Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

China Usir Kapal Angkatan Laut AS yang Masuk Secara Ilegal di Perairan Dekat Spratlys

Kompas.com - 29/11/2022, 21:04 WIB

BEIJING KOMPAS.com - Militer China mengusir sebuah kapal angkatan laut Amerika Serikat yang "secara ilegal menyusup" ke perairan dekat Kepulauan Spratly di Laut China Selatan yang disengketakan.

“Tindakan militer AS sangat melanggar kedaulatan dan keamanan China,” kata Tian Junli, juru bicara Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Kapal AS, USS Chancellorsville, sebuah kapal penjelajah rudal, baru-baru ini berlayar melalui Selat Taiwan. Tidak ada komentar segera dari militer AS.

Baca juga: Demo Covid di China: Aparat Mulai Mengekang Aksi Protes, Kepung Titik Pertemuan dan Buru Demonstran

Tian menuduh AS sebagai "pemicu risiko keamanan" di daerah tersebut. Dia mengklaim pelayaran oleh USS Chancellorsville adalah "bukti lain dari hegemoninya dalam navigasi dan militerisasi Laut China Selatan".

Komando Teater Selatan itu mengatakan di akun media sosial WeChat bahwa pasukan China akan tetap dalam "siaga tinggi".

AS telah menolak klaim ekspansif China di perairan yang kaya sumber daya itu.

China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan berdasarkan “nine-dash line,” yang dinilai tidak berdasar menurut pengadilan internasional pada 2016.

Beijing mengabaikan keputusan itu, dan malah membangun pulau buatan dan memperluas aktivitas militer di Laut China Selatan, yang juga diklaim oleh Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Brunei.

Pulau-pulau buatan China mencakup setidaknya tujuh pos terdepan di Spratly, di mana telah dibangun pelabuhan, instalasi militer, dan lapangan terbang.

Baca juga: Presiden Korea Selatan Tegaskan China Bertanggung Jawab Ubah Sikap Korea Utara

China telah mengirim sejumlah kapal perang melalui Laut China Selatan dalam beberapa tahun terakhir dalam apa yang disebutnya latihan "kebebasan navigasi."

Beijing juga menyatakan dukungan untuk kesepakatan tentang kode etik yang mengikat dan langkah-langkah membangun kepercayaan lainnya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pada kunjungan pekan lalu ke Palawan di tepi perairan yang disengketakan, Wakil Presiden Kamala Harris mengatakan AS akan mendorong kampanye internasional melawan "perilaku tidak bertanggung jawab" di Laut China Selatan.

“Kita harus membela prinsip-prinsip seperti menghormati kedaulatan dan integritas wilayah, perdagangan sah tanpa hambatan, penyelesaian sengketa secara damai, dan kebebasan navigasi dan penerbangan di Laut China Selatan, dan di seluruh Indo-Pasifik,” katanya dalam sebuah pidato.

Baca juga: PM Rishi Sunak: Era Keemasan Inggris-China Telah Berakhir

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Al Jazeera
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Andrew Tate Dekati Perempuan Lewat Media Sosial Diungkap

Cara Andrew Tate Dekati Perempuan Lewat Media Sosial Diungkap

Global
Heboh Balon Mata-mata China Terbang di Langit AS, Ini Sejarah Penggunaan dan Kelebihannya

Heboh Balon Mata-mata China Terbang di Langit AS, Ini Sejarah Penggunaan dan Kelebihannya

Global
Polisi AS Tembak Mati Pria Saat Bersihkan Rumah Mendiang Neneknya

Polisi AS Tembak Mati Pria Saat Bersihkan Rumah Mendiang Neneknya

Global
Kawasan Utara Indonesia Berisiko Kian Bergejolak Usai Filipina Perluas Akses Militer AS

Kawasan Utara Indonesia Berisiko Kian Bergejolak Usai Filipina Perluas Akses Militer AS

Global
'Wajah Beruang' Tertangkap Kamera Berada di Mars, Ini Penjelasannya

"Wajah Beruang" Tertangkap Kamera Berada di Mars, Ini Penjelasannya

Global
CIA: Ambisi Xi Jinpng terhadap Taiwan Tak Boleh Diremehkan, Siap Luncurkan Invasi pada 2027

CIA: Ambisi Xi Jinpng terhadap Taiwan Tak Boleh Diremehkan, Siap Luncurkan Invasi pada 2027

Global
Rangkuman Hari Ke-344 Serangan Rusia ke Ukraina: Zelensky Ingatkan Keanggotaan UE, Putin Akui Terancam Tank Jerman

Rangkuman Hari Ke-344 Serangan Rusia ke Ukraina: Zelensky Ingatkan Keanggotaan UE, Putin Akui Terancam Tank Jerman

Global
Balon Mata-mata China Terlacak Terbang di Langit AS, Pentagon Pertimbangkan Tembak

Balon Mata-mata China Terlacak Terbang di Langit AS, Pentagon Pertimbangkan Tembak

Global
Terungkap, Pengebom Bunuh Diri di Masjid Pakistan Kenakan Seragam Polisi

Terungkap, Pengebom Bunuh Diri di Masjid Pakistan Kenakan Seragam Polisi

Global
Hong Kong Rayu Wisatawan dengan 500.000 Tiket Pesawat Gratis dan Voucer

Hong Kong Rayu Wisatawan dengan 500.000 Tiket Pesawat Gratis dan Voucer

Global
[POPULER GLOBAL] Bayi Ditinggal di Bandara | Rencana Serangan Besar Rusia

[POPULER GLOBAL] Bayi Ditinggal di Bandara | Rencana Serangan Besar Rusia

Global
Tentara Bayaran Grup Wagner: Dituduh Penjahat Perang, tapi Dianggap Pahlawan oleh Rusia

Tentara Bayaran Grup Wagner: Dituduh Penjahat Perang, tapi Dianggap Pahlawan oleh Rusia

Global
Beli Pemain Habis Rp 5,3 Triliun, Belanja Chelsea Lebih Besar daripada PDB 5 Negara Ini

Beli Pemain Habis Rp 5,3 Triliun, Belanja Chelsea Lebih Besar daripada PDB 5 Negara Ini

Global
Erdogan Tak Mau Swedia Gabung NATO Jika Izinkan Pembakaran Al-Qur'an

Erdogan Tak Mau Swedia Gabung NATO Jika Izinkan Pembakaran Al-Qur'an

Global
Daftar Negara Paling Korup di Dunia

Daftar Negara Paling Korup di Dunia

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+