Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/07/2022, 06:30 WIB
Bernadette Aderi Puspaningrum

Penulis

Sumber Al Jazeera

KYIV, KOMPAS.com - Ukraina memutuskan hubungan dengan Korea Utara karena Pyongyang mengakui dua “republik rakyat” pro-Rusia (Donetsk dan Luhansk) yang memisahkan diri di timur Ukraina.

Keputusan Kyiv untuk memutuskan hubungan dengan Korea Utara pada Rabu (13/7/2022) dilakukan tidak lama setelah berita bahwa Pyongyang telah mengakui kemerdekaan dua wilayah separatis yang didukung Rusia di Ukraina timur.

Baca juga: Pengawas Temukan Iklan Tawarkan Kesempatan Bertemu Wanita Ukraina Kesepian, Langsung Ditindak

"Kami menganggap keputusan ini sebagai upaya Pyongyang untuk merusak kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina," kata kementerian luar negeri Ukraina dalam sebuah pernyataan di situsnya sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Langkah Korea Utara untuk secara resmi mengakui dua kelompok yang memisahkan diri – Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR), keduanya terletak di wilayah Donbas Ukraina – menjadikannya negara ketiga di dunia yang mengakui kedua entitas tersebut setelah Rusia dan Suriah.

Kedutaan Besar DPR di Moskwa mengunggah foto di saluran Telegramnya tentang upacara di mana Duta Besar Korea Utara untuk Moskwa Sin Hong-chol, menyerahkan sertifikat pengakuan kepada utusan DPR Olga Makeyeva.

Dalam sebuah unggahan di saluran Telegram-nya, pemimpin DPR Denis Pushilin mengatakan sebelumnya bahwa dia mengharapkan “kerja sama yang bermanfaat” dan meningkatkan perdagangan dengan Korea Utara, sebuah negara bersenjata nuklir yang terisolasi lebih dari 6.500 km (4.000 mil) jauhnya.

Baca juga: Kabar Baik, Ukraina dan Rusia Akan Bertemu di Turki Hari Ini Bahas Ekspor Biji-bijian

Kedutaan Korea Utara di Moskwa mengonfirmasi telah mengakui kemerdekaan kedua entitas pada Rabu (13/7/2022), kantor berita Rusia TASS melaporkan.

Rusia, yang telah mendukung dua wilayah separatis sejak 2014, mengakui kemerdekaan mereka pada 24 Februari malam mengawali invasi Rusia ke Ukraina, dalam sebuah langkah yang dikutuk oleh Kyiv dan Barat sebagai tindakan ilegal.

Kremlin membenarkan keputusannya untuk melancarkan perang, yang disebutnya "operasi militer khusus", dengan mengatakan bahwa itu melindungi penutur bahasa Rusia yang tinggal di wilayah Donbas dari "genosida".

Kyiv dan Barat telah menolak pernyataan ini sebagai dalih untuk mengobarkan perang dan merebut sebagian besar wilayah Ukraina.

Korea Utara sebelumnya menyatakan dukungan untuk pencaplokan Krimea oleh Rusia pada 2014.

Baca juga: Liga Sepak Bola Ukraina Akan Dimulai Lagi 23 Agustus, Ini Pengamanannya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Al Jazeera
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Festival Pria Telanjang di Jepang Berakhir Setelah Lebih dari 1.000 Tahun

Festival Pria Telanjang di Jepang Berakhir Setelah Lebih dari 1.000 Tahun

Global
Rusia Larang Ekspor BBM 6 Bulan

Rusia Larang Ekspor BBM 6 Bulan

Global
Raja Norwegia Harald V Sakit Saat Liburan di Malaysia, Pesawat Evakuasi Mendarat di Langkawi

Raja Norwegia Harald V Sakit Saat Liburan di Malaysia, Pesawat Evakuasi Mendarat di Langkawi

Global
Rangkuman Hari Ke-737 Serangan Rusia ke Ukraina: Bantuan Belanda | Situasi Pemakaman Navalny

Rangkuman Hari Ke-737 Serangan Rusia ke Ukraina: Bantuan Belanda | Situasi Pemakaman Navalny

Global
Mengapa Mayoritas Wanita Korea Selatan Saat Ini Tak Ingin Punya Anak?

Mengapa Mayoritas Wanita Korea Selatan Saat Ini Tak Ingin Punya Anak?

Global
Belanda Akan Kirim Bantuan Militer Rp 34 Triliun ke Ukraina

Belanda Akan Kirim Bantuan Militer Rp 34 Triliun ke Ukraina

Global
Korban Insiden Bantuan Makanan Gaza: Israel Jelas Menembaki Kami

Korban Insiden Bantuan Makanan Gaza: Israel Jelas Menembaki Kami

Global
Para Editor Media Global Desak Israel Lindungi Jurnalis di Gaza

Para Editor Media Global Desak Israel Lindungi Jurnalis di Gaza

Global
Kali Pertama, AS Akan Kirim Bantuan Makanan ke Gaza dari Udara

Kali Pertama, AS Akan Kirim Bantuan Makanan ke Gaza dari Udara

Global
Warga Swedia Merasa Negaranya Terlalu Banyak Berkorban untuk Gabung NATO

Warga Swedia Merasa Negaranya Terlalu Banyak Berkorban untuk Gabung NATO

Global
[POPULER GLOBAL] Israel Dikecam Tembaki Warga Tunggu Bantuan | Singapura Tambah Pesawat Siluman

[POPULER GLOBAL] Israel Dikecam Tembaki Warga Tunggu Bantuan | Singapura Tambah Pesawat Siluman

Global
Musisi Ini Mainkan Gitar dengan 81 Amplifier Dinyalakan Bersamaan

Musisi Ini Mainkan Gitar dengan 81 Amplifier Dinyalakan Bersamaan

Global
Situasi Pemakaman Navalny, Ribuan Orang Dilarang Masuk, Teriakkan 'Putin Pembunuh'

Situasi Pemakaman Navalny, Ribuan Orang Dilarang Masuk, Teriakkan "Putin Pembunuh"

Global
Nenek Berusia 100 Tahun Ini Rayakan Ulang Tahun Ke-25 di Tahun Kabisat

Nenek Berusia 100 Tahun Ini Rayakan Ulang Tahun Ke-25 di Tahun Kabisat

Global
Buat Artikel yang Diskreditkan Tentara, Rusia Denda Editor Surat Kabar

Buat Artikel yang Diskreditkan Tentara, Rusia Denda Editor Surat Kabar

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com