Kompas.com - 02/07/2022, 17:45 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Seorang ibu di Amerika Serikat (AS) dinyatakan bersalah oleh pengadilan karena membunuh putranya, balita berusia 18 bulan, setelah hanya memberi makan buah dan sayuran mentah.

Ibu tersebut bernama Sheila O'Leary (39), warga Negara Bagian Florida, AS, yang merupakan seorang vegan, orang yang tidak mengonsumsi daging dan segala produk turunan hewani.

Para juri di pengadilan memutuskan bahwa Sheila bersalah atas kematian putranya, Ezra O'Leary, pada 2019, sebagaimana dilansir NZ Herald, Jumat (1/7/2022).

Baca juga: Harga Daging Meroket, Warga Lebanon Jadi Vegan

Ketika meninggal, Ezra hanya memiliki berat badan 7,7 Kilogram (Kg).

Berat tersebut masuk kategori di bawah rata-rataminimal anak seumurannya. Sheila dilaporkan hanya memberi Ezra makan buah dan sayuran mentah, ditambah dengan ASI.

Ayah Ezra, Ryan O'Leary, masih berada di balik jeruji besi dan menghadapi persidangan atas tuduhan yang sama.

Baca juga: Kisah Ibu di Rusia Coba Selamatkan 2 Putranya dari Pertempuran di Ukraina

“Anak ini tidak makan. Dia mati kelaparan selama 18 bulan,” kata Francine Donnorummo, Kepala Unit Khusus Korban Kejaksaan Negara Bagian Florida.

LBC melaporkan, Sheila dihukum dengan pembunuhan tingkat pertama.

Dia kini harus menghabiskan sisa umurnya di balik jeruji besi ketika dia dijatuhi hukuman pada 25 Juli.

Baca juga: Saat Lukisan Picasso “Ditemukan” di Rumah Imelda Marcos Usai Putranya Menang Pemilihan…

Ketika Ezra meninggal pada September 2019, dokter menyimpulkan bahwa dia tidak diberi makan selama seminggu. Ezra meninggal karena komplikasi akibat kekurangan gizi.

Sheila dan Ryan juga memiliki anak berusia tiga tahun dan lima tahun yang kekurangan gizi parah.

Kulit kedua anak tersebut kuning. Bahkan salah satu di antara memiliki kebersihan mulut yang buruk sehingga giginya menjadi hitam.

Baca juga: Wali Kota Motyzhyn Ukraina Ditemukan Tewas dengan Tangan Terikat bersama Suami dan Putranya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber NZ Herald,LBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.