Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/10/2022, 07:45 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Barat mengatur ledakan yang mengakibatkan beberapa kebocoran gas pada pipa gas Nord Stream dari Rusia ke Eropa.

"Sanksi tidak cukup untuk Barat. Mereka telah beralih ke sabotase. Tidak dapat dipercaya, tetapi itu adalah fakta!" kata dia dalam pidato yang disiarkan televisi pada upacara akbar di Kremlin untuk mencaplok empat wilayah Ukraina yang diduduki Rusia pada Jumat (30/9/2022).

Putin mengatakan dengan mengatur ledakan di pipa gas internasional Nord Stream yang membentang di sepanjang dasar Laut Baltik, Barat sebenarnya mulai menghancurkan infrastruktur energi Eropa.

Baca juga: Putin Tandatangani Perjanjian Caplok Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia dari Ukraina

"Jelas (dampaknya akan dirasakan) bagi semua orang yang mendapat manfaat dari ini," tambah Putin, tanpa memberikan rincian lebih lanjut, sebagaimana dikutip dari Kantor berita AFP.

Namun, Kepala Dewan Keamanan Rusia, Nikolai Patrushev, mengatakan kepada TV pemerintah bahwa Rusia tidak memiliki data tentang dugaan keterlibatan dinas rahasia Barat dalam ledakan Nord Stream.

Penyebab pipa gas Nord Stream bocor belum diketahui secara pasti.

Hanya, berdasarkan laporan yang ada, kebocoran pipa Nord Stream didahului oleh adanya dua ledakan, terjadi di jalur pipa Nord Stream 1 dan 2 pada Senin (26/9/2022).

Baca juga:

Rusia dan Amerika Serikat (AS) sama-sama membantah terlibat dalam insiden itu.

Jalur pipa Nord Stream 1 dan 2 sendiri telah diselimuti ketegangan politik sejak Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Rusia memotong pasokan gas ke Eropa dalam dugaan pembalasan terhadap sanksi Barat. Pipa-pipa tersebut masih mengandung gas meskipun tidak beroperasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com