Kompas.com - 13/08/2022, 20:01 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengakui kampanye berdarah Inggris di Afghanistan berakhir dengan kegagalan, dan mengatakan alasan untuk campur tangan lagi runtuh akibat penarikan pasukan yang kacau tahun lalu.

“Kami pergi ke sana untuk alasan yang tepat dan tinggal selama 20 tahun, kami telah melakukan keamanan, pembangunan ekonomi, pendidikan, tetapi kami gagal," kata Ben Wallace kepada Editor Pertahanan dan Diplomasi Mark Nicol sebagaimana dilansir Daily Mail pada Jumat (12/8/2022).

Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan Inggris dalam kunjungan ke tugu peringatan perang yang didedikasikan untuk ratusan tentara Inggris yang tewas selama operasi 20 tahun di Afghanistan.

Baca juga: Kembali ke Afghanistan, Tentara Berbahaya Ini Dapat Fasilitas Mewah dan Dibiayai Taliban

Wallace juga berbicara tentang ketakutannya bahwa orang tua mereka yang berduka akan merasa bahwa kematian mereka sia-sia.

“Dan sejarah memberi tahu kami ketika Barat meninggalkan negara itu, itu akan kembali seperti semula.”

"Kami meninggalkan orang-orang, menyerahkan negara itu kepada Taliban dan jaringan Haqqani, terutama karena Barat tidak benar-benar ingin tinggal. Dan jika tidak ingin tinggal, mengapa mereka semua pergi ke sana?”

Taliban melancarkan pengambilalihan Afghanistan selama 10 hari pada Agustus tahun lalu, ketika penarikan pasukan barat dari Afghanistan.

Itu dilakukan terlepas dari miliaran dolar yang dihabiskan oleh Amerika Serikat (AS) dan NATO selama hampir dua dekade untuk membangun pasukan keamanan Afghanistan.

Baca juga: Taliban Mengaku Tak Tahu Al Zawahiri Ada di Afghanistan, Ini yang Dikatakan

Pengambilalihan tersebut memuncak pada jatuhnya ibu kota Kabul pada 15 Agustus, ketika presiden Ashraf Ghani melarikan diri ke Abu Dhabi dan mengakui bahwa Taliban telah menang.

Kekacauan terjadi di bandara Kabul ketika orang-orang mencoba melarikan diri, dengan para pengungsi digambarkan berpegangan pada pesawat ketika mereka mencoba lepas landas.

Halaman:
Sumber Daily Mail
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.