Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

China Tarik 80.000 Mobil Tesla karena Masalah Software dan Sabuk Pengaman

Kompas.com - 29/11/2022, 08:56 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Lebih dari 80.000 mobil Tesla buatan China dan impor yang diproduksi sejak awal 2013 ditarik, karena masalah perangkat lunak (software) dan sabuk pengaman.

Penarikan tersebut diumumkan regulator pasar China pada Jumat (25/11/2022), dikutip dari Reuters.

Rinciannya, produsen mobil listrik yang berbasis di Amerika Serikat (AS) tersebut menarik 67.698 unit Model S dan Model X yang diimpor China pada 25 September 2013-21 November 2020, karena masalah software yang memengaruhi sistem manajemen baterai di kendaraan.

Baca juga: Video Mobil Tesla Lepas Kendali di China, Tewaskan Sejumlah Orang, Baru Berhenti Setelah Tabrak Gedung

Tesla mengatakan, akan meningkatkan perangkat lunak kendaraan-kendaraan yang ditarik kembali.

Lebih lanjut, Tesla juga menarik 2.736 mobil Model 3 impor yang diproduksi selama Januari-November 2019, dan 10.127 buatan China dengan model sama yang diproduksi antara 14 Oktober 2019-26 September 2022 untuk diperiksa dan diinstal ulang.

Pada April 2022, Tesla menarik total 127.785 unit mobil Model 3 di China dengan alasan potensi kesalahan pada komponen semikonduktor yang dapat menyebabkan tabrakan.

Baca juga:

Sementara itu diberitakan kantor berita AFP, di AS Tesla telah menarik lebih dari 321.000 unitnya karena masalah lampu belakang.

Ini adalah yang terbaru dari beberapa penarikan Tesla di AS dalam beberapa bulan terakhir.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tesla juga sempat menarik lebih dari 40.000 kendaraan yang kemungkinan mengalami masalah dalam sistem kemudi tenaga listrik.

"Dalam kasus yang jarang terjadi," lampu belakang pada mobil yang terkena dampak menyala sebentar-sebentar karena masalah perangkat lunak, kata perusahaan itu dalam dokumen kepada Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) AS, tertanggal 15 November 2022 tetapi dipublikasikan akhir pekan lalu.

Baca juga: BYD, Produsen Mobil Listrik China, Kini Kalahkan Tesla Setelah Sempat Diremehkan Elon Musk

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP,Reuters
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Naik Turun Hubungan Diplomatik, Chad Buka Kedutaan Besar di Israel

Usai Naik Turun Hubungan Diplomatik, Chad Buka Kedutaan Besar di Israel

Global
Ukraina Dapat Tank Barat, Rusia Siap Kerahkan Robot Tempur

Ukraina Dapat Tank Barat, Rusia Siap Kerahkan Robot Tempur

Global
Cara Andrew Tate Dekati Perempuan Lewat Media Sosial Diungkap

Cara Andrew Tate Dekati Perempuan Lewat Media Sosial Diungkap

Global
Heboh Balon Mata-mata China Terbang di Langit AS, Ini Sejarah Penggunaan dan Kelebihannya

Heboh Balon Mata-mata China Terbang di Langit AS, Ini Sejarah Penggunaan dan Kelebihannya

Global
Polisi AS Tembak Mati Pria Saat Bersihkan Rumah Mendiang Neneknya

Polisi AS Tembak Mati Pria Saat Bersihkan Rumah Mendiang Neneknya

Global
Kawasan Utara Indonesia Berisiko Kian Bergejolak Usai Filipina Perluas Akses Militer AS

Kawasan Utara Indonesia Berisiko Kian Bergejolak Usai Filipina Perluas Akses Militer AS

Global
'Wajah Beruang' Tertangkap Kamera Berada di Mars, Ini Penjelasannya

"Wajah Beruang" Tertangkap Kamera Berada di Mars, Ini Penjelasannya

Global
CIA: Ambisi Xi Jinpng terhadap Taiwan Tak Boleh Diremehkan, Siap Luncurkan Invasi pada 2027

CIA: Ambisi Xi Jinpng terhadap Taiwan Tak Boleh Diremehkan, Siap Luncurkan Invasi pada 2027

Global
Rangkuman Hari Ke-344 Serangan Rusia ke Ukraina: Zelensky Ingatkan Keanggotaan UE, Putin Akui Terancam Tank Jerman

Rangkuman Hari Ke-344 Serangan Rusia ke Ukraina: Zelensky Ingatkan Keanggotaan UE, Putin Akui Terancam Tank Jerman

Global
Balon Mata-mata China Terlacak Terbang di Langit AS, Pentagon Pertimbangkan Tembak

Balon Mata-mata China Terlacak Terbang di Langit AS, Pentagon Pertimbangkan Tembak

Global
Terungkap, Pengebom Bunuh Diri di Masjid Pakistan Kenakan Seragam Polisi

Terungkap, Pengebom Bunuh Diri di Masjid Pakistan Kenakan Seragam Polisi

Global
Hong Kong Rayu Wisatawan dengan 500.000 Tiket Pesawat Gratis dan Voucer

Hong Kong Rayu Wisatawan dengan 500.000 Tiket Pesawat Gratis dan Voucer

Global
[POPULER GLOBAL] Bayi Ditinggal di Bandara | Rencana Serangan Besar Rusia

[POPULER GLOBAL] Bayi Ditinggal di Bandara | Rencana Serangan Besar Rusia

Global
Tentara Bayaran Grup Wagner: Dituduh Penjahat Perang, tapi Dianggap Pahlawan oleh Rusia

Tentara Bayaran Grup Wagner: Dituduh Penjahat Perang, tapi Dianggap Pahlawan oleh Rusia

Global
Beli Pemain Habis Rp 5,3 Triliun, Belanja Chelsea Lebih Besar daripada PDB 5 Negara Ini

Beli Pemain Habis Rp 5,3 Triliun, Belanja Chelsea Lebih Besar daripada PDB 5 Negara Ini

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+