Kompas.com - 02/07/2022, 10:15 WIB

COLOMBO, KOMPAS.com - Sri Lanka bangkrut dan membawa penderitaan bagi warganya, termasuk dalam hal mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Warga Sri Lanka kini terpaksa harus mengantre untuk bisa mendapatkan BBM karena pasokannya langka.

Seorang warga bernama Ajeewan Sadasivam bahkan mengaku sampai harus tidur selama 2 hari di mobil untuk bisa memperoleh bensin.

Baca juga: Sri Lanka Bangkrut, IMF Minta 2 Hal Ini untuk Keluar dari Krisis

"Saya sudah mengantre selama dua hari," ujarnya, sambil menunggu dengan sabar di luar sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di ibu kota Sri Lanka, Colombo, Jumat (1/7/2022).

Sebagai sopir taksi, bahan bakar adalah segalanya bagi Sadasivam.

Sayangnya, Sri Lanka tak mendapat pasokan BBM terbaru.

Sadasivam lalu memperlihatkan pengukur bahan bakar di dasbornya, panah mengarah ke tulisan kosong.

"Saya sudah tidur di mobil ini. Kadang-kadang saya pergi dan mengambil makanan, lalu saya kembali dan menunggu. Saya belum mandi berhari-hari," ujar dia.

Sadasivam mengaku tak punya pilihan selain menunggu.

"Saya harus menjaga keluarga saya, istri dan dua anak saya... Hanya jika ada bahan bakar, saya bisa mulai menjalankan taksi saya dan mencari nafkah," ungkap dia.

Halaman:
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.