba

Pria Ini Sial 3 Kali Jadi Korban Salah Tangkap Polisi karena Punya Nama Sama dengan Bandar Narkoba

Global
Niat Olok-olok Menlu Rusia, Kemenlu Jerman Malah Disemprot Pejabat Afrika

Niat Olok-olok Menlu Rusia, Kemenlu Jerman Malah Disemprot Pejabat Afrika

Global
Kedutaan Besar Azerbaijan di Teheran Diserang, 1 Penjaga Tewas

Kedutaan Besar Azerbaijan di Teheran Diserang, 1 Penjaga Tewas

Global
Arkeolog Mesir Klaim Temukan Makam Firaun Berisi Mumi Tertua dan Terlengkap

Arkeolog Mesir Klaim Temukan Makam Firaun Berisi Mumi Tertua dan Terlengkap

Global
Militer AS Klaim Bunuh Pejabat Senior ISIS di Somalia

Militer AS Klaim Bunuh Pejabat Senior ISIS di Somalia

Global
Muncul Desakan dari Ukraina, Ayah Djokovic Pilih Tak Akan Hadiri Semifinal Australia Open

Muncul Desakan dari Ukraina, Ayah Djokovic Pilih Tak Akan Hadiri Semifinal Australia Open

Global
CDC: Ada Risiko Stroke pada Lansia yang Terima Booster Pfizer

CDC: Ada Risiko Stroke pada Lansia yang Terima Booster Pfizer

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+