Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ukraina Terkini: Serangkaian Ledakan Kembali Guncang Pangkalan Rusia di Crimea

Kompas.com - 16/08/2022, 17:57 WIB
Bernadette Aderi Puspaningrum

Penulis

Sumber BBC

KYIV, KOMPAS.com - Serangkaian ledakan kembali mengguncang pangkalan militer di Crimea yang diduduki Rusia dan dilaporkan menyebabkan sedikitnya dua orang terluka.

Para pejabat Rusia mengatakan kebakaran pada Selasa (16/8/3033) memicu ledakan di tempat pembuangan senjata di daerah Dzhankoi di Crimea utara. Api juga terlihat di gardu listrik.

Apa yang menyebabkan ledakan itu tidak jelas. Tetapi minggu lalu, pesawat tempur Rusia dihancurkan dalam serangan Ukraina di pantai Crimea.

Baca juga: Warga Taipei ke China: Tak Akan Mudah Rebut Taiwan, Lihat Rusia di Ukraina

Penasihat kantor kepresidenan Ukraina Mykhailo Podolyak menggambarkan insiden itu sebagai "aksi demiliterisasi", yang menunjukkan bahwa ledakan tersebut bukan kecelakaan.

Seorang pemimpin Tatar Crimea Refat Chubarov, juga menggambarkan ledakan itu sebagai "tembakan" yang bisa terdengar "jauh di seberang padang rumput".

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan kebakaran terbaru terjadi di tempat penyimpanan amunisi sementara di dekat desa Maiske (atau Mayskoye dalam bahasa Rusia), sekitar pukul 06.15 waktu Moskwa (10.15 WIB) pada Selasa (16/8/2022) dan penyebabnya sedang diselidiki.

Layanan kereta api juga terganggu karena rusaknya rel.

Kementerian Rusia mengatakan tidak ada korban "serius", tetapi kepala daerah yang ditunjuk Rusia Sergei Aksyonov, mengunjungi lokasi itu dan mengatakan 2.000 orang telah dipindahkan dari desa terdekat dan dua orang terluka.

"Satu orang mengalami luka pecahan peluru, dan satu lagi tertimpa tembok. Untungnya nyawa mereka tidak dalam bahaya," katanya sebagaimana dilansir dari BBC pada Selasa (16/8/2022).

Baca juga: Rangkuman Hari Ke-173 Serangan Rusia ke Ukraina: PLTN Zaporizhzhia Terancam, Kapal Sewaan PBB Berangkat

Crimea direbut dari Ukraina dan kemudian dianeksasi oleh Rusia pada awal 2014.

Ketika pasukan Rusia selanjutnya melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari 2022, lokasi itu digunakan sebagai pangkalan Rusia di semenanjung, untuk merebut sebagian besar wilayah selatan Ukraina.

Pendudukan Rusia telah membentang di dua wilayah selatan khususnya, Kherson dan Zaporizhzhia. Ukraina berjanji melancarkan serangan balasan untuk merebut kembali daerah-daerah di bawah kendali Rusia.

Setelah pangkalan udara Rusia di Saky diserang Selasa lalu, citra satelit mengungkapkan kerusakan signifikan, dengan setidaknya delapan pesawat tempur hancur.

Rusia mengatakan bahwa insiden itu juga tidak disengaja, yang memunculkan sedikit keraguan bahwa pangkalan itu diserang oleh Ukraina melihat sifat kehancuran yang tepat.

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan ledakan itu "secara signifikan menurunkan" kemampuan penerbangan armada Laut Hitam Rusia.

Baca juga: Putin Diyakini Sadar Bikin Kesalahan Rusia Serang Ukraina, tapi Tak Akan Mengakuinya

Halaman:
Sumber BBC
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com