Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/11/2022, 17:05 WIB

Penulis: Reuters/VOA Indonesia

DOHA, KOMPAS.com - Piala Dunia di Qatar banyak menggambarkan kemewahan. Namun di balik semua itu, ada banyak cerita duka seputar para pekerja migran yang bekerja membangun prasarana yang dibutuhkan pesta sepak bola akbar yang pertama kali diselenggarakan di jazirah Arab itu.

Jumlah mereka ratusan ribu. Sebuah perhitungan menunjukkan, jumlah mereka sekitar 90 persen dari populasi Qatar saat ini, yakni 2,8 juta. Mereka umumnya datang dari anak benua India dan Filipina. Beberapa lainnya dari negara-negara Afrika, seperti Kenya dan Uganda.

Impian mereka sama: “menjadi kaya dengan bekerja di negara kaya minyak itu”. Iming-iming gaji besar dan fasilitas menggiurkan memupus kesedihan mereka yang terpaksa harus meninggalkan orang-orang yang mereka cintai.

Baca juga: Taliban Dilaporkan Bantu Qatar Bangun Stadion Piala Dunia

Terwujudkah? Sulit untuk menjawabnya, mengingat tidak ada survei akurat mengenai hal itu. Namun, banyak berita beredar yang mengungkap betapa kandasnya impian-impian para pekerja migran itu.

Pekerja melakukan sentuhan akhir di Fan Village Cabins Free Zone jelang Piala Dunia di Doha, Qatar, 9 November 2022.REUTERS/HAMAD I MOHAMMED via VOA INDONESIA Pekerja melakukan sentuhan akhir di Fan Village Cabins Free Zone jelang Piala Dunia di Doha, Qatar, 9 November 2022.
Keamanan kerja yang buruk, upah yang tidak dibayar, serta tingginya risiko cedera dan kematian adalah cerita yang tidak pernah putus-putusnya beredar.

Beberapa organisasi HAM, termasuk Amnesty International, sempat menyebut, lebih dari 15.000 pekerja migran tewas terkait persiapan Piala Dunia sejak 12 tahun lalu, jumlah yang saat ini masih diperdebatkan kebenarannya, dan dibantah Pemerintah Qatar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah hidup para migran itu sempat diprotet dalam film dokumenter The Workers Cup yang menyorot turnamen sepak bola antarklub pekerja migran yang diselenggarakan di Doha setiap tahun sejak emirat itu mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Sutradaranya Adam Sobel sebetulnya tidak ingin menyorot para pekerja migran sebagai korban dalam film itu. Tapi mau tidak mau kondisi kerja dan tempat tinggal yang buruk di kalangan pekerja migran, tergambar jelas dalam film ini.

"Turnamen diselenggarakan di beberapa stadion yang ikut dibangun mereka. Sehingga dalam hal itu hampir seperti fantasi bagi tokoh-tokoh utamanya. Mereka menyelami fantasi sepak bola tetapi kemudian ketika turnamen berakhir dan pertandingan berakhir, mereka akan kembali ke kamp dan kembali hidup sebagai warga kelas terendah di negara terkaya di dunia ini."

Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Andrew Tate Dekati Perempuan Lewat Media Sosial Diungkap

Cara Andrew Tate Dekati Perempuan Lewat Media Sosial Diungkap

Global
Heboh Balon Mata-mata China Terbang di Langit AS, Ini Sejarah Penggunaan dan Kelebihannya

Heboh Balon Mata-mata China Terbang di Langit AS, Ini Sejarah Penggunaan dan Kelebihannya

Global
Polisi AS Tembak Mati Pria Saat Bersihkan Rumah Mendiang Neneknya

Polisi AS Tembak Mati Pria Saat Bersihkan Rumah Mendiang Neneknya

Global
Kawasan Utara Indonesia Berisiko Kian Bergejolak Usai Filipina Perluas Akses Militer AS

Kawasan Utara Indonesia Berisiko Kian Bergejolak Usai Filipina Perluas Akses Militer AS

Global
'Wajah Beruang' Tertangkap Kamera Berada di Mars, Ini Penjelasannya

"Wajah Beruang" Tertangkap Kamera Berada di Mars, Ini Penjelasannya

Global
CIA: Ambisi Xi Jinpng terhadap Taiwan Tak Boleh Diremehkan, Siap Luncurkan Invasi pada 2027

CIA: Ambisi Xi Jinpng terhadap Taiwan Tak Boleh Diremehkan, Siap Luncurkan Invasi pada 2027

Global
Rangkuman Hari Ke-344 Serangan Rusia ke Ukraina: Zelensky Ingatkan Keanggotaan UE, Putin Akui Terancam Tank Jerman

Rangkuman Hari Ke-344 Serangan Rusia ke Ukraina: Zelensky Ingatkan Keanggotaan UE, Putin Akui Terancam Tank Jerman

Global
Balon Mata-mata China Terlacak Terbang di Langit AS, Pentagon Pertimbangkan Tembak

Balon Mata-mata China Terlacak Terbang di Langit AS, Pentagon Pertimbangkan Tembak

Global
Terungkap, Pengebom Bunuh Diri di Masjid Pakistan Kenakan Seragam Polisi

Terungkap, Pengebom Bunuh Diri di Masjid Pakistan Kenakan Seragam Polisi

Global
Hong Kong Rayu Wisatawan dengan 500.000 Tiket Pesawat Gratis dan Voucer

Hong Kong Rayu Wisatawan dengan 500.000 Tiket Pesawat Gratis dan Voucer

Global
[POPULER GLOBAL] Bayi Ditinggal di Bandara | Rencana Serangan Besar Rusia

[POPULER GLOBAL] Bayi Ditinggal di Bandara | Rencana Serangan Besar Rusia

Global
Tentara Bayaran Grup Wagner: Dituduh Penjahat Perang, tapi Dianggap Pahlawan oleh Rusia

Tentara Bayaran Grup Wagner: Dituduh Penjahat Perang, tapi Dianggap Pahlawan oleh Rusia

Global
Beli Pemain Habis Rp 5,3 Triliun, Belanja Chelsea Lebih Besar daripada PDB 5 Negara Ini

Beli Pemain Habis Rp 5,3 Triliun, Belanja Chelsea Lebih Besar daripada PDB 5 Negara Ini

Global
Erdogan Tak Mau Swedia Gabung NATO Jika Izinkan Pembakaran Al-Qur'an

Erdogan Tak Mau Swedia Gabung NATO Jika Izinkan Pembakaran Al-Qur'an

Global
Daftar Negara Paling Korup di Dunia

Daftar Negara Paling Korup di Dunia

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+