Kompas.com - 26/06/2022, 09:30 WIB

SACRAMENTO, KOMPAS.com - Seorang warga di negara bagian California, Amerika Serikat, mendapat bantuan dari Meksiko untuk mengakhiri kehamilan setelah Mahkamah Agung AS melarang aborsi.

Ibu tunggal beranak tiga keturunan Meksiko yang tidak disebutkan namanya itu percaya, mengakhiri kehamilan sekarang akan semakin sulit meskipun negara-negara bagian Westcoast yang liberal seperti California, Oregon, dan Washington sama-sama bersumpah untuk membela hak aborsi.

"Kita seharusnya berada di negara bebas, di negara bagian yang Anda bisa merokok ganja, tetapi aborsi masih agak tabu," kata perempuan berusia 31 tahun itu dikutip dari AFP, sesaat sebelum Mahkamah Agung AS mengakhiri hak nasional untuk aborsi.

Baca juga: Mahkamah Agung AS Larang Aborsi, 50 Negara Bagian Langsung Ikuti Perintah

Mahkamah Agung AS pada Jumat (24/6/2022) mencabut hak aborsi secara nasional dan memberi semua 50 negara bagian kebebasan melarang prosedur tersebut. Hampir separuh negara bagian diperkirakan akan melakukannya dalam beberapa bentuk.

Bahkan sebelum putusan aborsi dilarang di Amerika, mengakses aborsi yang aman di "Negeri Paman Sam" sudah rumit jika tidak punya uang," kata ibu tadi yang bekerja di sebuah restoran di San Diego.

Dia awalnya mengunjungi dua klinik di Amerika, tetapi di kedua tempat itu biaya aborsi hampir 1.000 dollar AS (Rp 14,84 juta) yang tidak mampu dia bayar.

Kemudian di salah satu klinik tersebut yang memiliki hubungan keagamaan, dia tidak dianjurkan untuk melakukan aborsi.

"Mereka bilang kepada saya ada pilihan lain, saya bisa menyerahkannya untuk diadopsi. Tapi saya sudah bertekad, putus asa," katanya kepada AFP melalui telepon, seraya menjelaskan bahwa dia hamil karena gagalnya alat kontrasepsi.

Aborsi dilarang di Amerika Serikat. Orang-orang melakukan demo menuntut hak aborsi di Gedung Capitol Salt Lake City, negara bagian Utah, Jumat (24/6/2022).AP PHOTO/RICK BOWMER Aborsi dilarang di Amerika Serikat. Orang-orang melakukan demo menuntut hak aborsi di Gedung Capitol Salt Lake City, negara bagian Utah, Jumat (24/6/2022).
Melalui seorang teman, wanita itu kemudian mengetahui tentang Colectiva Bloodys, organisasi non-pemerintah di Tijuana di selatan San Diego yang merupakan bagian dari jaringan lintas batas.

Colectiva Bloodys memberikan bantuan gratis kepada para wanita di Amerika Serikat yang tidak dapat mengakses aborsi.

Baca juga:

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Presiden Vanuatu Bubarkan Parlemen, Cegah Penggulingan PM Pengkritik Indonesia

Presiden Vanuatu Bubarkan Parlemen, Cegah Penggulingan PM Pengkritik Indonesia

Global
Israel Gerebek dan Segel Kantor Organisasi HAM Palestina

Israel Gerebek dan Segel Kantor Organisasi HAM Palestina

Global
Jokowi Ingin Tesla Produksi Mobil Listrik di Indonesia, Bukan Cuma Baterai

Jokowi Ingin Tesla Produksi Mobil Listrik di Indonesia, Bukan Cuma Baterai

Global
Mahasiswi Arab Saudi Salma al-Shehab Divonis 34 Tahun Penjara karena Tweet

Mahasiswi Arab Saudi Salma al-Shehab Divonis 34 Tahun Penjara karena Tweet

Global
Beredar Video PM Finlandia Berpesta, Oposisi Bereaksi Keras

Beredar Video PM Finlandia Berpesta, Oposisi Bereaksi Keras

Global
2 Pesawat Bertabrakan di Udara California, Beberapa Kematian Dilaporkan

2 Pesawat Bertabrakan di Udara California, Beberapa Kematian Dilaporkan

Global
Jokowi Bilang ke Media Asing: Putin dan Xi Akan Hadiri KTT G20 di Bali

Jokowi Bilang ke Media Asing: Putin dan Xi Akan Hadiri KTT G20 di Bali

Global
Paus Fransiskus Hentikan Penyelidikan Dugaan Kekerasan Seksual Keuskupan Kanada

Paus Fransiskus Hentikan Penyelidikan Dugaan Kekerasan Seksual Keuskupan Kanada

Global
Terbaru, WHO Rekomendasikan Vaksin Covid-19 Valneva

Terbaru, WHO Rekomendasikan Vaksin Covid-19 Valneva

Global
Adik Kim Jong Un: Korut Tak Akan Sudi Terima Bantuan Ekonomi Korsel

Adik Kim Jong Un: Korut Tak Akan Sudi Terima Bantuan Ekonomi Korsel

Global
Cacar Monyet Kian Gawat, AS Tambah Pasokan Vaksin hingga Jutaan Dosis

Cacar Monyet Kian Gawat, AS Tambah Pasokan Vaksin hingga Jutaan Dosis

Global
Baru Bertemu Putin, Erdogan Pastikan Turkiye Berada di Pihak Ukraina

Baru Bertemu Putin, Erdogan Pastikan Turkiye Berada di Pihak Ukraina

Global
Zelensky Terkejut, Erdogan Sebut Rusia Siap Capai Perdamaian

Zelensky Terkejut, Erdogan Sebut Rusia Siap Capai Perdamaian

Global
Rangkuman Hari ke-176 Serangan Rusia ke Ukraina, Pasukan Ukraina Gempur Habis-habisan Wilayah Selatan, Teknisi PLTN Zaporizhia Kena Tembak

Rangkuman Hari ke-176 Serangan Rusia ke Ukraina, Pasukan Ukraina Gempur Habis-habisan Wilayah Selatan, Teknisi PLTN Zaporizhia Kena Tembak

Global
[POPULER GLOBAL] Inspeksi Mendesak di PLTN Zaporizhzhia | Putin Telepon Jokowi

[POPULER GLOBAL] Inspeksi Mendesak di PLTN Zaporizhzhia | Putin Telepon Jokowi

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.