Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/11/2022, 16:00 WIB

KOMPAS.com - Para peneliti AS mengeklaim dalam sebuah studi baru bahwa minum 8 gelas sehari mungkin terlalu banyak.

Studi baru ini telah dipublikasikan di jurnal Science yang berjudul "Variasi Pergantian Kebutuhan Air Manusia Terkait dengan Faktor Lingkungan dan Gaya Hidup".

Dilansir dari NDTV, penelitian menekankan bagaimana kebutuhan air untuk konsumsi manusia dapat menjadi lebih sulit untuk dikelola karena perubahan yang terjadi pada iklim bumi dan populasi manusia.

Baca juga: Karena Trauma, Pria Ini Tak Minum Air Putih Selama 20 Tahun

Penelitian dilakukan pada lebih dari 5.600 orang dari segala usia dari 26 negara di seluruh dunia.

Para peneliti memberi peserta 100 mililiter air yang diperkaya dengan lima persen air berlabel ganda, sejenis air di mana beberapa molekul hidrogen digantikan isotop stabil dari unsur yang disebut deuterium.

Ini sepenuhnya aman dan terjadi secara alami di tubuh manusia.

Baca juga: Ukraina: 50 Rudal Jelajah Diluncurkan dari Rusia, Pasokan Air dan Listrik Lumpuh

Pria berusia 20 hingga 30 tahun dan wanita berusia 20 hingga 55 tahun memiliki pergantian air tertinggi, yang turun setelah usia 40 tahun untuk pria dan setelah usia 65 tahun untuk wanita.

Dari semua air dalam tubuh mereka, bayi baru lahir memiliki tingkat pergantian air tertinggi, butuh menggantikan hampir 28 persennya setiap hari.

Pria minum sekitar setengah liter lebih banyak air per hari daripada wanita dalam keadaan serupa.

"Studi saat ini dengan jelas menunjukkan bahwa satu ukuran tidak cocok untuk semua pedoman air minum, dan saran umum bahwa kita harus minum delapan gelas air 8 ons per hari tidak didukung oleh bukti obyektif," kata para peneliti.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca juga: Model Toilet Terbaru Jepang, Diklaim Lebih Hemat Air karena Digabung Wastafel

Orang-orang di negara maju yang menjalani gaya hidup menetap di lingkungan dalam ruangan yang dikontrol iklim memiliki perputaran air yang lebih rendah daripada orang di negara miskin yang bekerja sebagai buruh kasar.

Mengomentari studi lebih lanjut, para peneliti menjelaskan bahwa pedoman yang lebih baik semakin penting karena ledakan pertumbuhan populasi dan perubahan iklim yang dihadapi dunia saat ini akan memengaruhi ketersediaan air untuk konsumsi manusia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber NDTV
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AS dan Korea Selatan Bakal Gelar Tabletop Exercise terkait Ancaman Nuklir

AS dan Korea Selatan Bakal Gelar Tabletop Exercise terkait Ancaman Nuklir

Global
Rangkuman Hari Ke-341 Serangan Rusia ke Ukraina: Biden Tolak Kirim F-16, Boris Diancam Rudal Putin

Rangkuman Hari Ke-341 Serangan Rusia ke Ukraina: Biden Tolak Kirim F-16, Boris Diancam Rudal Putin

Global
Gedung Putih Nyatakan Status Darurat Covid-19 di AS Akan Berakhir 11 Mei

Gedung Putih Nyatakan Status Darurat Covid-19 di AS Akan Berakhir 11 Mei

Global
Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro Ajukan Visa Turis AS

Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro Ajukan Visa Turis AS

Global
UPDATE Ledakan di Masjid Pakistan, 61 Orang Tewas, Kebanyakan Polisi

UPDATE Ledakan di Masjid Pakistan, 61 Orang Tewas, Kebanyakan Polisi

Global
[POPULER GLOBAL] Ukraina Tangkis Serangan di Blahodatne | Firaun Tutankhamun Punya Saingan

[POPULER GLOBAL] Ukraina Tangkis Serangan di Blahodatne | Firaun Tutankhamun Punya Saingan

Global
Makan Pisang Dibungkus Kondom, Pria Ini Alami Penyumbatan Usus Serius

Makan Pisang Dibungkus Kondom, Pria Ini Alami Penyumbatan Usus Serius

Global
Kremlin Sebut Boris Johnson Bohong soal Ancaman Rudal Putin

Kremlin Sebut Boris Johnson Bohong soal Ancaman Rudal Putin

Global
Reaktor PLTN Takahama Jepang Ditutup Usai Alarm Berbunyi, Tak Ada Kenaikan Radiasi

Reaktor PLTN Takahama Jepang Ditutup Usai Alarm Berbunyi, Tak Ada Kenaikan Radiasi

Global
Pengacara Keluarga Tyre Nichols Minta Reformasi Polisi AS, Singgung RUU George Floyd

Pengacara Keluarga Tyre Nichols Minta Reformasi Polisi AS, Singgung RUU George Floyd

Global
Brandon Tsay yang Lucuti Senjata Pelaku Penembakan Massal Monterey Park Terima Tanda Penghormatan

Brandon Tsay yang Lucuti Senjata Pelaku Penembakan Massal Monterey Park Terima Tanda Penghormatan

Global
UPDATE Ledakan Bom Masjid Pakistan: 28 Tewas, 150 Korban Luka-luka

UPDATE Ledakan Bom Masjid Pakistan: 28 Tewas, 150 Korban Luka-luka

Global
Foto-foto The Beatles yang Sempat Hilang Berhasil Ditemukan, Ini Rupanya

Foto-foto The Beatles yang Sempat Hilang Berhasil Ditemukan, Ini Rupanya

Global
Jerman Tegas Tidak Akan Kirim Jet Tempur ke Ukraina

Jerman Tegas Tidak Akan Kirim Jet Tempur ke Ukraina

Global
Provinsi Sichuan di China Kini Bolehkan Penduduk Belum Nikah Miliki Anak dan Beri Tunjangan

Provinsi Sichuan di China Kini Bolehkan Penduduk Belum Nikah Miliki Anak dan Beri Tunjangan

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+