Kompas.com - 02/10/2022, 17:45 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Administrasi Arsip dan Catatan Nasional mengatakan pada hari Jumat (30/9/2022) bahwa mereka masih kehilangan beberapa catatan dari pemerintahan Donald Trump.

"Meskipun tidak ada cara mudah untuk menetapkan akuntabilitas absolut, kami tahu bahwa kami tidak memiliki hak asuh atas semua yang seharusnya kami lakukan,” kata Pengarsip Debra Steidel Wall dalam sebuah surat kepada Komite Pengawasan dan Reformasi DPR, dilansir The Hill.

Arsip Nasional tidak memiliki beberapa pesan yang dikirim dan diterima anggota pemerintahan Trump di akun tidak resmi saat melakukan bisnis resmi untuk presiden.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Demo Pecah di 15 Kota Iran Usai Kematian Mahsa Amini | Trump Tipu Otoritas AS

Mereka dapat memulihkan jenis catatan ini dari beberapa mantan pejabat Trump, tapi mereka masih kehilangan pesan dari orang lain yang belum menyerahkannya.

Mantan penasihat Trump Peter Navarro telah menolak untuk menyerahkan pesan dari akun tidak resminya tanpa memberikan kekebalan.

Departemen Kehakiman menggugat Navarro untuk dokumen-dokumen tersebut pada bulan Agustus lalu, mencatat bahwa dia tidak menyangkal bahwa dia memiliki akun tidak resmi atau bahwa pesan-pesan itu adalah milik pemerintah AS.

Baca juga: Jaksa: Trump dan 3 Anaknya Tipu Otoritas Rp 3,76 Triliun untuk Perkaya Diri Sendiri

Sebelumnya, Arsip Nasional, dengan bantuan Departemen Kehakiman dan FBI, telah menemukan ratusan catatan kepresidenan dari kediaman Trump di Mar-a-Lago selama setahun terakhir, termasuk lusinan dokumen rahasia.

Perselisihan mengenai status dokumen Mar-a-Lago telah mengakibatkan pertempuran hukum yang sedang berlangsung antara DOJ dan Trump.

Baca juga: Ucapan Belasungkawa Tulus Trump untuk Ratu Elizabeth II

Menyusul keputusan Hakim Aileen Cannon baru-baru ini untuk memperpanjang batas waktu, kasus diperkirakan akan berlanjut hingga 2023.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber The Hill

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.