Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perdana Menteri Kanada Ungkap Alasan Memilih Tetap Menjadi Persemakmuran Inggris

Kompas.com - 20/09/2022, 20:04 WIB
Bernadette Aderi Puspaningrum

Penulis

Sumber BBC

LONDON, KOMPAS.com - Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau mengatakan dia tidak melihat kemungkinan Kanada memutuskan hubungan dengan Kerajaan Inggris dalam waktu dekat.

Kerumitan pindah dari monarki konstitusional bukanlah apa yang "terlalu dipikirkan orang Kanada saat ini", katanya kepada BBC.

Dia mengatakan dia menghargai "kemantapan" dari sistem saat ini.

Baca juga: Jumlah Orang yang Saksikan Peti Mati Ratu Elizabeth II di Westminster Hall Diungkap

Pernyataan dan dukungan Trudeau untuk monarki datang ketika beberapa orang memperdebatkan masa depan persemakmuran Inggris setelah kematian Ratu Elizabeth II.

"Ada keseimbangan yang bagus untuk sistem yang kami miliki, yang saya pikir akan terus melayani warga Kanada dengan sangat baik," kata Trudeau kepada program Today BBC dilansir pada Senin (19/9/2022).

Di Kanada, raja - sekarang Raja Charles III - adalah kepala negara. Monarki memainkan peran simbolis terutama, sementara kekuasaan untuk memerintah dipercayakan kepada pemerintah Kanada.

Mengubah sistem saat ini akan membutuhkan persetujuan dari House of Commons dan Senat di parlemen, serta persetujuan bulat dari 10 provinsi.

Baca juga: Ini Isi Catatan Tangan Raja Charles III di Peti Mati Ratu Elizabeth II

Pada kesempatan yang sama Trudeau juga mengenang saat pertama kali bertemu Ratu Elizabeth saat masih kecil, ketika ayahnya, Pierre Elliott Trudeau, menjadi perdana menteri.

"Saya berusia tujuh tahun dan saya harus buru-buru kembali dari sekolah untuk bertemu dengannya," katanya kepada BBC, mengingat bagaimana dia harus menjaga sepatunya mengkilap untuk acara tersebut.

"Tentu saja saya membuat mereka semua berlumpur, jadi saya ingat sebelum berlari pulang harus pergi ke kamar kecil sekolah dengan seorang teman saya, membersihkan sepatu saya sehingga saya bisa memiliki sepatu yang bersih untuk bertemu dengan Ratu," katanya.

Menurutnya, itu adalah momen penting, bahkan di kantor pemerintahan perdana menteri yang sudah melihat banyak pemimpin dunia berjalan melewati pintunya.

"Saya hanya ingat melihat ke arahnya (Ratu Elizabeth II) saat itu dan melihatnya begitu cantik dan bijaksana dan ramah dengan saya bahkan pada saat itu," kata Trudeau.

Baca juga: Raja Charles III Naik Tahkta, Negara Persemakmuran Mana Saja yang Ingin Memisahkan Diri?

Baca juga: Kenapa Indonesia Tidak Masuk Negara Persemakmuran meski Pernah Dijajah Inggris?

Baca juga: Daftar Negara-negara Persemakmuran

Trudeau saat ini menghadapi kontroversi setelah sebuah video merekamnya menyanyikan sebuah lagu oleh band rock Inggris Queen, di sebuah hotel di London selama akhir pekan.

Klip video pendek, yang mulai beredar di media sosial Minggu (18/9/2022) malam, menunjukkan perdana menteri menyanyikan Bohemian Rhapsody saat musisi Quebec Gregory Charles memainkan piano.

Kantor Trudeau pada Senin (19/9/2022) mengonfirmasi keaslian video tersebut, dan mengatakan bahwa video itu direkam di lobi Hotel Corinthia London pada Sabtu (17/9/2022) malam sebagai bagian dari pertemuan kecil dengan anggota delegasi Kanada.

Musisi Charles mengatakan kepada Toronto Star dia memainkan "beberapa lagu Inggris sebagai penghormatan spontan".

Perdana menteri Kanada dan istrinya, Sophie Gregoire-Trudeau, telah berada di London sejak 16 September untuk menghadiri pemakaman Ratu Elizabeth II.

Pasangan itu bepergian bersama delegasi yang mencakup Gubernur Jenderal Mary Simon, mantan perdana menteri, pemimpin adat, dan penerima Ordo Kanada - penghargaan sipil tertinggi kedua di negara itu - termasuk aktris Kanada Sandra Oh dan Musisi Charles.

Baca juga: Corgi Kesayangan Setia Temani Ratu Elizabeth hingga Perjalanan Akhir

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com