Kompas.com - 27/06/2022, 07:21 WIB

PARIS, KOMPAS.com - Konsumen harus mulai mengurangi penggunaan energi mereka segera, bos tiga perusahaan energi besar Perancis mendesak hal itu pada Minggu (26/6/2022), memperingatkan akan adanya ketegangan sosial pada musim dingin mendatang jika cadangan energi tidak mencukupi.

"Upaya ini harus segera, kolektif, dan besar-besaran," tulis Patrick Pouyanne dari Total Energies, Jean-Bernard Levy dari EDF, dan Catherine MacGregor dari ENGIE dalam sebuah artikel opini di mingguan JDD, sebagaimana dilansir AFP.

Baca juga: Dampak Pemangkasan Gas Rusia ke Eropa, Apakah Jerman Akan Kembali Gunakan Pembangkit Nuklir?

Seruan itu muncul setelah Pemerintah Perancis mengatakan pada minggu ini bahwa pihaknya bermaksud untuk mengisi cadangan gas alamnya pada kapasitas penuh pada musim gugur.

Upaya itu dilakukan mengikuti negara-negara Eropa yang bersiap untuk pengurangan pasokan dari pemasok utama Rusia dengan perang Ukraina yang berlarut-larut.

Pemerintah Perancis rencananya juga membangun terminal terapung untuk menerima lebih banyak pasokan gas dengan kapal.

Tiga bos energi mengatakan dalam artikelnya bahwa produksi energi Eropa secara lebih lanjut terganggu karena produksi listrik hidro yang minim akibat kekeringan.

"Lonjakan harga energi akibat kesulitan ini mengancam tatanan sosial dan politik kita dan berdampak terlalu parah pada daya beli keluarga," kata mereka, seraya menambahkan, "Energi terbaik adalah yang tidak kita gunakan."

Baca juga: Ancaman Gas Rusia Jelang Musim Dingin, Batu Bara Jadi Tombol Darurat Eropa

Mereka mengatakan, setiap konsumen dan setiap perusahaan harus mengubah kebiasaan mereka, dan segera membatasi konsumsi energi mereka, baik itu produk listrik, gas, maupun minyak.

Mengisi kembali cadangan gas alam selama musim panas adalah prioritas, seperti menghilangkan pemborosan nasional energi, kata mereka.

Berbeda dari Jerman, Perancis sejatinya memiliki ketergantungan yang lebih rendah pada pengiriman gas Rusia karena mencakup hampir 70 persen kebutuhan listriknya dari energi nuklir.

Namun, menurut Badan Energi Internasional (IEA), Perancis perlu mempercepat penerapan teknologi energi rendah karbon dan solusi efisiensi energi, jika ingin mencapai target energi dan iklimnya.

Perancis terutama membutuhkan kebijakan yang lebih berkelanjutan dan konsisten untuk mengembangkan alternatif bahan bakar fosil, seperti energi angin dan matahari, kata IEA.

Baca juga: Uni Eropa Siapkan Rencana Hidup Tanpa Gas Rusia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ukraina Berhasil Rusak Jembatan Kedua yang Penting di Wilayah yang Diduduki Rusia

Ukraina Berhasil Rusak Jembatan Kedua yang Penting di Wilayah yang Diduduki Rusia

Global
Kemunculan “Batu Kelaparan” di Sungai Eropa Beri Peringatan: Bila Melihatku Menangislah

Kemunculan “Batu Kelaparan” di Sungai Eropa Beri Peringatan: Bila Melihatku Menangislah

Global
Skotlandia Resmi Jadi Negara Pertama Gratiskan Produk Menstruasi

Skotlandia Resmi Jadi Negara Pertama Gratiskan Produk Menstruasi

Global
Momen Angin Kencang Meruntuhkan Panggung Festival Musik, Satu Tewas dan Puluhan Terluka

Momen Angin Kencang Meruntuhkan Panggung Festival Musik, Satu Tewas dan Puluhan Terluka

Global
Setahun Taliban Berkuasa, Ini Rentetan Hak-hak Perempuan Afghanistan yang Direnggut

Setahun Taliban Berkuasa, Ini Rentetan Hak-hak Perempuan Afghanistan yang Direnggut

Global
Pasukan Rusia yang Menembak dari atau ke PLTN Zaporizhzhia Jadi Target Khusus Ukraina

Pasukan Rusia yang Menembak dari atau ke PLTN Zaporizhzhia Jadi Target Khusus Ukraina

Global
Salman Rushdie Diserang, Peminat Buku Ayat-ayat Setan Naik

Salman Rushdie Diserang, Peminat Buku Ayat-ayat Setan Naik

Global
Rangkuman Hari ke-171 Serangan Rusia ke Ukraina, Kemampuan Serangan Jarak Jauh Baru Ukraina, Pembukaan kembali McDonald's

Rangkuman Hari ke-171 Serangan Rusia ke Ukraina, Kemampuan Serangan Jarak Jauh Baru Ukraina, Pembukaan kembali McDonald's

Global
Taliban Bubarkan Unjuk Rasa Kaum Perempuan dengan Kekerasan

Taliban Bubarkan Unjuk Rasa Kaum Perempuan dengan Kekerasan

Global
[UNIK GLOBAL] Penemuan Puing Pesawat yang Jatuh dan Hilang pada 1968 | Kisah Tragis “Hulk Brasil”

[UNIK GLOBAL] Penemuan Puing Pesawat yang Jatuh dan Hilang pada 1968 | Kisah Tragis “Hulk Brasil”

Global
Daftar Negara di Afrika Tengah

Daftar Negara di Afrika Tengah

Internasional
Tersangka Penikaman Salman Rushdie Simpatisan Esktremis Syiah dan Garda Revolusi Iran

Tersangka Penikaman Salman Rushdie Simpatisan Esktremis Syiah dan Garda Revolusi Iran

Global
Meriahkan Peringatan HUT Ke-77 RI, KJRI Sydney Gelar Perayaan di Taronga Zoo

Meriahkan Peringatan HUT Ke-77 RI, KJRI Sydney Gelar Perayaan di Taronga Zoo

Global
China Larang Impor Ribuan Produk Makanan Taiwan, Tapi Tidak Microchip

China Larang Impor Ribuan Produk Makanan Taiwan, Tapi Tidak Microchip

Global
Daftar Negara Anggota OKI

Daftar Negara Anggota OKI

Internasional
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.