Kompas.com - 30/06/2022, 18:24 WIB

TAICHUNG, KOMPAS.com - Seorang pelatih judo di Taiwan yang membanting murid berusia tujuh tahun berkali-kali ke lantai hingga tewas, dijatuhi hukuman penjara sembilan tahun pada Rabu (29/6/2022).

Murid yang diidentifikasi hanya dengan nama keluarganya yaitu Huang tersebut dilarikan ke rumah sakit di pusat kota Taichung pada April 2021, setelah dilaporkan dibanting 27 kali oleh pelatihnya bernama Ho Tsung-le.

Huang koma selama 70 hari dengan pendarahan otak dan selanjutnya mengalami masalah pernapasan serta kegagalan beberapa organ. Kedua orangtuanya kemudian memutuskan untuk melepasnya dari alat bantu hidup.

Baca juga: Bocah 7 Tahun Koma Setelah Dibanting 27 Kali Saat Latihan Judo

Pengadilan distrik Taichung pada Rabu (29/6/2022) menjatuhkan hukuman penjara sembilan tahun, seraya mengatakan bahwa Ho memaksa bocah itu mematuhi instruksinya dan mengabaikan kemungkinan (instruksinya) dapat menyebabkan kematian.

Akan tetapi, orangtua korban menganggap hukuman Ho ringan dan akan mengajukan. Mereka berkata, pelatih itu tidak pernah menunjukkan penyesalan apa pun.

"Saya pikir itu terlalu ringan, itu harus tentang nyawa untuk nyawa. Sikapnya benar-benar mengerikan. Dia tidak pernah mengakui kesalahan dan menyalahkan anak saya," kata ayah korban kepada wartawan dikutip dari AFP.

Menurut pengadilan, Ho menginstruksikan bocah itu berlatih gerakan membanting dengan teman sekelasnya yang jauh lebih berpengalaman, meskipun tahu bahwa dia tidak terbiasa dengan gerakan dasar judo.

Setelah Huang menolak perintah itu dan berkata pelatihnya sangat bodoh, Ho menggunakan beberapa teknik bantingan pada anak itu, termasuk bantingan bahu.

Baca juga: Dibanting 27 Kali di Kelas Judo, Bocah 7 Tahun Mati Otak

Ketika bocah itu mengeluh sakit kepala parah, pelatih menyebutnya berpura-pura dan terus membantingnya belasan kali lagi, menyebabkan dia muntah, tambah keterangan pengadilan.

Setelah menyuruh murid lain untuk membersihkan muntahan dari lantai, Ho kembali membanting anak itu beberapa kali sampai dia benar-benar kolaps di lantai.

Paman korban dilaporkan ada di kelas tetapi gagal menghentikan perbuatan pelatih.

Media lokal mengutip keluarga bocah itu yang mengatakan, dia dibanting sekitar 27 kali. Adapun pernyataan pengadilan menyatakan bahwa kepalanya berulang kali membentur lantai tetapi tidak menyebutkan berapa kali.

"Dia melakukan tindakan pelatihan sangat tidak pantas yang menyebabkan Huang mengalami cedera dan sayangnya meninggal di usia muda," kata pengadilan.

Baca juga: Bocah 7 Tahun yang Dibanting 27 Kali dalam Kelas Judo Meninggal

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa yang Dimaksud dengan Negara Federasi?

Apa yang Dimaksud dengan Negara Federasi?

Internasional
Amerika Serikat, Negara Paling Maju di Dunia

Amerika Serikat, Negara Paling Maju di Dunia

Internasional
Batas Negara Brunei Darussalam

Batas Negara Brunei Darussalam

Global
Tumpukan Senjata Api, Peluru, dan Amunisi Ditemukan di Dasar Sungai London

Tumpukan Senjata Api, Peluru, dan Amunisi Ditemukan di Dasar Sungai London

Global
Kisah Tragis “Hulk Brasil”, Bintang Tik Tok yang Suntik Tubuh dengan Minyak agar Punya Biseps

Kisah Tragis “Hulk Brasil”, Bintang Tik Tok yang Suntik Tubuh dengan Minyak agar Punya Biseps

Global
Komandan Senior Brigade Martir Al-Aqsa Palestina Tewas dalam Serangan Pasukan Israel di Tepi Barat

Komandan Senior Brigade Martir Al-Aqsa Palestina Tewas dalam Serangan Pasukan Israel di Tepi Barat

Global
Bangladesh Minta China Bantu Pemulangan Kembali Pengungsi Rohingya ke Myanmar

Bangladesh Minta China Bantu Pemulangan Kembali Pengungsi Rohingya ke Myanmar

Global
Proses Hukum Kasus Pembunuhan Gabby Petito Berlanjut, Keluarga Tuntut Rp 750 Miliar ke Polisi

Proses Hukum Kasus Pembunuhan Gabby Petito Berlanjut, Keluarga Tuntut Rp 750 Miliar ke Polisi

Global
James Marape Terpilih Lagi Jadi PM Papua Nugini

James Marape Terpilih Lagi Jadi PM Papua Nugini

Global
Perusahaan Kasur AS Buka Lowongan Tukang Tidur Profesional, ke Kantor Pakai Piyama, Deskjob hanya Tidur

Perusahaan Kasur AS Buka Lowongan Tukang Tidur Profesional, ke Kantor Pakai Piyama, Deskjob hanya Tidur

Global
Siapa Sebenarnya Sosok Monalisa, Fiksi atau Nyata?

Siapa Sebenarnya Sosok Monalisa, Fiksi atau Nyata?

Global
PBB Temukan Banyak Bukti Kejahatan Internasional di Myamar

PBB Temukan Banyak Bukti Kejahatan Internasional di Myamar

Global
Memasukan Vape ke Mulut Bayi, Orang Tua Dihujat Netizen

Memasukan Vape ke Mulut Bayi, Orang Tua Dihujat Netizen

Global
FBI Grebek Rumah Trump, Ini 7 Kasus Hukum yang Tengah Dihadapi Mantan Presiden AS

FBI Grebek Rumah Trump, Ini 7 Kasus Hukum yang Tengah Dihadapi Mantan Presiden AS

Global
Ukraina Gagalkan Rencana Pembunuhan Menteri Pertahanan dan Kepala Militer oleh Mata-mata Rusia

Ukraina Gagalkan Rencana Pembunuhan Menteri Pertahanan dan Kepala Militer oleh Mata-mata Rusia

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.