Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Pelatih Sepak Bola Profesional Kini Jadi Penjual Nasi Bungkus di Kampus

Kompas.com - 25/09/2022, 09:00 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com – Kisah pelatih sepak bola kini banting setir menjadi penjual nasi bungkus di kampus datang dari “Negeri Jiran”.

Nama pelatih sepak bola itu adalah Oluwashola Yaya Olukosi.

Yaya Olukosi mungkin bukan nama yang familiar bagi banyak mahasiswa Universitas Malaya di Malaysia.

Baca juga: Penjual Nasi Goreng Laporkan Pembeli ke Polisi karena Protes Harga

Namun, jika menyebut “Brother Yaya”, banyak mahasiswa mungkin langsung mengetahuinya sebagai penjual Nasi Lemak yang menjajakan dagangannya di Kompleks Perdanasiswa, Universitas Malaya.

Melalui Facebook, Universitas Malaya membagikan kisah perjalanan luar biasa Oluwashola Yaya Olukosi dari pelatih sepak bola menjadi penjual Nasi Lemak Tanglin yang sukses pada Jumat (23/9/2022).

Dalam Bahasa Malaysia yang fasih, pria Nigeria itu menceritakan kisah hidupnya memulai usaha di Malaysia.

“Saya bangun setiap hari jam 4 pagi untuk mengambil nasi lemak dan bumbunya di Kompleks Tangling di Kuala Lumpur, sebelum berangkat ke Universitas Malaya sekitar jam 7 pagi,” ucap dia dalam posting Facebook Universitas Malaysia.

“Saya telah menjual nasi lemak selama 8 tahun terakhir, dan telah tinggal di sini di Malaysia sejak 2010,” jelas Yaya Olukosi sebagaimana dikutip dari World of Buzz.

Yaya mengaku telah memegang Lisensi UEFA B yang berarti dia dapat menjadi pelatih kepala tim sepak bola amatir tim U-16 dan menjadi asisten pelatih di klub sepak bola profesional mana pun.

Baca juga: Kisah Pria India Hasilkan 300 Varietas Mangga dari Pohon Berusia 120 Tahun

Dia bahkan mengaku pernah pelatih tim U-12 dan U-13 Wolverhampton Wanderers ketika masih di Inggris.

Dalam wawancaranya, Yaya mengungkapkan bahwa tutor Inggrisnya yang menyarankan dia untuk pergi ke Asia Tenggara.

“Ketika saya mengumpulkan lebih banyak informasi tentang di mana saya harus tinggal di Asia Tenggara, saya jatuh cinta pada dua hal ketika saya tiba di Malaysia, yakni Gua Batu dan KLCC. Itu sebabnya saya tinggal di Batu Caves sejak itu," tutur Yaya Olukosi.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketika ditanya mengapa dia memilih untuk menjual nasi lemak sebagai sumber pendapatan utamanya, Yaya berkata, “Bagi saya ini bukan hanya kesempatan untuk mendekati tempat di mana makanan favorit saya dibuat, ini adalah kesempatan bagi saya untuk mempelajari semua yang saya bisa tentang orang Malaysia dan kecintaan mereka pada makanan".

Dia berencana untuk membawa hidangan Nasi Lemak ke negara suatu hari nanti.

Baca juga: Punya Gaji Rp 22,9 Juta, Gadis Ini Pilih Batasi Pengeluaran Makan Rp 97.000 Per Bulan, Ini Hasilnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Olaf Scholz: Putin Tak Pernah Ancam Saya atau Jerman

Olaf Scholz: Putin Tak Pernah Ancam Saya atau Jerman

Global
Dalam Misa Terbuka, Paus Fransiskus Desak Diakhirinya Kebencian Etnis di Sudan Selatan

Dalam Misa Terbuka, Paus Fransiskus Desak Diakhirinya Kebencian Etnis di Sudan Selatan

Global
49 Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Hunan China, 16 Orang Tewas, 66 Terluka

49 Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Hunan China, 16 Orang Tewas, 66 Terluka

Global
Bunuh Bayi Orang Utan Setelah Induknya Mati, Kebun Binatang Basel Tuai Kecaman Luas

Bunuh Bayi Orang Utan Setelah Induknya Mati, Kebun Binatang Basel Tuai Kecaman Luas

Global
Warung Makan Mi Ini Cari Pembeli yang Keliru Bayar Rp5,13 Juta untuk Makanan Rp51.300 Lewat QR Code

Warung Makan Mi Ini Cari Pembeli yang Keliru Bayar Rp5,13 Juta untuk Makanan Rp51.300 Lewat QR Code

Global
Mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf Meninggal di Dubai

Mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf Meninggal di Dubai

Global
Kisah Srividya K, Ibu Muda di India yang Pecahkan Rekor Sumbang ASI 105 Liter

Kisah Srividya K, Ibu Muda di India yang Pecahkan Rekor Sumbang ASI 105 Liter

Global
Titik Cerah Misteri Hilangnya Hewan di Kebun Binatang Dallas

Titik Cerah Misteri Hilangnya Hewan di Kebun Binatang Dallas

Global
Zelensky Cabut Kewarganegaraan Sejumlah Mantan Politisi Ukraina

Zelensky Cabut Kewarganegaraan Sejumlah Mantan Politisi Ukraina

Global
Pakistan Blokir Wikipedia, Anggap Muat Konten yang Menghujat

Pakistan Blokir Wikipedia, Anggap Muat Konten yang Menghujat

Global
China Catat 3.278 Kematian Baru Terkait Covid-19

China Catat 3.278 Kematian Baru Terkait Covid-19

Global
Huru-hara Balon Terbang, AS dan China Kembali Geger

Huru-hara Balon Terbang, AS dan China Kembali Geger

Global
China Kecam AS Tembak Jatuh Balon, Sebut Reaksi Berlebihan

China Kecam AS Tembak Jatuh Balon, Sebut Reaksi Berlebihan

Global
Rangkuman Hari Ke-346 Serangan Rusia ke Ukraina: Paket Bantuan 2,2 Miliar Dollar AS, Sumpah Zelensky Lindungi Bakhmut

Rangkuman Hari Ke-346 Serangan Rusia ke Ukraina: Paket Bantuan 2,2 Miliar Dollar AS, Sumpah Zelensky Lindungi Bakhmut

Global
Alasan Ukraina Tak Gunakan Senjata dari Barat untuk Serang Wilayah Rusia

Alasan Ukraina Tak Gunakan Senjata dari Barat untuk Serang Wilayah Rusia

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+