Kompas.com - 27/09/2022, 12:30 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com - Kerusuhan di Iran yang dipicu kematian Mahsa Amini setelah ditangkap polisi moral membuat negara itu mendapat kecaman barat.

Tindakan keras aparat, yang ditambah pembatasan internet, termasuk pemblokiran di Instagram dan WhatsApp, membuat kerusuhan semakin tak terkendali.

Video baru yang dibagikan secara luas di media sosial menunjukkan protes Minggu (25/9/2022) malam terjadi di Teheran dan kota-kota termasuk Yazd, Isfahan dan Bushehr di Teluk Persia.

Baca juga: Lebih dari 75 Orang Dilaporkan Tewas dalam Kerusuhan Iran, 1.200 Ditangkap

Dilansir RTL, laporan mengatakan bahwa mahasiswa di Universitas Teheran dan Al-Zahra dan Institut Sharif telah mogok dan mendesak para profesor untuk bergabung dengan mereka.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell pada hari Minggu pun mengecam Iran karena "penggunaan kekuatan yang meluas dan tidak proporsional terhadap pemrotes tanpa kekerasan".

Dia mengatakan UE akan "terus mempertimbangkan semua opsi yang ada ... untuk menguak pembunuhan Mahsa Amini".

Baca juga: UPDATE Demo Iran Kematian Mahsa Amini, 76 Orang Tewas

Ini jadi tanggapan negara Eropa terhadap kekerasan saat protes di Iran, negara yang sudah berada di bawah sanksi hukuman atas program nuklirnya.

Teheran, pada bagiannya, hari Minggu mengatakan telah memanggil duta besar Inggris untuk memprotes apa yang disebutnya "undangan kerusuhan" oleh media berbahasa Farsi yang berbasis di London.

Mereka juga memanggil utusan Norwegia atas "komentar tidak konstruktif" pembicara parlemen tentang protes tersebut.

Baca juga: Elon Musk Aktifkan Starlink di Iran, Setelah Demo Kematian Mahsa Amini

Amerika Serikat tak mau kalah. Pekan lalu AS memberlakukan sanksi terhadap polisi moral.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pun mengatakan pada hari Senin (26/9/2022) bahwa negaranya sendiri akan mengikuti langkah AS sebagai bagian dari paket sanksi "pada lusinan individu dan entitas".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber RTL

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Australia Tawarkan Hadiah Rp10,5 Miliar bagi Pemberi Informasi Pengeboman Konsulat Israel

Australia Tawarkan Hadiah Rp10,5 Miliar bagi Pemberi Informasi Pengeboman Konsulat Israel

Global
Demi Keluarga, Pekerja Ini Rela Santap Nasi Garam, Makan Malam Hanya Timun

Demi Keluarga, Pekerja Ini Rela Santap Nasi Garam, Makan Malam Hanya Timun

Global
Beijing Diguncang Isu Pencabutan Kebijakan Nol Covid-19

Beijing Diguncang Isu Pencabutan Kebijakan Nol Covid-19

Global
Paket Berdarah Isi Bola Mata Hewan Teror Kantor-kantor Kedubes Ukraina di Eropa

Paket Berdarah Isi Bola Mata Hewan Teror Kantor-kantor Kedubes Ukraina di Eropa

Global
Masjid di Nigeria Diserang Kelompok Bersenjata, 19 Jemaah Diculik

Masjid di Nigeria Diserang Kelompok Bersenjata, 19 Jemaah Diculik

Global
Tanah Longsor Timpa Bus di Kolombia, 3 Orang Tewas, 20 Lainnya Masih Terjebak

Tanah Longsor Timpa Bus di Kolombia, 3 Orang Tewas, 20 Lainnya Masih Terjebak

Global
Harga Minyak Rusia Dibatasi UE, Moskwa Balas Ogah Ekspor

Harga Minyak Rusia Dibatasi UE, Moskwa Balas Ogah Ekspor

Global
Demo Iran Belum Padam, Serukan Mogok 3 Hari dalam Sepekan

Demo Iran Belum Padam, Serukan Mogok 3 Hari dalam Sepekan

Global
Rumahnya Dimasuki Penyusup Bersenjata, Raheem Sterling Langsung Pulang ke Inggris

Rumahnya Dimasuki Penyusup Bersenjata, Raheem Sterling Langsung Pulang ke Inggris

Global
Banjir Sapu Ritual Keagamaan di Sungai Afrika Selatan, 9 Tewas

Banjir Sapu Ritual Keagamaan di Sungai Afrika Selatan, 9 Tewas

Global
Media Pemerintah Iran Bantah Polisi Moral Dibubarkan

Media Pemerintah Iran Bantah Polisi Moral Dibubarkan

Global
Rangkuman Hari Ke-284 Serangan Rusia ke Ukraina: Tempo Pertempuran Diprediksi Melambat, Kota Bakhmut Akan Dikepung

Rangkuman Hari Ke-284 Serangan Rusia ke Ukraina: Tempo Pertempuran Diprediksi Melambat, Kota Bakhmut Akan Dikepung

Global
Xi Jinping, Resesi, dan Demokrasi

Xi Jinping, Resesi, dan Demokrasi

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Penumpang Gelap Bertahan 11 Hari di Daun Kemudi Kapal | Mantan Presiden China Jiang Zemin Meninggal Dunia

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Penumpang Gelap Bertahan 11 Hari di Daun Kemudi Kapal | Mantan Presiden China Jiang Zemin Meninggal Dunia

Global
Iran Disebut Sedang Tinjau Ulang UU Wajib Jilbab

Iran Disebut Sedang Tinjau Ulang UU Wajib Jilbab

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.