Kompas.com - 15/08/2022, 11:37 WIB

SCHWEDT, KOMPAS.com - Racun masih termasuk dugaan penyebab ribuan ikan mati massal di Sungai Oder yang melintasi Jerman dan Polandia.

Namun, sejauh ini belum ada bukti zat beracun adalah faktor di balik fenomena misterius tersebut, kata Menteri Lingkungan Polandia Anna Moskwa pada Minggu (14/8/2022).

Ribuan ikan mati ditemukan sejak akhir Juli 2022 di Sungai Oder. Kedua negara yakin zat beracun adalah penyebabnya, tetapi belum mengidentifikasi apa itu.

Baca juga: Ribuan Ikan Mati Muncul di Sungai Jerman-Polandia, Penyebabnya Masih Misteri

"Hingga hari ini, tidak satu pun dari tes (air) ini yang mengonfirmasi adanya zat beracun," kata Moskwa setelah bertemu dengan Menteri Lingkungan Jerman serta para pejabat Jerman dan Polandia lainnya.

"Pada saat yang sama, kami sedang melakukan tes pada ikan-ikan itu. Kami sudah menyelesaikan tes ikan untuk merkuri dan logam berat. Baik merkuri maupun logam berat tidak ditemukan dalam sampel yang dikumpulkan," tambahnya dikutip dari Reuters, Senin (15/8/2022).

Moskwa melanjutkan, sampel sekarang sedang diuji untuk kandungan pestisida dan sekitar 300 zat lagi akan diperiksa dalam beberapa jam mendatang.

"Kami masih belum bisa mengesampingkan varian zat beracun... jadi kami akan segera mengidentifikasi pelakunya... Kami sedang memeriksa entitas yang menjalankan kegiatan bisnis dan industri di sepanjang sungai," ujar Moskwa.

Pemerintah Jerman dan Polandia mengatakan, kematian massal ikan ini adalah bencana lingkungan besar dan jalur perairan tersebut bisa butuh waktu bertahun-tahun untuk kembali normal.

Baca juga:

Oder selama beberapa tahun terakhir dikenal sebagai sungai yang relatif bersih, dan 40 spesies ikan domestik menghuni jalur air ini.

Tapi sekarang, ikan-ikan tak bernyawa--beberapa berukuran kecil antara 30-40 cm--terlihat di sepanjang sungai. Kadang-kadang, ikan yang masih berjuang hidup terlihat melompat-lompat di air dan terengah-engah.

"Kematian ikan ini tidak biasa," kata Axel Vogel, menteri lingkungan negara bagian Brandenburg.

Kematian ikan sering disebabkan oleh distorsi kadar oksigen saat kadar air terlalu rendah, jelasnya.

"Tetapi hasil tes kami sangat berbeda, yaitu kami telah meningkatkan kadar oksigen di sungai selama beberapa hari, dan itu menunjukkan zat asing yang menyebabkan ini," katanya.

Baca juga: Ikan Air Tawar Terbesar di Dunia Tertangkap di Sungai Mekong, Beratnya 300 Kg

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Shaposhnikov: 10 Persen Sukarelawan Rusia Bertempur karena Hindari Istri Galak

Shaposhnikov: 10 Persen Sukarelawan Rusia Bertempur karena Hindari Istri Galak

Global
Ukraina Terkini: Tak Penuhi Kriteria, Setengah Calon Tentara Cadangan Rusia Dipulangkan, Penanggung Jawab Dipecat

Ukraina Terkini: Tak Penuhi Kriteria, Setengah Calon Tentara Cadangan Rusia Dipulangkan, Penanggung Jawab Dipecat

Global
Tragedi Kanjuruhan: Duka Mengalir dari Manchester hingga Madrid

Tragedi Kanjuruhan: Duka Mengalir dari Manchester hingga Madrid

Global
Soal Tragedi Kanjuruhan, Ini Pendapat Nugroho Setiawan, Satu-satunya Orang Indonesia Pemegang Lisensi FIFA Security Officer

Soal Tragedi Kanjuruhan, Ini Pendapat Nugroho Setiawan, Satu-satunya Orang Indonesia Pemegang Lisensi FIFA Security Officer

Global
Pipa Amonia Meledak di Pabrik India, 55 Pekerja Sesak Napas dan Pingsan

Pipa Amonia Meledak di Pabrik India, 55 Pekerja Sesak Napas dan Pingsan

Global
Staf Donald Trump di Gedung Putih Belum Kembalikan Catatan Kepresidenan Milik Pemerintah

Staf Donald Trump di Gedung Putih Belum Kembalikan Catatan Kepresidenan Milik Pemerintah

Global
Soal Tragedi Kanjuruhan, Malaysia: Kami Siap Beri Bantuan Apa Pun

Soal Tragedi Kanjuruhan, Malaysia: Kami Siap Beri Bantuan Apa Pun

Global
UPDATE Demo Kematian Mahsa Amini di Iran, 92 Orang Tewas

UPDATE Demo Kematian Mahsa Amini di Iran, 92 Orang Tewas

Global
UPDATE Bom Bunuh Diri di Ruang Kelas Afghanistan, 43 Orang Tewas

UPDATE Bom Bunuh Diri di Ruang Kelas Afghanistan, 43 Orang Tewas

Global
Presiden Burkina Faso Mundur Setelah Kudeta

Presiden Burkina Faso Mundur Setelah Kudeta

Global
Klub Sepak Bola Dunia Turut Berduka atas Tragedi Kanjuruhan

Klub Sepak Bola Dunia Turut Berduka atas Tragedi Kanjuruhan

Global
Aksi Spiderman Perancis Panjat Gedung Pencakar Langit dengan Putranya

Aksi Spiderman Perancis Panjat Gedung Pencakar Langit dengan Putranya

Global
Rusia Batasi Akses ke SoundCloud, Alasan Sebarkan Informasi Palsu

Rusia Batasi Akses ke SoundCloud, Alasan Sebarkan Informasi Palsu

Global
Dilanda Wabah Flu Burung Terparah, Inggris Terancam Krisis Ayam Kalkun Jelang Natal

Dilanda Wabah Flu Burung Terparah, Inggris Terancam Krisis Ayam Kalkun Jelang Natal

Global
9 Negara NATO Dukung Ukraina Gabung Aliansi

9 Negara NATO Dukung Ukraina Gabung Aliansi

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.