Rangkuman Hari ke-176 Serangan Rusia ke Ukraina, Pasukan Ukraina Gempur Habis-habisan Wilayah Selatan, Teknisi PLTN Zaporizhia Kena Tembak

Kompas.com - 19/08/2022, 06:00 WIB

KOMPAS.com - Perang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-176. Perkembangan utama yang terjadi di Ukraina masih berupa serangan dan balasan.

Dilansir Al Jazeera, berikut rangkuman selengkapnya serangan Rusia ke Ukraina. Darah menyebar di mana-mana. Teror memporak-poranda nyawa. Perang harus berakhir.

Situasi Perang

- Serangan Rusia di daerah pemukiman Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, pada Rabu (17/8/2022) malam menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai 16 orang, kata Layanan Darurat Ukraina.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Inspeksi Mendesak di PLTN Zaporizhzhia | Putin Telepon Jokowi

- Pasukan Ukraina serang 29 area pendudukan Rusia di selatan negara itu dan menghancurkan artileri, kendaraan lapis baja dan depot pasokan militer, kata distrik selatan Komando Operasional Angkatan Bersenjata Ukraina.

- Teknisi Ukraina di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhia yang dikuasai Rusia, terkena tembakan di bawah laras senjata Rusia. Meski menghadapi tekanan besar, mereka tetap bertahan, memastikan tidak ada bencana seperti Chernobyl.

Diplomasi

- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan bertemu Presiden Ukraina Zelensky di Lviv, Ukraina barat pada Kamis (18/8/2022) untuk membahas situasi di pembangkit listrik tenaga nuklir dan pengiriman gandum Zaporizhia, juga menemukan solusi politik untuk konflik tersebut.

- Tentara China akan melakukan perjalanan ke Rusia untuk mengambil bagian dalam latihan militer gabungan yang akan dimulai pada akhir Agustus, kata kementerian pertahanan Beijing.

Baca juga: Zelensky Desak PBB Pastikan Keamanan PLTN Zaporizhzhia

- Kepala pasukan proxy Rusia di wilayah Donetsk di Ukraina timur Denis Pushilin menyerukan kerja sama dengan Korea Utara. Pyongyang juga sedang mempertimbangkan untuk mengirim pekerja untuk proyek restorasi di wilayah yang diduduki Rusia di Ukraina.

Ekonomi

- Tiga kapal lagi yang sarat dengan ekspor meninggalkan pelabuhan Laut Hitam Ukraina pada hari Rabu. Pusat Koordinasi Gabungan (JCC) mengatakan kapal membawa 8.000 ton jagung, 7.250 ton minyak bunga matahari, dan telah meninggalkan pelabuhan Odesa menuju Turki.

- Rusia memperkirakan harga rata-rata gas ekspornya akan meningkat dua kali lipat pada tahun ini menjadi 730 dollar AS per 1.000 meter kubik, sebelum secara bertahap turun hingga akhir 2025 seiring penurunan ekspor gas pipa.

Baca juga: Dilarang Ikut Pertemuan, Junta Myanmar Kritik ASEAN

- Perusahaan tenaga nuklir negara bagian Ukraina Energoatom mengatakan hacker yang berbasis di Rusia melakukan serangan selama tiga jam di situsnya tetapi tidak menyebabkan masalah yang signifikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Al Jazeera
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.