Kompas.com - 27/06/2022, 11:01 WIB

KAIRO, KOMPAS.com - Pembunuh Naira Ashraf, mahasiswi Mesir yang tewas ditikam di jalan luar kampus setelah menolak lamaran pernikahan dari pelaku, terancam hukuman mati.

Proses peradilan kasus Naira Ashraf dibunuh dimulai pada Minggu (26/6/2022). Pelakunya bernama Mohamed Adel dan merupakan orang Mesir.

Video pembunuhan Naira Ashraf viral dan memicu amarah publik "Negeri Piramida". Bahkan, beberapa hari kemudian terulang insiden serupa yaitu mahasiswa Yordania bernama Iman Irshaid ditembak mati di sebuah universitas.

Baca juga: Naira Ashraf, Mahasiswi Mesir Dibunuh di Depan Umum karena Tolak Lamaran Pernikahan

Netizen langsung membanding-bandingkan kedua pembunuhan tersebut, dan mengecam kasus-kasus pembunuhan perempuan di jazirah Arab.

Di Pengadilan Kriminal Mansoura, 130 kilometer utara Kairo, Mohamed Adel dituduh melakukan pembunuhan berencana setelah mengaku sengaja membunuh Naira Ashraf, kata koresponden AFP.

Sebelum Naira Ashraf dibunuh, ia sebelumnya sudah melaporkan pelaku ke pihak berwenang karena khawatir akan diserang, menurut ayah dan saksinya.

Menurut Amnesty International, hukuman terberat untuk pembunuhan di Mesir hukuman mati. Mesir melakukan jumlah eksekusi tertinggi ketiga di dunia pada 2021.

"Dia menikamnya beberapa kali," kata jaksa, yang juga menemukan pesan mengancam akan membunuhnya di ponsel Naira Ashraf.

Baca juga:

Sidang berikutnya tentang kasus Naira Ashraf dibunuh dijadwalkan pada Selasa (28/6/2022), kata pengacara terdakwa, Ahmed Hamad, kepada AFP.

Pihak berwenang Mesir mengizinkan kamera televisi merekam sidang pembunuh Naira Ashraf pada Minggu (26/6/2022). Ini jarang terjadi di antara kasus-kasus kekerasan terhadap wanita Mesir.

Di media sosial, banyak warganet Yordania dan Mesir menyerukan agar pelaku dihukum mati, sementara yang lain mengatakan pria harus belajar menerima jawaban "tidak".

Kasus Naira Ashraf dibunuh termasuk dalam hampir delapan juta perempuan Mesir yang menjadi korban kekerasan oleh pasangan atau kerabat mereka, atau oleh orang asing di ruang publik, menurut survei PBB yang dilakukan pada tahun 2015.

Baca juga: Profil Naira Ashraf, Wanita Mesir yang Ditikam karena Menolak Menikah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.