Kompas.com - 07/08/2022, 20:30 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Presiden China Xi Jinping mungkin tidak dapat menghentikan kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan.

Tetapi kata para ahli, ia bisa memerintahkan militer negaranya untuk melatih langkah yang jauh lebih agresif, yakni blokade penting untuk merebut pulau itu dengan paksa.

Dilansir Reuters, para perencana militer China telah lama membahas blokade terhadap Taiwan, tetapi sampai sekarang kemungkinan besar tindakan seperti itu dianggap terlalu provokatif, kata para pakar keamanan.

Baca juga: Seberapa Besar Risiko Perang China-Taiwan?

Tetapi setelah kunjungan Ketua DPR AS Pelosi, militer China untuk pertama kalinya menembakkan rudal di atas Taipei, menerbangkan gelombang drone di atas pulau-pulau lepas pantai Taiwan, berlayar dengan kapal perang melintasi garis tengah Selat Taiwan.

China juga tak ragu mengepung pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu.

"Tindakan pertama ini pada dasarnya mengubah status quo keamanan Taiwan," kata Li Mingjiang, seorang profesor di Sekolah Studi Internasional S Rajaratnam di Singapura.

"Ini memberi militer China basis baru untuk mendorong lebih banyak batasan dalam latihan di masa depan," katanya.

Baca juga: Taiwan Sebut Pesawat dan Kapal China Mulai Simulasikan Serangan

Pertunjukan kemampuan dan tekad datang dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) yang jauh lebih tangguh daripada selama "Krisis Selat Taiwan Ketiga" pada tahun 1996, yakni terakhir kali menembakkan rudal di dekat Taiwan.

Kemampuan untuk menegakkan blokade akan memberi Beijing pengaruh untuk membawa Taiwan ke meja perundingan selama konflik.

Jika Taiwan, tidak mau menderita kematian dan kehancuran skala besar, mereka harus menerima penyatuan tanpa darah.

Xi pun akan mendapatkan hadiah terbesar dalam tujuan jangka panjangnya "peremajaan rakyat China".

Baca juga: Rudal China Terbang di Atas Taiwan Saat Latihan Militer

Meskipun publik Taiwan, yang letih dengan ancaman Beijing selama beberapa dekade, tampak tidak terpengaruh, beberapa pengamat mengatakan para pemimpin militernya mungkin khawatir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Mahsa Amini Adukan Polisi Iran ke Pengadilan

Keluarga Mahsa Amini Adukan Polisi Iran ke Pengadilan

Global
Badai Ian Porakporandakan Florida AS, Terkuat dalam Beberapa Tahun Terakhir

Badai Ian Porakporandakan Florida AS, Terkuat dalam Beberapa Tahun Terakhir

Global
Mengapa Dollar AS Terus Menguat dan Apa Dampaknya?

Mengapa Dollar AS Terus Menguat dan Apa Dampaknya?

Global
Pipa Nord Stream Bocor Munculkan Buih Gelembung Seluas 1 Km di Laut, Eropa Tingkatkan Keamanan

Pipa Nord Stream Bocor Munculkan Buih Gelembung Seluas 1 Km di Laut, Eropa Tingkatkan Keamanan

Global
Nikaragua Minta Dubes Uni Eropa Hengkang, Dinyatakan 'Persona Non Grata'

Nikaragua Minta Dubes Uni Eropa Hengkang, Dinyatakan "Persona Non Grata"

Global
Politikus Jerman Sebut Erdogan Tikus Got, Kemenlu Turkiye Langsung Panggil Dubes

Politikus Jerman Sebut Erdogan Tikus Got, Kemenlu Turkiye Langsung Panggil Dubes

Global
Pria Bersenjata Bunuh 6 Polisi Meksiko di Daerah Perang Kartel Narkoba

Pria Bersenjata Bunuh 6 Polisi Meksiko di Daerah Perang Kartel Narkoba

Global
Rangkuman Hari Ke-217 Serangan Rusia ke Ukraina: Moskwa Segera Aneksasi 4 Wilayah Ukraina, Pertempuran Donetsk Berlanjut

Rangkuman Hari Ke-217 Serangan Rusia ke Ukraina: Moskwa Segera Aneksasi 4 Wilayah Ukraina, Pertempuran Donetsk Berlanjut

Global
[POPULER GLOBAL] Ancaman Bom di Pesawat Singapore Airlines | MbS Jadi PM Arab Saudi

[POPULER GLOBAL] Ancaman Bom di Pesawat Singapore Airlines | MbS Jadi PM Arab Saudi

Global
Aktivis Lingkungan Aceh Farwiza Farhan Masuk Daftar Sosok Inspiratif TIME 2022

Aktivis Lingkungan Aceh Farwiza Farhan Masuk Daftar Sosok Inspiratif TIME 2022

Global
Kedubes China Gelar Resepsi Berdirinya Negara, Menko Luhut Beri Sambutan

Kedubes China Gelar Resepsi Berdirinya Negara, Menko Luhut Beri Sambutan

Global
AS Kondusifkan Hubungan Jepang dan Korea demi Hadapi China

AS Kondusifkan Hubungan Jepang dan Korea demi Hadapi China

Global
Warga Ukraina Kabur dari Referendum Rusia, Desa Tampak Kosong

Warga Ukraina Kabur dari Referendum Rusia, Desa Tampak Kosong

Global
Hasil Referendum Wilayah Ukraina Disebut Cenderung Mengarah ke Aneksasi Rusia

Hasil Referendum Wilayah Ukraina Disebut Cenderung Mengarah ke Aneksasi Rusia

Global
Dapat Ancaman Bom Palsu, Pesawat Singapore Airlines Dikawal Jet Tempur

Dapat Ancaman Bom Palsu, Pesawat Singapore Airlines Dikawal Jet Tempur

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.