Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Akhir Raja Kripto Sam Bankman-Fried, Pendiri FTX yang Kehilangan Rp 500 Triliun dalam Hitungan Hari

Kompas.com - 19/11/2022, 18:31 WIB
BBC INDONESIA,
Bernadette Aderi Puspaningrum

Tim Redaksi

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Hidup Sam Bankman-FriedRaja Kripto,” pendiri FTX (bursa mata uang kripto), berubah drastis hanya dalam waktu kurang dari delapan hari.

Dia mengundurkan diri sebagai CEO FTX pada Jumat (14/11/2022) dan tak lama perusahaannya mengajukan kebangkrutan.

Mundurnya Sam Bankman-Fried dari posisi CEO itu dilakukan setelah dia menghadapi penyelidikan federal tentang caranya menangani keuangan perusahaan.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Rishi Sunak PM Baru Inggris | Ratu Kripto Buron FBI Kabur

Selama beberapa tahun terakhir, internet dibanjiri dengan wawancara panjangnya, yang berbicara melalui obrolan video dari meja kantornya di Bahama.

Dalam beberapa wawancara itu, terdengar bunyi-bunyi klik yang mengganggu.

Saat khalayak mendengarkan kisahnya yang luar biasa dengan saksama, tentang bagaimana ia menjadi seorang multi miliarder dalam lima tahun, suara klik terdengar jelas dari mouse pengusaha Amerika itu.

"Klik, klik, klik,” bunyi itu terdengar cepat dan berentetan.

Sementara, mata Bankman-Fried menyisir layar di hadapannya, mereka yang menonton videonya tidak tahu jelas apa yang sebenarnya dia lakukan di komputernya.

Meski demikian, cuitannya memberi petunjuk yang cukup jelas.

"Saya terkenal karena bermain League of Legends saat melakukan panggilan telepon," cuitnya pada Februari 2021.

Baca juga: Terima Uang Rp 161,6 Miliar Salah Transfer dari Perusahan Kripto, Pasangan Ini Beli 4 Rumah Sekaligus

Pecinta gim

Mantan bos FTX (bursa mata uang kripto yang kini bermasalah) itu adalah seorang penggila gim komputer.

Dalam serangkaian cuitan ke hampir satu juta pengikutnya, dia menjelaskan alasannya.

Memainkan permainan pertempuran fantasi dalam tim adalah caranya untuk mengalihkan pikirannya dari dua perusahaan, yang berdagang miliaran dolar sehari, yang seharusnya dia kelola.

"Beberapa orang minum terlalu banyak; beberapa berjudi. Saya bermain League," katanya.

Sejak kerajaan mata uang kripto milik laki-laki berusia 30 tahun itu runtuh secara dramatis minggu lalu, anekdot lain tentang permainannya muncul kembali di dunia maya.

Dalam unggahan blog raksasa modal ventura Sequoia Capital, diceritakan bahwa Bankman-Fried sedang bermain League of Legends dengan sangat bersemangat, saat tengah melakukan panggilan video yang sangat penting dengan tim investasi mereka.

Sam Bankman-Fried juga suka bermain video gim Storybook Brawl, sampai-sampai dia membeli produsennya pada Maret 2022.

FTX via BBC INDONESIA Sam Bankman-Fried juga suka bermain video gim Storybook Brawl, sampai-sampai dia membeli produsennya pada Maret 2022.

Baca juga: Do Kwon, Pelopor Mata Uang Kripto Terra Diburu Korea Selatan Setelah Nilainya Anjlok

Namun, itu tampaknya sama sekali tidak membuat mereka kehilangan minat.

Grup itu tetap saja melanjutkan investasi senilai 210 juta dollar AS (sekitar Rp 3,26 triliun) di perusahaan FTX milik Bankman-Fried.

Pekan ini, Sequoia Capital menghapus unggahan blog itu dan sekarang mereka mengumumkan investasi di FTX sebagai kerugian.

Perusahaan itu bukan satu-satunya investor yang kehilangan banyak uang sejak kerajaan kripto senilai 32 miliar dollar AS (sekitar Rp 496,97 triliun) milik Bankman-Fried runtuh.

FTX memiliki sekitar 1,2 juta pengguna terdaftar yang menggunakan bursa itu untuk membeli token mata uang kripto seperti Bitcoin dan ribuan token lainnya.

Kini, banyak dari pedagang besar hingga penggemar kripto biasa yang bertanya-tanya, apakah mereka akan mendapatkan kembali uang mereka yang terperangkap di dompet digital FTX.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com