Pria dalam Kantong Mayat Buka Mata, Diduga Masih Hidup Saat Dikirim ke Kamar Jenazah

Kompas.com - 07/10/2022, 19:31 WIB

 

PERTH, KOMPAS.com - Seorang pasien perawatan paliatif diduga masih hidup ketika dia dipindahkan ke kamar mayat Perth, menurut klaim yang sedang diselidiki oleh pengadilan koroner Australia.

Pengadilan mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang menyelidiki tuduhan tersebut, yang mencakup klaim bahwa dokter diminta mengubah tanggal pada sertifikat kematian pria itu dalam upaya nyata untuk menutupi insiden tersebut.

"Setelah menerima pemberitahuan dari seorang dokter di rumah sakit Rockingham ... tentang kematian seorang pria berusia 55 tahun, pengadilan koroner pada Senin 3 Oktober, mulai menyelidiki apakah kematian tersebut merupakan kematian yang dapat dilaporkan," kata seorang juru bicara sebagaimana dilansir Guardian pada Kamis (6/10/2022).

"Pengadilan tidak mempublikasikan penyelidikan itu."

Baca juga: Wanita Korsel Ditangkap Terkait Temuan Koper Berisi Mayat Anak di Selandia Baru

Business News yang pertama kali mewartakan masalah ini melaporkan bahwa pasien itu diduga masih hidup ketika dimasukkan ke dalam kantong mayat tanpa sertifikat kematian yang dikeluarkan pada malam 5 September.

Seorang dokter di rumah sakit Umum Rockingham diminta untuk mengesahkan kematian sehari kemudian, dan diduga menemukan darah segar di pakaian rumah sakit pria itu dari bekas robekan di salah satu lengannya.

Mata pria itu terbuka, dua anggota badan telah bergeser posisi dan kantong mayat terbuka resletingnya, menurut laporan itu sebagaimana dilansir Guardian.

"Saya meyakini darah yang jujur dari robekan baru kulit, posisi lengan, dan tanda-tanda mata tidak konsisten dengan orang yang diotopsi saat tiba di kamar mayat," kata dokter dalam sebuah laporan kepada koroner, menurut berita Business News.

Staf lain dilaporkan mengonfirmasi bahwa mata pria itu telah ditutup dan dia telah mengenakan pakaian bersih sebelum dipindahkan dari bangsal ke kamar mayat, mendorong dokter untuk mencatat kematiannya pada 6 September.

Baca juga: Awalnya Dikira Mayat, Ternyata Boneka Seks yang Terdampar di Pantai Thailand

Ketika seorang direktur pemakaman mempertanyakan tanggal pada akta kematian, dokter itu diduga diminta oleh pejabat rumah sakit untuk memundurkan tanggal kematian pria tersebut.

Halaman:
Sumber Guardian

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.