Kompas.com - 30/07/2022, 22:01 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Militer Myanmar dituduh menggunakan pesawat jet Yak-130 buatan Rusia, yang memiliki kemampuan serangan darat, untuk menyerang warga sipil dalam usaha untuk membasmi oposisi terhadap kekuasaannya.

Myanmar Witness, sebuah kelompok yang berbasis di London yang mengumpulkan bukti pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Myanmar, mengatakan mereka memverifikasi penyelidikan dari sumber terbuka terkait beberapa kesempatan, di mana roket terarah dan meriam 23 milimeter digunakan di daerah berpenduduk.

Baca juga: Junta Myanmar Eksekusi Mati Aktivis Demokrasi Tanpa Ampun

“Myanmar Witness memverifikasi pengiriman berulang jet Yak-130 buatan Rusia yang canggih dengan kemampuan serangan darat yang terdokumentasi – di Myanmar,” kata Myanmar Witness dalam laporannya, yang dirilis pada Jumat (29/7/2022) sebagaimana dilansir Al Jazeera.

“Selama penyelidikan ini, laporan dan geolokasi yang kredibel telah mengungkapkan penggunaan jet Yak-130 di dalam wilayah sipil berpenduduk.”

Di antara insiden yang lebih baru, video yang dibagikan di Facebook bulan lalu menunjukkan setidaknya satu Yak-130 melintas dua kali dan meluncurkan beberapa salvo roket terarah ke tanah.

Video kedua menunjukkan setidaknya satu Yak-130 melakukan setidaknya lewat lima kali dan menembakkan sekitar 18 salvo roket terarah.

Serangan itu dikatakan terjadi di selatan kotapraja Myawaddy di negara bagian Karen tenggara. Di sana kelompok etnis bersenjata telah lama berjuang untuk otonomi, serta memberikan pelatihan dan dukungan kepada milisi sipil yang dibentuk untuk melawan kudeta Februari 2021.

Baca juga: Junta Militer Myanmar Eksekusi 4 Aktivis Demokrasi, Pengadilan Digelar Tertutup

Saksi dari Myanmar telam melakukan geolokasi dari kedua video tersebut, dan mengatakan bahwa mereka difilmkan hanya 200 meter dari perbatasan Thailand-Myanmar.

Laporan ini juga memverifikasi sebuah insiden pada Februari 2022, ketika setidaknya satu Yak-130 diidentifikasi mengambil bagian dalam operasi di barat Loikaw, di negara bagian Kayah, juga di perbatasan di timur Thailand.

“Pekerjaan tanpa pandang bulu dari pesawat serang canggih, terutama ketika digunakan dalam koordinasi dengan pesawat militer lainnya, sangat kontras dengan cara dan metode yang digunakan oleh kelompok-kelompok yang dipandang sebagai pemberontak oleh militer Myanmar,” kata laporan itu.

Halaman:
Sumber Al Jazeera
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Badai Ian Porakporandakan Florida AS, Terkuat dalam Beberapa Tahun Terakhir

Badai Ian Porakporandakan Florida AS, Terkuat dalam Beberapa Tahun Terakhir

Global
Mengapa Dollar AS Terus Menguat dan Apa Dampaknya?

Mengapa Dollar AS Terus Menguat dan Apa Dampaknya?

Global
Pipa Nord Stream Bocor Munculkan Buih Gelembung Seluas 1 Km di Laut, Eropa Tingkatkan Keamanan

Pipa Nord Stream Bocor Munculkan Buih Gelembung Seluas 1 Km di Laut, Eropa Tingkatkan Keamanan

Global
Nikaragua Minta Dubes Uni Eropa Hengkang, Dinyatakan 'Persona Non Grata'

Nikaragua Minta Dubes Uni Eropa Hengkang, Dinyatakan "Persona Non Grata"

Global
Politikus Jerman Sebut Erdogan Tikus Got, Kemenlu Turkiye Langsung Panggil Dubes

Politikus Jerman Sebut Erdogan Tikus Got, Kemenlu Turkiye Langsung Panggil Dubes

Global
Pria Bersenjata Bunuh 6 Polisi Meksiko di Daerah Perang Kartel Narkoba

Pria Bersenjata Bunuh 6 Polisi Meksiko di Daerah Perang Kartel Narkoba

Global
Rangkuman Hari Ke-217 Serangan Rusia ke Ukraina: Moskwa Segera Aneksasi 4 Wilayah Ukraina, Pertempuran Donetsk Berlanjut

Rangkuman Hari Ke-217 Serangan Rusia ke Ukraina: Moskwa Segera Aneksasi 4 Wilayah Ukraina, Pertempuran Donetsk Berlanjut

Global
[POPULER GLOBAL] Ancaman Bom di Pesawat Singapore Airlines | MbS Jadi PM Arab Saudi

[POPULER GLOBAL] Ancaman Bom di Pesawat Singapore Airlines | MbS Jadi PM Arab Saudi

Global
Aktivis Lingkungan Aceh Farwiza Farhan Masuk Daftar Sosok Inspiratif TIME 2022

Aktivis Lingkungan Aceh Farwiza Farhan Masuk Daftar Sosok Inspiratif TIME 2022

Global
Kedubes China Gelar Resepsi Berdirinya Negara, Menko Luhut Beri Sambutan

Kedubes China Gelar Resepsi Berdirinya Negara, Menko Luhut Beri Sambutan

Global
AS Kondusifkan Hubungan Jepang dan Korea demi Hadapi China

AS Kondusifkan Hubungan Jepang dan Korea demi Hadapi China

Global
Warga Ukraina Kabur dari Referendum Rusia, Desa Tampak Kosong

Warga Ukraina Kabur dari Referendum Rusia, Desa Tampak Kosong

Global
Hasil Referendum Wilayah Ukraina Disebut Cenderung Mengarah ke Aneksasi Rusia

Hasil Referendum Wilayah Ukraina Disebut Cenderung Mengarah ke Aneksasi Rusia

Global
Dapat Ancaman Bom Palsu, Pesawat Singapore Airlines Dikawal Jet Tempur

Dapat Ancaman Bom Palsu, Pesawat Singapore Airlines Dikawal Jet Tempur

Global
Perang Ukraina Bikin Populasi di Jerman Melonjak

Perang Ukraina Bikin Populasi di Jerman Melonjak

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.