Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Protes Iran: Perempuan Minoritas dan Pria Habis Sholat Jumat Kembali Turun ke Jalan

Kompas.com - 03/12/2022, 15:15 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com - Wanita berpakaian hitam di provinsi Sistan-Baluchistan Iran telah bergabung dalam protes nasional pada hari Jumat (2/12/2022).

Protes dipicu oleh kematian Mahsa Amini, dalam apa yang oleh kelompok hak asasi manusia disebut sebagai langkah yang jarang terjadi di wilayah konservatif itu.

Dilansir dari Guardian, video daring menunjukkan puluhan perempuan di jalan-jalan di ibu kota provinsi, Zahedan, memegang spanduk bertuliskan “Wanita, hidup, kebebasan”.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Warga Iran Ditembak karena Piala Dunia | Penumpang Gelap Kapal Tanker Dipulangkan

Hal itu jadi salah satu slogan utama gerakan protes yang meletus pada pertengahan September.

“Baik dengan hijab atau tanpa itu, teruslah menuju revolusi,” teriak para wanita yang mengenakan cadar yang menutupi tubuh dalam video yang diposting di Twitter dan diverifikasi oleh AFP.

Protes yang dipimpin oleh wanita telah melanda Iran sejak Amini, seorang Iran berusia 22 tahun asal Kurdi, meninggal setelah penangkapannya di Teheran karena dugaan pelanggaran kode berpakaian republik Islam berdasarkan hukum syariah.

Baca juga: Piala Dunia: Aksi Pemain Timnas AS Peluk Pemain Iran yang Kalah Tuai Pujian

Pasukan keamanan telah menewaskan sedikitnya 448 pengunjuk rasa, dengan jumlah korban terbesar di Sistan-Baluchistan, di perbatasan tenggara Iran dengan Afghanistan dan Pakistan, menurut Hak Asasi Manusia Iran, sebuah organisasi non-pemerintah yang berbasis di Oslo.

“Ini memang jarang,” kata direktur IHR, Mahmood Amiry-Moghaddam, tentang protes perempuan di Zahedan, di mana laki-laki turun ke jalan setelah salat Jumat selama lebih dari dua bulan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

“Protes yang sedang berlangsung di Iran adalah awal dari revolusi martabat,” katanya.

“Perempuan dan minoritas, yang selama lebih dari empat dekade telah diperlakukan sebagai warga negara kelas dua, diberdayakan melalui protes ini untuk turun ke jalan dan menuntut hak asasi manusia yang mendasar.”

Baca juga: Warga Iran Ditembak Mati Aparat Saat Rayakan Kekalahan dari AS di Piala Dunia Qatar#

Halaman:
Sumber Guardian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PM Inggris Pecat Ketua Partai Konservatif Nadhim Zahawi karena Skandal Pajak

PM Inggris Pecat Ketua Partai Konservatif Nadhim Zahawi karena Skandal Pajak

Global
Boris Johnson: Putin Pernah Ancam Akan Luncurkan Rudal ke Arah Saya

Boris Johnson: Putin Pernah Ancam Akan Luncurkan Rudal ke Arah Saya

Global
Israel Kembali Hancurkan Rumah Warga Palestina di Yerusalem

Israel Kembali Hancurkan Rumah Warga Palestina di Yerusalem

Global
NATO Minta Korea Selatan Berbuat Lebih Banyak untuk Ukraina

NATO Minta Korea Selatan Berbuat Lebih Banyak untuk Ukraina

Global
Firaun Tutankhamun Punya Saingan, Ditemukan Mumi dengan Lidah dan Hati Emas

Firaun Tutankhamun Punya Saingan, Ditemukan Mumi dengan Lidah dan Hati Emas

Global
Israel Segel Rumah Keluarga Pelaku Penembakan di Sinagoge Yerusalem

Israel Segel Rumah Keluarga Pelaku Penembakan di Sinagoge Yerusalem

Global
Kapsul Radioaktif Hilang di Australia Barat, Perusahaan Minta Maaf

Kapsul Radioaktif Hilang di Australia Barat, Perusahaan Minta Maaf

Global
Politikus AS: Kemungkinan Washington Perang Lawan China Sangat Tinggi

Politikus AS: Kemungkinan Washington Perang Lawan China Sangat Tinggi

Global
Israel Kemungkinan Dalang Serangan Drone di Pabrik Peralatan Militer Iran

Israel Kemungkinan Dalang Serangan Drone di Pabrik Peralatan Militer Iran

Global
Meski Jerman Janjikan Ukraina Tank Leopard, Putin Tetap Terbuka Berbicara dengan Scholz

Meski Jerman Janjikan Ukraina Tank Leopard, Putin Tetap Terbuka Berbicara dengan Scholz

Global
Erdogan Akan Izinkan Finlandia Masuk NATO, tapi Swedia Tidak

Erdogan Akan Izinkan Finlandia Masuk NATO, tapi Swedia Tidak

Global
Rangkuman Hari Ke-340 Serangan Rusia ke Ukraina: Pasukan Kyiv Tangkis Serangan di Blahodatne

Rangkuman Hari Ke-340 Serangan Rusia ke Ukraina: Pasukan Kyiv Tangkis Serangan di Blahodatne

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Penembakan AS | WNI Mantan Pemetik Buah di Inggris Jadi Imigran Gelap

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Penembakan AS | WNI Mantan Pemetik Buah di Inggris Jadi Imigran Gelap

Global
Taliban Larang Perempuan Afghanistan Ikut Ujian Masuk Universitas Swasta

Taliban Larang Perempuan Afghanistan Ikut Ujian Masuk Universitas Swasta

Global
Cerita Petenis Andy Murray Main sampai Jam 4 Pagi di Australia Open, Tak Boleh ke Toilet

Cerita Petenis Andy Murray Main sampai Jam 4 Pagi di Australia Open, Tak Boleh ke Toilet

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+