Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/12/2022, 15:31 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Sumber Reuters

MUMBAI, KOMPAS.com – Dunia harus bekerja sama untuk mengatasi tantangan terbesar dari perubahan iklim, terorisme, dan pandemi.

Hal tersebut disampaikan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi pada Kamis (1/12/2022) ketika India memulai pemegang presidensi G20 selama setahun ke depan.

Modi menyampaikan seruan tersebut dalam deklarasi yang diterbitkan di surat kabar India untuk menandai dimulainya kepresidenan G20.

Baca juga: Mobil Listrik Genesis G80 Eks G20 Dijual, Harga Nyaris Rp 5 Miliar

Konflik Ukraina, yang dimulai dengan invasi Rusia pada Februari, mendominasi KTT G20 di Indonesia bulan lalu, sebagaimana dilansir Reuters.

Pembahasan mengenai Ukraikan membuat beberapa anggota frustrasi karena menginginkan lebih banyak perhatian pada kesengsaraan ekonomi global.

“Hari ini, kita tidak perlu bersusah payah untuk kelangsungan hidup kita. Era kita tidak perlu perang. Memang, tidak boleh perang,” kata Modi dalam deklarasinya.

“Saat ini, tantangan terbesar yang kita hadapi - perubahan iklim, terorisme, dan pandemi - dapat diselesaikan bukan dengan saling berperang, tetapi hanya dengan bertindak bersama,” sambung Modi.

Baca juga: Sebut Kondisi Global Ruwet, Jokowi: Kepala Negara G20 Semuanya Pusing

Komentarnya mengenai perang menggemakan pernyataan yang dia buat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dalam konferensi regional pada September.

Kala itu, Modi mengatakan kepada Putin bahwa sekarang bukan waktunya untuk berperang, yang secara luas ditafsirkan sebagai “teguran ringan” atas invasi Rusia ke Ukraina.

Modi, dalam deklarasi pada Kamis, mengatakan bahwa India bertujuan untuk mendepolitisasi pasokan global makanan, pupuk, dan produk medis, sehingga ketegangan geopolitik tidak menimbulkan gangguan global.

“Seperti dalam keluarga kita sendiri, mereka yang paling membutuhkan harus selalu menjadi perhatian utama kita,” ujar Modi.

Dalam KTT G20 di Indonesia, para anggota sepakat mengejar upaya membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 Celsius, termasuk mempercepat upaya untuk menghentikan penggunaan batu bara secara bertahap.

Baca juga: 1.331 Kendaraan Listrik Saat KTT G20 Dikembalikan ke Perusahaan

India, selaku konsumen batu bara terbesar kedua di dunia, mengatakan akan memprioritaskan transisi bertahap ke bahan bakar yang lebih bersih.

Selain itu, India menargetkan dapat memangkas konsumsi rumah tangga untuk mencapai emisi nol bersih pada 2070 guna memenuhi janji dekarbonisasinya.

“Prioritas G20 kami akan dibentuk dalam konsultasi tidak hanya dengan mitra G20 kami, tetapi juga sesama kawan di belahan dunia Selatan, yang suaranya seringkali tidak terdengar” ucap Modi.

“Kami akan mendorong percakapan yang jujur di antara negara-negara paling kuat untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh senjata pemusnah massal dan meningkatkan keamanan global,” lanjut Modi.

Baca juga: Setelah Bus Listrik G20, ITS Ciptakan Mobil Pikap Listrik Stylish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com