Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menang Pulitzer, Jurnalis Asal Kashmir Dilarang Terbang ke AS Terima Penghargaan

Kompas.com - 20/10/2022, 10:31 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Editor

Penulis: VOA Indonesia

KASHMIR, KOMPAS.com - Sanna Irshad Mattoo, seorang jurnalis foto pemenang penghargaan Pulitzer asal wilayah Kashmir yang dikelola India, mengatakan pada Selasa (18/10/2022) melalui akun Twitternya bahwa ia telah dihentikan oleh otoritas imigrasi di New Delhi saat hendak berangkat menuju New York untuk menerima penghargaannya.

“Saya dalam perjalanan menuju New York untuk menerima penghargaan Pulitzer, tapi saya diberhentikan di konter imigrasi di Bandara Delhi dan dilarang untuk bepergian ke luar negeri walaupun saya sudah mengantongi tiket dan visa resmi dari AS," twit Mattoo di akun twitternya.

"Ini adalah kali kedua saya dilarang (untuk bepergian) tanpa alasan yang jelas," tambahnya.

Baca juga: Turkiye Adopsi RUU Disinformasi Baru, Bisa Langsung Penjarakan Jurnalis dan Warganet

"Walaupun saya telah berusaha menghubungi sejumlah pejabat setelah kejadian (pelarangan) pertama beberapa bulan lalu, saya tidak pernah mendapatkan respons apapun. Dapat menghadiri acara penganugerahan tersebut adalah kesempatan sekali dalam seumur hidup bagi saya."

“Ini hal yang sangat memalukan,” kata Geeta Seshu, pendiri Free Speech Collective, sebuah organisasi independen yang mengadvokasi kebebasan pers, ketika merespons twit yang diunggah Mattoo. “Ini perbuatan yang terkutuk. Tidak dapat dimengerti. Apa yang pemerintah India khawatirkan!”

VOA telah menghubungi organisasi Pulitzer untuk memberikan komentar tetapi tidak segera menerima tanggapan.

Baca juga: Ahli IT, Bankir, dan Jurnalis Dikecualikan dari Wajib Militer Rusia

Mattoo memposting foto paspornya dengan visa AS dan tiketnya yang diberi cap merah yang menunjukkan bahwa perjalanannya telah dibatalkan "tanpa prasangka", mengacu kepada pelanggaran yang dilakukan oleh pemegang visa. Hal yang sama terjadi pada Juli ketika dia dilarang bepergian ke Paris untuk menghadiri acara peluncuran buku dan festival fotografi Arles Rencontres di Perancis.

Mattoo memenangkan Hadiah Pulitzer untuk karya fotografi untuk liputannya tentang krisis Covid-19 di India.

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan, pihaknya mengetahui laporan bahwa Mattoo telah dilarang bepergian ke Amerika Serikat dan sedang melacak perkembangannya.

Pada awal tahun ini, jurnalis asal Kashmir Aakash Hassan juga dilarang terbang ke Sri Lanka dan pada 2019 Gowhar Geelani dilarang bepergian ke Jerman.

Baca juga: Israel Akui Tentaranya Mungkin Tembak Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh

Menurut organisasi pengamat media Reporters Without Borders (RSF), peringkat India dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia tahun ini turun menjadi peringkat ke-150 dari peringkat 142 di tahun sebelumnya dari 180 negara, di mana peringkat pertama dinilai sebagai negara yang memiliki tingkat kebebasan pers yang baik.

“Kekerasan terhadap jurnalis, (keberadaan) media yang partisan, dan konsentrasi kepemilikan media semuanya menunjukkan bahwa kebebasan pers berada dalam krisis di negara ‘demokrasi terbesar di dunia,'” kata RSF.

Artikel ini pernah tayang di VOA Indonesia dengan judul Jurnalis Pemenang Pulitzer asal Kashmir Dilarang Terbang ke AS untuk Terima Penghargaan.

Baca juga: Sebut Putin Fasis Pembunuh, Jurnalis Rusia Terancam Dibui 10 Tahun

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Sejumlah Maskapai Penerbangan Putuskan Hindari Wilayah Udara Iran, Apa Alasannya?

Sejumlah Maskapai Penerbangan Putuskan Hindari Wilayah Udara Iran, Apa Alasannya?

Global
Singapura Keluarkan Larangan Konsumsi Permen Produk Malaysia Ini

Singapura Keluarkan Larangan Konsumsi Permen Produk Malaysia Ini

Global
Rangkuman Hari Ke-779 Serangan Rusia ke Ukraina: AS Larang Impor Produk Logam Rusia | Belanda Janjikan Rp 17, 1 Triliun untuk Ukraina

Rangkuman Hari Ke-779 Serangan Rusia ke Ukraina: AS Larang Impor Produk Logam Rusia | Belanda Janjikan Rp 17, 1 Triliun untuk Ukraina

Global
Arti Penting Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia...

Arti Penting Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia...

Global
Israel: Kami Bahu-membahu dengan AS Hadapi Ancaman Iran

Israel: Kami Bahu-membahu dengan AS Hadapi Ancaman Iran

Global
Paus Fransiskus: Saya Sangat Menderita atas Perang di Gaza

Paus Fransiskus: Saya Sangat Menderita atas Perang di Gaza

Global
Saat Israel Berada di Ambang Serangan Balasan Iran...

Saat Israel Berada di Ambang Serangan Balasan Iran...

Global
[POPULER GLOBAL] Sewa Mobil Mewah Untuk Mudik | Korsel Rekrut Pelajar Indonesia

[POPULER GLOBAL] Sewa Mobil Mewah Untuk Mudik | Korsel Rekrut Pelajar Indonesia

Global
Berlian Rp 64 Juta Hilang dalam Adonan, Toko Roti Ini Minta Pelanggan Periksa Kue

Berlian Rp 64 Juta Hilang dalam Adonan, Toko Roti Ini Minta Pelanggan Periksa Kue

Global
Terlibat Korupsi Rp 200 Triliun, Pengusaha Vietnam Divonis Hukuman Mati

Terlibat Korupsi Rp 200 Triliun, Pengusaha Vietnam Divonis Hukuman Mati

Global
Paus Fransiskus Resmi Akan Kunjungi Indonesia pada 3-6 September

Paus Fransiskus Resmi Akan Kunjungi Indonesia pada 3-6 September

Global
Viral Istri Cari Suaminya yang Ghosting Lewat Facebook, Ternyata Ini yang Terjadi

Viral Istri Cari Suaminya yang Ghosting Lewat Facebook, Ternyata Ini yang Terjadi

Global
Gedung Pencakar Langit Texas Menggelap di Malam Hari, Selamatkan Miliaran Burung dari Tabrakan

Gedung Pencakar Langit Texas Menggelap di Malam Hari, Selamatkan Miliaran Burung dari Tabrakan

Global
Kisah Pilu Aslina, Kehilangan 2 Putranya Sama-sama karena Kecelakaan Jelang Lebaran

Kisah Pilu Aslina, Kehilangan 2 Putranya Sama-sama karena Kecelakaan Jelang Lebaran

Global
AS Minta China Gunakan Pengaruhnya untuk Cegah Iran Serang Israel

AS Minta China Gunakan Pengaruhnya untuk Cegah Iran Serang Israel

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com