Taliban Tanggapi Pembunuhan Pemimpin Al Qaeda di Kabul, Sebut AS Lakukan Pelanggaran

Kompas.com - 02/08/2022, 16:03 WIB

KABUL, KOMPAS.com - Taliban mengecam pembunuhan pemimpin Al Qaeda Ayman Al Zawahiri oleh Amerika Serikat (AS), dalam serangan pesawat tak berawak "presisi" di pusat Ibu Kota Kabul Afghanistan.

Al Zawahiri adalah seorang ahli bedah Mesir yang memiliki peran dalam serangan 11 September 2001 di Menara Kembar WTC AS. Washington menjanjikan hadiah 25 juta dollar AS (Rp 371,3 miliar) untuk kepalanya.

Pembunuhannya merupakan pukulan terbesar bagi kelompok bersenjata itu sejak pendirinya Osama bin Laden terbunuh pada 2011.

Baca juga: Pemimpin Al Qaeda Ayman Al Zawahiri Tewas Dibunuh AS, Dalang Serangan 9/11

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (2/8/2022), Taliban menyebut serangan itu sebagai “pelanggaran yang jelas” terhadap prinsip-prinsip internasional dan Perjanjian Doha.

Ditandatangani oleh Taliban dan AS pada 2020, pakta tersebutlah yang memfasilitasi penarikan pasukan internasional dari Afghanistan.

Dalam pernyataan itu, Kepala Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa serangan ditujukan ke sebuah rumah tinggal di daerah Sherpur di Kabul, sebuah kantong diplomatik di mana banyak pemimpin Taliban tinggal sekarang.

"Tindakan seperti itu merupakan pengulangan dari percobaan yang gagal selama 20 tahun terakhir dan bertentangan dengan kepentingan AS, Afghanistan, dan kawasan," kata Mujahid sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Baca juga: Pemimpin Al Qaeda Ayman Al Zawahiri Tewas Dirudal AS, Biden Ungkap Kronologinya

Serangan pesawat tak berawak itu adalah serangan AS pertama yang diketahui di Afghanistan sejak pasukan dan diplomat AS meninggalkan negara itu setelah Taliban mengambil alih pemerintah pada Agustus 2021.

Langkah itu dapat meningkatkan kredibilitas jaminan Washington, bahwa AS masih dapat mengatasi ancaman dari Afghanistan tanpa kehadiran militer di negara itu.

Kematian Al-Zawahiri juga menimbulkan pertanyaan tentang apakah dia menerima perlindungan dari Taliban setelah pengambilalihan Kabul.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, sementara itu, menuduh Taliban "menampung dan melindungi" pemimpin Al Qaeda di Kabul, hal yang "sangat" melanggar Perjanjian Doha.

“Dalam menghadapi keengganan atau ketidakmampuan Taliban untuk mematuhi komitmen mereka, kami akan terus mendukung rakyat Afghanistan dengan bantuan kemanusiaan yang kuat dan untuk mengadvokasi perlindungan hak asasi mereka, terutama perempuan dan anak perempuan,” kata Blinken dalam sebuah pernyataannya.

 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Al Jazeera
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tokoh-tokoh Pro-perang Rusia Ungkap Rasa Frustasi Usai Ukraina Rebut Kembali Kota Strategis

Tokoh-tokoh Pro-perang Rusia Ungkap Rasa Frustasi Usai Ukraina Rebut Kembali Kota Strategis

Global
Rudal Korea Selatan Gagal Meluncur dan Kebakaran, Warga Panik Mengira Perang Pecah

Rudal Korea Selatan Gagal Meluncur dan Kebakaran, Warga Panik Mengira Perang Pecah

Global
Salju Himalaya India Longsor, 4 Orang Tewas, Puluhan Masih Hilang

Salju Himalaya India Longsor, 4 Orang Tewas, Puluhan Masih Hilang

Global
Pasukan Ukraina Rebut Belasan Permukiman dari Tentara Rusia, Kemajuan Besar dalam Sepekan

Pasukan Ukraina Rebut Belasan Permukiman dari Tentara Rusia, Kemajuan Besar dalam Sepekan

Global
Formula E Disebut Akan Salip F1, Catatkan Kesuksesan di Indonesia

Formula E Disebut Akan Salip F1, Catatkan Kesuksesan di Indonesia

Global
Pesan iPhone 13 Pro Max Rp17,3 Juta via Online, Perempuan Ini Cuma Dapat Wadahnya

Pesan iPhone 13 Pro Max Rp17,3 Juta via Online, Perempuan Ini Cuma Dapat Wadahnya

Global
Berubah Pikiran Lagi, Elon Musk Siap Beli Twitter Sesuai Harga Awal

Berubah Pikiran Lagi, Elon Musk Siap Beli Twitter Sesuai Harga Awal

Global
Dikabarkan Akan Gunakan Nuklir di Ukraina, Ini Jawaban Rusia

Dikabarkan Akan Gunakan Nuklir di Ukraina, Ini Jawaban Rusia

Global
Diduga Rampok Uang Rp 212 Juta di Malaysia, WNI Ditangkap

Diduga Rampok Uang Rp 212 Juta di Malaysia, WNI Ditangkap

Global
Zelensky Klaim Kemajuan di Ukraina Selatan, Puluhan Desa Berhasil Direbut Lagi

Zelensky Klaim Kemajuan di Ukraina Selatan, Puluhan Desa Berhasil Direbut Lagi

Global
Doa Raja Salman dan Putra Mahkota MbS untuk Korban Tragedi Kanjuruhan…

Doa Raja Salman dan Putra Mahkota MbS untuk Korban Tragedi Kanjuruhan…

Global
Korea Selatan dan AS Luncurkan 4 Rudal Setelah Uji Coba Korea Utara

Korea Selatan dan AS Luncurkan 4 Rudal Setelah Uji Coba Korea Utara

Global
Rangkuman Hari Ke-223 Serangan Rusia ke Ukraina: Korut Dukung Pencaplokan Rusia, Inggris Janji Ukraina Capai Kemenangan

Rangkuman Hari Ke-223 Serangan Rusia ke Ukraina: Korut Dukung Pencaplokan Rusia, Inggris Janji Ukraina Capai Kemenangan

Global
[POPULER GLOBAL] Rudal Korut Terbang di Atas Jepang | Nelayan Selamat Berkat Jeriken

[POPULER GLOBAL] Rudal Korut Terbang di Atas Jepang | Nelayan Selamat Berkat Jeriken

Global
Momen Viral 1.000 Drone Membentuk Naga di Angkasa

Momen Viral 1.000 Drone Membentuk Naga di Angkasa

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.