Kompas.com - 03/07/2022, 18:33 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com - Singapura akan mengeksekusi mati pengedar narkoba asal Malaysia pekan depan, kata para aktivis pada Jumat (1/7/2022).

Eksekusi mati itu bakal menjadi yang kedua di Singapura dalam dua bulan terakhir. Sebelumnya, seorang pria disabilitas mental dihukum mati karena mengedarkan narkoba dan memicu kemarahan masyarakat.

Pengedar narkoba yang dihukum mati kali ini adalah Kalwant Singh. Ia divonis pada 2016 karena menyelundupkan heroin ke Singapura.

Baca juga: Perkosa 3 Putrinya, Pria Singapura Dipenjara 33 Tahun dan Dicambuk 24 Kali

Eksekusi Kalwant Singh dijadwalkan pada Kamis (7/7/2022), kata aktivis dan kelompok advokasi Anti-Death Penalty Asia Network yang berbasis di Singapura, dikutip dari kantor berita AFP.

Singapura mendapat tekanan untuk menghapus hukuman mati, tetapi terus bersikeras bahwa itu membantu menjaga negara kota tersebut sebagai salah satu tempat teraman di Asia.

Kirsten Han aktivis hak asasi terkemuka Singapura mengatakan, anggota keluarga Kalwant Singh memberitahunya tentang hukuman gantung yang akan segera dilaksanakan.

"Mengerikan bagaimana negara Singapura berulang kali melanjutkan hukuman gantung orang karena pelanggaran narkoba, bahkan ketika penelitian gagal menyajikan bukti konklusif bahwa hukuman mati benar-benar bekerja seperti yang diklaim Pemerintah Singapura," kata Han kepada AFP.

Ikon Singapura Patung Merlion di Taman Merlion, Marina Bay, Kamis siang (25/03/2021)KOMPAS.com/ERICSSEN Ikon Singapura Patung Merlion di Taman Merlion, Marina Bay, Kamis siang (25/03/2021)
Pada April, eksekusi pengedar narkoba asal Malaysia yang mengidap disabilitas mental bernama Nagaenthran K Dharmalingam memicu kemarahan khalayak luas.

Para kritikus termasuk PBB dan Uni Eropa mengatakan, menghukum gantung seseorang dengan masalah kejiwaan melanggar hukum internasional.

Baca juga:

Dalam wawancara dengan BBC yang dirilis pekan ini, Menteri Dalam Negeri dan Hukum Singapura yaitu K Shanmugam mengatakan, negaranya mempertahankan hukuman mati karena ada bukti jelas bahwa itu benar-benar mencegah calon pengedar narkoba.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.