Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/08/2022, 16:29 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

BEIJING, KOMPAS.com - Kekeringan yang diperparah oleh rekor gelombang panas dilaporkan telah menyebar di separuh wilayah China dan mencapai Dataran Tinggi Tibet yang biasanya dingin.

China belakangan telah dilanda gelombang panas, banjir bandang, dan kekeringan.

Para ilmuwan memandang fenomena tersebut kini menjadi lebih sering dan intens karena perubahan iklim.Baca juga: Diterjang Gelombang Panas, Beberapa Wilayah Inggris Akan Deklarasikan Kekeringan

Kementerian Pertanian China belum lama ini pun menyampaikan bahwa China Selatan telah mencatat periode suhu tinggi terlama sejak pencatatan dimulai lebih dari 60 tahun yang lalu.

Para ahli mengatakan intensitas, cakupan, dan durasi gelombang panas dapat menjadikannya sebagai salah satu yang terburuk yang tercatat dalam sejarah global.

Sebuah grafik dari Pusat Iklim Nasional China menunjukkan pada Rabu (24/8/2022) bahwa wilayah di China selatan, termasuk Dataran Tinggi Tibet mengalami kondisi kekeringan "parah" hingga "luar biasa".

Daerah yang terkena dampak terburuk adalah lembah sungai Yangtze, membentang dari pesisir Shanghai ke provinsi Sichuan di barat daya China.

Itu adalah rumah bagi lebih dari 370 juta orang dan berisi beberapa pusat manufaktur termasuk kota besar Chongqing.

Administrasi Meteorologi China memperkirakan suhu tinggi terus berlanjut hingga 40 derajat Celcius (104 derajat Fahrenheit) di Chongqing dan provinsi Sichuan dan Zhejiang pada Kamis (25/8/2022) ini.

Baca juga: Gelombang Panas di Xinjiang Berisiko Timbulkan Banjir dan Rusak Pertanian

Tapi, beberapa daerah terbebas dari gelombang panas. Meski begitu, bagian barat daya Sichuan diguyur hujan lebat semalam, menyebabkan evakuasi hampir 30.000 orang, menurut laporan penyiar CCTV.

Sementara, di tenggara, Topan Ma-on mendarat di pesisir provinsi Guangdong dan Hong Kong pada Kamis pagi.

"Suhu tinggi pada dasarnya telah berkurang di wilayah China selatan, Jiangxi, dan Anhui. Tetapi suhu tinggi akan berlanjut selama tiga hari ke depan di wilayah-wilayah termasuk lembah Sichuan dan provinsi-provinsi di sekitar Shanghai,” kata administrasi meteorologi China.

Ancaman besar

Dewan Negara China pada Rabu mengumumkan subsidi 10 miliar yuan (sekitar 1,45 miliar dollar AS) untuk mendukung petani padi yang mengalami kondisi kekeringan.

Mereka telah diperingatkan pihak berwenang bahwa kekeringan bisa menimbulkan "ancaman parah" bagi panen musim gugur pada tahun ini.

China selama ini dapat memproduksi lebih dari 95 persen beras, gandum, dan jagung untuk kebutuhan dalam negeri. Pengurangan panen bisa berarti peningkatan permintaan impor di negara berpenduduk terpadat di dunia itu.

Baca juga: WHO: 1.700 Orang Meninggal karena Gelombang Panas di Spanyol dan Portugal

Hal itu pun bisa memberikan tekanan lebih lanjut pada pasokan pangan global yang sudah sulit akibat konflik di Ukraina.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Sumber AFP

Terkini Lainnya

Dua Tahun Invasi Rusia ke Ukraina: Bagaimana Dampak Sanksi Ekonomi?

Dua Tahun Invasi Rusia ke Ukraina: Bagaimana Dampak Sanksi Ekonomi?

Internasional
Ini Aturan Dasar Perang dalam Hukum Internasional

Ini Aturan Dasar Perang dalam Hukum Internasional

Global
Pilpres AS 2024: Nikki Haley Menang 'Primary' Washington DC, Rentetan Kemenangan Trump Terhenti

Pilpres AS 2024: Nikki Haley Menang "Primary" Washington DC, Rentetan Kemenangan Trump Terhenti

Global
Menengok Perjalanan Hubungan Bilateral AS-Israel sejak 1948

Menengok Perjalanan Hubungan Bilateral AS-Israel sejak 1948

Internasional
Jerman Tuduh Putin Coba Memecah-Belah dengan Bocorkan Percakapan Rahasia

Jerman Tuduh Putin Coba Memecah-Belah dengan Bocorkan Percakapan Rahasia

Global
Wapres AS Kamala Harris Tuntut Hamas Setujui Gencatan Senjata 6 Minggu dengan Israel

Wapres AS Kamala Harris Tuntut Hamas Setujui Gencatan Senjata 6 Minggu dengan Israel

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Percakapan Jerman-Ukraina Bocor | AS Jatuhkan Bantuan di Gaza

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Percakapan Jerman-Ukraina Bocor | AS Jatuhkan Bantuan di Gaza

Global
Rusia Hancurkan Semua 38 Drone Ukraina yang Serang Crimea

Rusia Hancurkan Semua 38 Drone Ukraina yang Serang Crimea

Global
Pilpres AS 2024: Trump Menang Kaukus Missouri, Sapu Bersih Konvensi Michigan

Pilpres AS 2024: Trump Menang Kaukus Missouri, Sapu Bersih Konvensi Michigan

Global
Dubes AS di Singapura Berperilaku Buruk, Ancam Staf dan Langgar Kebijakan

Dubes AS di Singapura Berperilaku Buruk, Ancam Staf dan Langgar Kebijakan

Global
Rusia Terus Serang Ukraina Timur, 5 Orang Luka-luka

Rusia Terus Serang Ukraina Timur, 5 Orang Luka-luka

Global
Ikut Misi Riset Rusia, Gerry Utama Jadi Ilmuwan Termuda Indonesia ke Antarktika

Ikut Misi Riset Rusia, Gerry Utama Jadi Ilmuwan Termuda Indonesia ke Antarktika

Global
Drone Rusia Serang Kota Pelabuhan Odessa di Ukraina, 2 Bayi Tewas

Drone Rusia Serang Kota Pelabuhan Odessa di Ukraina, 2 Bayi Tewas

Global
Sakit Saat Liburan di Malaysia, Raja Harald V Pulang ke Norwegia

Sakit Saat Liburan di Malaysia, Raja Harald V Pulang ke Norwegia

Global
Viral Pria Menari di Jalanan Setelah Resign dari Kerja Kantoran

Viral Pria Menari di Jalanan Setelah Resign dari Kerja Kantoran

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com