Kompas.com - 02/07/2022, 22:31 WIB

TOKYO, KOMPAS.com – Kapal Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAN) dilaporkan mondar-mandir di sekitar Jepang selama berhari-hari mulai 12 Juni.

Ketiga kapal tersebut terdiri atas dua kapal perusak dan satu kapal logistik, lapor Kementerian Pertahanan Jepang, Kamis (30/6/2022), sebagaimana dilansir The Epoch Times.

Kementerian Pertahanan Jepang menuturkan, awalnya Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF) mendeteksi tiga kapal angkatan laut China yang berlayar 130 Kilometer (Km) timur laut Pulau Miyako.

Baca juga: Kapal Perang Rusia Melintas Dekat Prefektur Tokyo, Jepang Waspada

Dua kapal perusak rudal China, yang diidentifikasi masing-masing sebagai kapal perusak kelas Renhai dan Luyan III, pertama kali terlihat berlayar melalui Selat Tsushima Jepang dari 12 Juni hingga 13 Juni.

JMSDF mendeteksi satu kapal logistik PLAN berlayar ke timur di Selat Tsugaru pada 16 Juni, sementara dua kapal perusak berlayar ke timur di Selat Soya dari 16 Juni hingga 17 Juni.

Ketiga kapal itu kemudian terlihat berlayar bersama sekitar 220 Km sebelah tenggara Pulau Inuzaki pada 20 Juni, dan antara Kepulauan Sumiju dan Torishima pada 21 Juni.

Baca juga: Wapres China Langsung Temui Marcos Jr Usai Pelantikan Presiden, Ajukan 4 Poin Kesepahaman

Kapal-kapal tersebut kemudian memasuki Laut China Timur yang disengketakan pada 29 Juni.

Setelah itu, JMSDF mengerahkan dua kapal perusak dan satu helikopter patroli pada 30 Juni untuk latihan bersama dengan kapal patroli dan helikopter Penjaga Pantai Jepang di timur Izu Oshima.

“Melalui latihan ini, kami meningkatkan keterampilan JMSDF dan memperkuat kemampuan respons bersama kami dengan Penjaga Pantai Jepang,” kata komandan JMSDF dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Sekjen NATO Sebut Rusia Ancaman No 1 bagi Aliansi, Bagaimana dengan China?

China telah membangun kehadiran militernya di Laut China Selatan dan membuat banyak aksi ke Laut China Timur, di mana Kepulauan Senkaku berada.

Jepang menguasai sebagian besar Kepulauan Senkaku sejak 1895. Tetapi, Beijing mulai menegaskan haknya atas pulau-pulau itu pada 1970-an dan menyebutnya Kepulauan Diaoyu.

Dua kapal Penjaga Pantai China memasuki wilayah Kepulauan Senkaku pada 18 Juni dan membayangi kapal nelayan Jepang yang berlayar di wilayah tersebut.

Jepang mengajukan protes terhadap kegiatan “pembangunan sepihak” Beijing di Laut China Timur pada 17 Juni, setelah JMSDF mendeteksi bahwa China sedang meletakkan fondasi untuk struktur baru di perairan yang disengketakan.

Baca juga: Saingi China, G7 Gelontorkan Rencana Infrastruktur Global hingga Nyaris Rp 9 Kuadriliun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.