Laporan Medis Mahsa Amini Keluar, Disebut Meninggal karena Sakit, Bukan dari Pukulan

Kompas.com - 07/10/2022, 20:33 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com - Laporan medis resmi terkait kematian Mahsa Amini di Iran diterbitkan pada Jumat (7/10/2022), tiga minggu setelah ia meninggal usai ditahan polisi.

Di laporan tersebut disebutkan bahwa kematian Mahsa Amini lebih disebabkan oleh penyakit daripada pukulan atau pemukulan.

Organisasi Forensik Iran mengatakan, "Kematian Mahsa Amini tidak disebabkan oleh pukulan di kepala dan organ vital serta anggota tubuh", dalam laporannya yang dipublikasikan di televisi pemerintah dan dikutip kantor berita AFP.

Baca juga: 10 Fakta dan Temuan dari Kematian Mahsa Amini Menurut Kedubes Iran di Indonesia

Kematiannya terkait dengan "operasi tumor otak pada usia delapan tahun", menurut sumber yang sama, menambahkan bahwa laporan itu termasuk CT scan otak serta paru-paru, otopsi, juga tes patologis.

Mahsa Amini (22) meninggal pada 16 September 2022, tiga hari setelah mengalami koma setelah penangkapannya di Teheran oleh polisi moral karena diduga melanggar aturan ketat berpakaian untuk wanita di Iran.

Kerusuhan jalanan yang terjadi usai kematian Mahsa Amini menyebabkan puluhan kematian--sebagian besar pengunjuk rasa, tetapi juga anggota pasukan keamanan--serta ratusan penangkapan.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Senin (3/10/2022) menuduh musuh bebuyutan negaranya yaitu Amerika Serikat dan Israel yang mengobarkan gelombang kerusuhan nasional.

Baca juga:

"Kematian wanita muda itu menghancurkan hati kami," kata Khamenei.

"Tetapi yang tidak normal adalah bahwa beberapa orang, tanpa bukti atau penyelidikan, membuat jalan-jalan berbahaya, membakar Al Quran, membuat wanita berjilbab melepas cadar, dan membakar masjid serta mobil."

Pemimpin berusia 83 tahun itu menekankan, polisi bagaimanapun harus melawan penjahat dan siapa pun yang menyerang polisi membuat orang-orang tidak berdaya melawan penjahat, preman, serta pencuri.

Baca juga: Kronologi Kematian Mahsa Amini Iran, Picu Seminggu Amarah Massa

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.