Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/11/2022, 21:31 WIB

BRUSSELS, KOMPAS.com – Komisi Eropa mengusulkan penyitaan aset Rusia yang telah dibekukan untuk menghukum Moskwa atas invasinya ke Ukraina.

Usul tersebut disampaikan Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen pada Rabu (30/11/2022), sebagaimana dilansir Reuters.

Usulan tersebut menjajaki opsi hukum dengan mitra-mitra Uni Eropa guna memberi kompensasi kepada Kyiv atas kerusakan yang diderita negara tersebut.

Baca juga: Ukraina Terkini: Rusia Terus Menggempur, NATO Janjikan Lebih Banyak Bantuan Senjata

Para pejabat di Uni Eropa, AS, dan negara-negara Barat lainnya telah berdebat selama berbulan-bulan bagaimana cara menyita aset Rusia yang disimpan di luar negeri secara legal yang dibekukan oleh sanksi.

Masalahnya adalah bahwa di sebagian besar negara anggota Uni Eropa, penyitaan aset yang dibekukan hanya dimungkinkan secara hukum jika ada hukuman pidana.

Selain itu, banyak aset warga negara Rusia yang masuk daftar hitam sulit disita atau bahkan dibekukan karena terdaftar sebagai milik anggota keluarga.

“Kami telah memblokir 300 miliar euro cadangan Bank Sentral Rusia dan kami telah membekukan 19 miliar euro uang oligarki Rusia," kata von der Leyen dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Jalur Komunikasi Khusus AS-Rusia Disebut Dipakai Sekali Saat Perang Ukraina, Untuk Apa?

Dia menuturkan, dalam jangka pendek, Uni Eropa dan para mitranya dapat mengelola dana dan menginvestasikannya.

Hasil dari pengelolaan dana dan investasi itu akan disalurkan ke Ukraina yang pada akhirnya akan mengkompensasi kerusakan yang diderita negara tersebut.

“Kami akan bekerja pada perjanjian internasional dengan mitra kami untuk memungkinkan hal ini. Dan bersama-sama, kami dapat menemukan cara legal untuk mencapainya,” ujar von der Leyen.

Baca juga: Warna Bendera Sama, Warga Rusia Dukung Serbia di Piala Dunia

Dia juga mengatakan bahwa Uni Eropa mengusulkan pembentukan pengadilan khusus, yang didukung oleh PBB, untuk menyelidiki dan menuntut kejahatan agresi Rusia.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rusia mengatakan, pembekuan cadangan bank sentralnya dan aset warganya adalah ilegal.

Moskwa menyangkal bahwa invasi, yang disebutnya sebagai operasi militer khusus, merupakan agresi ilegal terhadap Ukraina.

Baca juga: Rusia Kehabisan Senjata, Tembakkan Rudal Tua Tanpa Peledak ke Ukraina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapal Terbalik di Laut Pakistan, 49 Pelajar Tewas

Kapal Terbalik di Laut Pakistan, 49 Pelajar Tewas

Global
Korban Tewas Ledakan di Masjid Pakistan Jadi 100 Orang, Polisi: Serangan Balas Dendam

Korban Tewas Ledakan di Masjid Pakistan Jadi 100 Orang, Polisi: Serangan Balas Dendam

Global
[POPULER GLOBAL] Sichuan Bebaskan Lajang Miliki Anak | Korban Ledakan Masjid Pakistan

[POPULER GLOBAL] Sichuan Bebaskan Lajang Miliki Anak | Korban Ledakan Masjid Pakistan

Global
Lupa Buka Kado Natal Berupa Lotre, Wanita Ini Menangkan Jackpot Rp 2,2 Miliar saat Menukarnya

Lupa Buka Kado Natal Berupa Lotre, Wanita Ini Menangkan Jackpot Rp 2,2 Miliar saat Menukarnya

Global
Boris Johnson Bertemu Partai Republik AS, Bahas Bantuan Ukraina

Boris Johnson Bertemu Partai Republik AS, Bahas Bantuan Ukraina

Global
Pasca-ledakan Masjid Pakistan, Keluarga Korban Padati Rumah Sakit

Pasca-ledakan Masjid Pakistan, Keluarga Korban Padati Rumah Sakit

Global
Ikan Cupang Dilatih Main Game Streaming, Malah Tak Sengaja Siarkan Info Kartu Kredit Pemilik

Ikan Cupang Dilatih Main Game Streaming, Malah Tak Sengaja Siarkan Info Kartu Kredit Pemilik

Global
Hilang di Pedalaman, Kapsul Radioaktif Kecil Dicari Badan Nuklir Australia

Hilang di Pedalaman, Kapsul Radioaktif Kecil Dicari Badan Nuklir Australia

Global
Sejarah Pertempuran Stalingrad: Latar Belakang dan Berakhirnya

Sejarah Pertempuran Stalingrad: Latar Belakang dan Berakhirnya

Internasional
Saat Pakar Kerapian Marie Kondo Menyerah Rapikan Rumahnya Sendiri...

Saat Pakar Kerapian Marie Kondo Menyerah Rapikan Rumahnya Sendiri...

Global
Kisah Pasien di Inggris Tunggu Ambulans 11 Jam karena Krisis NHS, Akhirnya Meninggal

Kisah Pasien di Inggris Tunggu Ambulans 11 Jam karena Krisis NHS, Akhirnya Meninggal

Global
Pelayan Sajikan Deterjen Cair yang Dikira Jus Buah, Pelanggan Dilarikan ke RS

Pelayan Sajikan Deterjen Cair yang Dikira Jus Buah, Pelanggan Dilarikan ke RS

Global
Provinsi di China Akhiri Larangan Orang yang Belum Menikah Punya Anak

Provinsi di China Akhiri Larangan Orang yang Belum Menikah Punya Anak

Global
Finlandia Masih Berharap Bisa Gabung NATO bersama Swedia

Finlandia Masih Berharap Bisa Gabung NATO bersama Swedia

Global
Kasus Tyre Nichols Tewas: 7 Polisi Diskors, 3 Petugas Damkar Diberhentikan

Kasus Tyre Nichols Tewas: 7 Polisi Diskors, 3 Petugas Damkar Diberhentikan

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+