Kompas.com - 09/08/2022, 11:30 WIB

KOMPAS.com - Perusahaan teknologi Apple dilaporkan telah meminta pemasok yang berbasis di Taiwan untuk memberi label produknya "Made in China".

Dilansir Guardian, ini dilakukan dalam upaya menghindari gangguan dari inspeksi bea cukai China yang ketat akibat kunjungan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, ke Taipei.

Menurut Nikkei, perusahaan telah meminta produsen di pulau itu untuk memberi label komponen yang menuju daratan China sebagai buatan "China Taipei" atau "Taiwan, China".

Baca juga: Penyanderaan Terjadi di Gerai Apple Amsterdam, Pria Bersenjata Tahan Puluhan Orang

Label diperlukan untuk mematuhi aturan lama yang sebelumnya tidak diberlakukan.

Aturan mengharuskan barang impor untuk menunjukkan bahwa pulau itu adalah bagian dari Republik Rakyat China.

Ungkapan "Made in Taiwan" dapat menyebabkan penundaan, denda, dan bahkan penolakan seluruh pengiriman di bawah aturan.

Tetapi Taiwan sendiri mengharuskan ekspor harus diberi label dengan titik asal, baik nama "Taiwan" atau nama resmi negara itu, "Republik China".

Baca juga: Diizinkan Bermain Apple Watch, Balita Ini Malah Tak Sengaja Telepon 911

Pilihan untuk meminta pemasok untuk menyangkal keberadaan independen Taiwan telah menimbulkan kritik dari seluruh dunia.

GreatFire, yang menentang penyensoran online China, mencatat bahwa langkah tersebut meningkat dari sebelumnya.

Apple sebelumnya menghapus bendera Taiwan dari keyboard emoji untuk pengguna di China dan Hong Kong.

Baca juga: Kelanjutan Polemik Neil Young vs Spotify, Apple Music Ikut Ambil Bagian

Apple mungkin merasa seolah-olah tidak punya banyak pilihan selain memenuhi permintaan China.

Penundaan pengiriman jelas akan merusak, karena perusahaan bergerak ke fase produksi akhir untuk iPhone 14, yang diharapkan akan diumumkan pada bulan depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Guardian
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Pelatih Sepak Bola Profesional Kini Jadi Penjual Nasi Bungkus di Kampus

Kisah Pelatih Sepak Bola Profesional Kini Jadi Penjual Nasi Bungkus di Kampus

Global
Berbicara ke Warga Rusia, Zelensky: Putin Sengaja Kirim Kalian ke Kematian

Berbicara ke Warga Rusia, Zelensky: Putin Sengaja Kirim Kalian ke Kematian

Global
Putin Ancam 10 Tahun Penjara Tentara Rusia jika Tolak Berperang

Putin Ancam 10 Tahun Penjara Tentara Rusia jika Tolak Berperang

Global
Keluh Kesah Menlu Rusia soal Ukraina di Sidang Umum PBB

Keluh Kesah Menlu Rusia soal Ukraina di Sidang Umum PBB

Global
Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Setelah Kapal Induk AS Tiba di Korea Selatan

Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Setelah Kapal Induk AS Tiba di Korea Selatan

Global
Rangkuman Hari Ke-213 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Tahan 726 Demonstran Anti-mobilitasai, 447 Mayat Digali di Kota Izyum

Rangkuman Hari Ke-213 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Tahan 726 Demonstran Anti-mobilitasai, 447 Mayat Digali di Kota Izyum

Global
[UNIK GLOBAL] Gaji Besar TKI Cuma Jaga Kucing | Cerita Ratu Elizabeth II Blusukan

[UNIK GLOBAL] Gaji Besar TKI Cuma Jaga Kucing | Cerita Ratu Elizabeth II Blusukan

Global
Ukraina Turunkan Hubungan Diplomatik dengan Iran, Ini Tanggapan Teheran

Ukraina Turunkan Hubungan Diplomatik dengan Iran, Ini Tanggapan Teheran

Global
Presiden Iran Sebut Demo Harus Ditindak Tegas

Presiden Iran Sebut Demo Harus Ditindak Tegas

Global
PM Malaysia Dukung Palestina Sebagai Negara Merdeka, Yerusalem Ibu Kotanya

PM Malaysia Dukung Palestina Sebagai Negara Merdeka, Yerusalem Ibu Kotanya

Global
Korsel Deteksi Tanda-tanda Uji Coba Rudal Balistik Kapal Selam Korut

Korsel Deteksi Tanda-tanda Uji Coba Rudal Balistik Kapal Selam Korut

Global
Harga Energi Melonjak, Jerman Terancam Krisis Tisu Toilet

Harga Energi Melonjak, Jerman Terancam Krisis Tisu Toilet

Global
Berapa Banyak Hulu Ledak Nuklir yang Dimiliki Rusia?

Berapa Banyak Hulu Ledak Nuklir yang Dimiliki Rusia?

Global
Penjual Nasi Goreng Laporkan Pembeli ke Polisi karena Protes Harga

Penjual Nasi Goreng Laporkan Pembeli ke Polisi karena Protes Harga

Global
Kronologi Demo Kematian Mahsa Amini di Iran, 8 Malam Berturut-turut, 50 Orang Tewas

Kronologi Demo Kematian Mahsa Amini di Iran, 8 Malam Berturut-turut, 50 Orang Tewas

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.