Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/09/2022, 20:28 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

MOSKWA, KOMPAS.com - Pemerintah Rusia mengatakan pada Selasa (27/9/2022) tak akan meminta ekstradisi warganya yang bepergian ke luar negeri untuk menghindari panggilan  berperang di Ukraina.

Seperti diketahui, ribuan pria warga Rusia usia militer telah menyeberang ke negara-negara tetangga.

"Kementerian Pertahanan Rusia belum mengirim permintaan apa pun kepada pihak berwenang Kazakhstan, Georgia, atau negara lain mana pun atas dugaan pemulangan paksa warga Rusia ke tanah Rusia, dan tidak berencana untuk melakukannya," kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.

Baca juga: Putin Ungkap Fokus Terbaru Rusia di Ukraina

Negara-negara tetangga Rusia telah melihat banyak warga Rusia tiba secara massal sejak mobilisasi parsial itu diumumkan oleh Presiden Vladimir Putin pada Rabu (21/9/2022).

Mereka rela mengantre berjam-jam di penyeberangan perbatasan.

Pada hari ini, negara Asia Tengah Kazakhstan mengatakan sekitar 98.000 orang Rusia telah memasuki negara itu sejak Rabu (26/9/2022).

Presiden Kazakhtan Kassym-Jomart Tokayev berjanji untuk melindungi keselamatan dan kesejahteraan warga Rusia yang melarikan diri dari "situasi tanpa harapan".

Banyak warga Rusia juga telah menuju ke negara tetangga Laut Hitam Georgia.

Pemerintah Georgia melihat jumlah warga Rusia yang tiba setiap hari belakangan ini hampir dua kali lipat lebih banyak sejak mobilisasi parsial diumumkan

Pada Selasa ini, Kementerian Dalam Negeri lokal di wilayah Rusia yang berbatasan dengan Georgia mengatakan situasi di perbatasan "sangat tegang".

Baca juga:

Kementerian menambahkan bahwa kantor mobilisasi mobile akan didirikan di perbatasan dalam "waktu dekat".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP

Terkini Lainnya

Ramai Wacana Barat Akan Kirim Pasukan Darat ke Ukraina, Benarkah?

Ramai Wacana Barat Akan Kirim Pasukan Darat ke Ukraina, Benarkah?

Global
Pengantin Baru Pergi ke Kebun Binatang, Suami Alami Serangan Jantung, Istri lalu Bunuh Diri

Pengantin Baru Pergi ke Kebun Binatang, Suami Alami Serangan Jantung, Istri lalu Bunuh Diri

Global
Kontroversi Hak Veto 5 Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB

Kontroversi Hak Veto 5 Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB

Internasional
Perburuan Liar Meningkat, Hampir 500 Badak Terbunuh di Afrika Selatan

Perburuan Liar Meningkat, Hampir 500 Badak Terbunuh di Afrika Selatan

Global
Mengintip Persenjataan Kelompok Hezbollah Melawan Israel

Mengintip Persenjataan Kelompok Hezbollah Melawan Israel

Internasional
Buaya Kebun Binatang Ini Telan Banyak Koin Lemparan Pengunjung, Kondisinya Mengenaskan

Buaya Kebun Binatang Ini Telan Banyak Koin Lemparan Pengunjung, Kondisinya Mengenaskan

Global
Saat Tikus Ditemukan di Pesawat SriLankan Airlines...

Saat Tikus Ditemukan di Pesawat SriLankan Airlines...

Global
Rangkuman Hari Ke-733 Serangan Rusia ke Ukraina: Tentara Ukraina Mundur dari Avdiivka | Drone Tewaskan 3 Orang

Rangkuman Hari Ke-733 Serangan Rusia ke Ukraina: Tentara Ukraina Mundur dari Avdiivka | Drone Tewaskan 3 Orang

Global
Viral Ibu Mertua Memaksa Menyusui Cucunya, Padahal Sudah Berusia 60 Tahun

Viral Ibu Mertua Memaksa Menyusui Cucunya, Padahal Sudah Berusia 60 Tahun

Global
Misteri Kapal Hilang 120 Tahun di Australia Terpecahkan

Misteri Kapal Hilang 120 Tahun di Australia Terpecahkan

Global
Biden Sebut Israel Setuju Hentikan Serangan ke Gaza Selama Ramadhan

Biden Sebut Israel Setuju Hentikan Serangan ke Gaza Selama Ramadhan

Global
Bangkok Ternyata Punya Nama Resmi Terpanjang di Dunia

Bangkok Ternyata Punya Nama Resmi Terpanjang di Dunia

Global
Wanita Lansia Tewas Setelah Sempat Terjatuh dari Bungee Jumping

Wanita Lansia Tewas Setelah Sempat Terjatuh dari Bungee Jumping

Global
Turis Australia yang Hilang di Zimbabwe Selama Seminggu Belum Ditemukan

Turis Australia yang Hilang di Zimbabwe Selama Seminggu Belum Ditemukan

Global
Kronologi Tewasnya Aaron Bushnell, Prajurit AS yang Bakar Diri Sambil Berteriak 'Bebaskan Palestina'

Kronologi Tewasnya Aaron Bushnell, Prajurit AS yang Bakar Diri Sambil Berteriak "Bebaskan Palestina"

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com