Kompas.com - 06/07/2022, 07:37 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Dalam pernyataan bersama pada Selasa (6/7/2022), sebanyak 35 negara dari Barat ditambah Jepang dan Korea Selatan (Korsel) mengulangi seruan pada 8 Maret 2022 agar tidak ada event olahraga internasional yang diadakan di Rusia atau Belarus.

Mereka juga menyerukan warga Rusia dan Belarus dilarang mengikuti kompetisi internasional.

Dilansir dari AFP, kekuatan Barat pada Selasa mendesak untuk menangguhkan keanggotaan federasi olahraga nasional Rusia dan Belarus (yang berafiliasi dengan Moskwa atas invasi ke Ukraina) di semua federasi internasional.

Baca juga: Buntut Perang Rusia-Ukraina, Latvia Aktifkan Lagi Wajib Militer

Dalam rekomendasi baru, 35 negara menyerukan agar badan nasional olahraga Rusia dan Belarus harus diskors dari federasi olahraga internasional.

"Individu yang terkait erat dengan negara-negara Rusia dan Belarus harus disingkirkan dari posisi berpengaruh pada federasi olahraga internasional, seperti dewan dan komite penyelenggara," kata pernyataan Menteri Olahraga dan Pejabat Budaya yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri AS.

Mereka juga meminta penyelenggara acara untuk mempertimbangkan menangguhkan siaran ke Rusia dan Belarusia.

Amerika Serikat dan Uni Eropa (UE) telah memimpin kampanye untuk mengucilkan Rusia dengan harapan menekan Presiden Rusia Vladimir Putin atas perintah operasi militer ke Ukraina. 

Otoritas sepak bola dunia FIFA dan turnamen tenis terkemuka Wimbledon antara lain telah melarang Rusia dari kompetisi sejak invasi 24 Februari.

Baca juga: Presiden Belarus Klaim Ukraina Serang Negaranya, Akan Terlibat Perang?

Komite Olimpiade Internasional, yang telah melarang atlet Rusia berkompetisi di bawah bendera mereka karena doping, telah merekomendasikan larangan atlet Rusia dan Belarus.

Tapi, dua orang Rusia tetap masih berada di komite -Yelena Isinbayeva, peraih medali lompat galah Olimpiade yang dekat dengan Putin, dan kepala tenis Rusia Shamil Tarpishchev.

Pernyataan bersama yang baru menyerukan acara-acara yang memungkinkan partisipasi Rusia dan Belarus untuk membuat penjelasan secara eksplisit bahwa mereka tidak mewakili kedua negara tersebut dan melarang penggunaan bendera mereka.

Belarus telah menjadi sasaran atas dukungannya untuk invasi, dengan Ukraina baru-baru ini melaporkan diserang oleh rudal dari tetangga utaranya.

Orang kuat veteran Belarusia Alexander Lukashenko adalah sekutu dekat Putin dan berusaha untuk menghancurkan protes yang pecah setelah berbagai tuduhan penipuan dalam pemilihannya kembali tahun 2020.

Baca juga: Tiga Pria Dihukum Mati di Belarus, Dituduh Ledakan Jalur Rel untuk Hambat Pasukan Rusia ke Ukraina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.