Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Korsel Pecahkan Rekor Kelahiran Terendah di Dunia, Hanya 0,81 Anak Per Wanita

Kompas.com - 25/08/2022, 18:02 WIB

SEOUL, KOMPAS.com – Korea Selatan (Korsel) kembali mencatat tingkat kelahiran terendah di dunia.

Pada Rabu (24/8/2022), Pemerintah Korsel merilis bahwa tingkat kelahiran di negara tersebut hanya 0,81 per wanita.

Sebagai perbandingan, tingkat kelahiran di Korsel pada 2018 adalah satu anak per wanita, sebagaimana dilansir BBC.

Baca juga: China Ungkap Dampak Covid-19 bagi Kehidupan Masyarakatnya: Memperburuk Tingkat Kelahiran dan Pernikahan

Sementara itu, rata-rata tingkat kelahiran di negara-negara paling maju di dunia adalah 1,6 anak per wanita.

Untuk menjaga populasi tanpa migrasi, Korsel membutuhkan setidaknya dua anak per wanita.

Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) melaporkan bahwa tingkat kelahiran di dunia telah menurun tajam dalam enam dekade terakhir.

Tren penurunan kelahiran anak sangat menonjol di Korsel, di mana jumlah keluarga pun juga telah berkurang dalam rentang beberapa generasi.

Baca juga: China Genjot Tingkat Kelahiran Warga Pakai Cara Baru

Pada awal 1970-an, wanita di Korsel rata-rata memiliki empat anak.

Populasi yang menurun dapat membuat sebuah negara berada di bawah tekanan besar.

Populasi kaum muda yang menurun juga menyebabkan kekurangan tenaga kerja yang berdampak pada perekonomian.

Baca juga: Di Ambang Krisis Demografi, China Ubah Kebijakan demi Tingkatkan Angka Kelahiran Lagi

Pada 2020, ada kekhawatiran yang meluas di Korsel ketika angka kematian lebih tinggi dibandingkan angka kelahiran.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dalam beberapa tahun terakhir, tekanan ekonomi dan faktor karier telah menjadi pertimbangan utama bagi orang-orang untuk memiliki anak di Korsel.

Untuk 2021, para ahli menyebutkan biaya hidup yang tinggi, lonjakan harga rumah, dan dampak pandemi Covid-19 sebagai faktor yang membuat orang-orang di Korsel enggan memiliki anak.

Baca juga: Paus Fransiskus Ratapi Penurunan Kelahiran di Italia, Sebut Sebagai Tragedi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber BBC
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+