Kompas.com - 24/06/2022, 17:01 WIB

KAIRO, KOMPAS.com – Nama tersangka pembunuhan Naira Ashraf, mahasiswi yang ditikam di depan umum di Mesir, diungkap.

Naira Ashraf dibunuh di depan umum dekat kampusnya, Universitas Mansoura, di Mesir utara dan mengirim gelombang kemarahan di seluruh negeri.

Naira Ashraf diduga dibunuh oleh Mohamed Adel, seorang mahasiswa tahun ketiga di universitas yang sama, sebagaimana dilansir The South African, Kamis (23/6/2022).

Baca juga: Naira Ashraf, Mahasiswi Mesir Dibunuh di Depan Umum karena Tolak Lamaran Pernikahan

Egypt Independent melaporkan, saat diinterogasi, Adel mengaku melakukan kejahatannya.

Pada Selasa (21/6/2022), Jaksa Penuntut Umum memutuskan untuk menahan Adel selama empat hari sambil menunggu penyelidikan.

Dalam sebuah pernyataan, Jaksa Penuntut Umum mengatakan telah mendengar kesaksian dari puluhan saksi, termasuk orang tua Naira Ashraf dan saudara perempuannya.

Mereka membenarkan sejumlah pelecehan yang dilakukan Adel terhadap Naira Ashraf.

Baca juga: Demo Nigeria Pecah Usai Terjadi Pembunuhan Mahasiswi terkait Penistaan Agama

Salah satu teman Naira Ashraf mengatakan, tersangka sudah mengancam akan membunuh Naira Ashraf karena menolak lamaran pernikahannya.

“13 saksi, mahasiswa, karyawan universitas, dan warga sekitar, juga membenarkan bahwa mereka melihat tersangka ketika dia melakukan kejahatan,” kata Jaksa Penuntut Umum.

Jaksa Penuntut Umum berujar, pihaknya menginterogasi tersangka mengenai tuduhan yang ditujukan kepadanya.

Baca juga: Kuliah di Amerika, Mahasiswi Malaysia Ini Dapat IPK 4,0 dan Ranking 1

"Dan dia mengaku telah melakukan kejahatan pembunuhan berencana terhadap korban karena perbedaan antara mereka dan penolakannya terhadapnya,” kata Jaksa Penuntut Umum.

Jaksa Penuntut Umum menambahkan, Adel menjelaskan secara rinci bagaimana dia berencana membunuh Naira Ashraf.

Adel juga mengatakan bersikeras ingin menikah dengan Naira Ashraf. Tetapi Naira Ashraf menolak dan memblokir Adel di media sosial.

Baca juga: Ketika Mahasiswi Muslim di India Dilarang Masuk Kelas karena Pakai Hijab...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Negara yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia Pertama Kali

Daftar Negara yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia Pertama Kali

Internasional
Media Rusia: Indonesia Dukung Prinsip Satu China

Media Rusia: Indonesia Dukung Prinsip Satu China

Global
China Beri Sanksi 7 Pejabat yang Dukung Kemerdekaan Taiwan

China Beri Sanksi 7 Pejabat yang Dukung Kemerdekaan Taiwan

Global
Kementerian Kehakiman AS Tolak Buka Alasan Gerebek Rumah Trump

Kementerian Kehakiman AS Tolak Buka Alasan Gerebek Rumah Trump

Global
Kenapa Banyak Pejabat AS Kunjungi Taiwan dan Bikin China Marah?

Kenapa Banyak Pejabat AS Kunjungi Taiwan dan Bikin China Marah?

Global
Rusia Wanti-wanti IAEA, Bahaya kalau ke PLTN Zaporizhzhia lewat Kyiv

Rusia Wanti-wanti IAEA, Bahaya kalau ke PLTN Zaporizhzhia lewat Kyiv

Global
PM Inggris Boris Johnson Liburan 2 Kali dalam 2 Minggu Saat Krisis Politik

PM Inggris Boris Johnson Liburan 2 Kali dalam 2 Minggu Saat Krisis Politik

Global
Uni Eropa: Vonis Penjara 6 Tahun Tambahan untuk Aung San Suu Kyi Tidak Adil

Uni Eropa: Vonis Penjara 6 Tahun Tambahan untuk Aung San Suu Kyi Tidak Adil

Global
Rangkuman Hari Ke-173 Serangan Rusia ke Ukraina: PLTN Zaporizhzhia Terancam, Kapal Sewaan PBB Berangkat

Rangkuman Hari Ke-173 Serangan Rusia ke Ukraina: PLTN Zaporizhzhia Terancam, Kapal Sewaan PBB Berangkat

Global
[POPULER GLOBAL] Kebakaran Gereja Mesir 41 Tewas | Rombongan Parlemen AS ke Taiwan

[POPULER GLOBAL] Kebakaran Gereja Mesir 41 Tewas | Rombongan Parlemen AS ke Taiwan

Global
Di Bawah “Apartheid” ala Taliban: Sebelumnya Saya Polisi Wanita, Sekarang Saya Mengemis di Jalan

Di Bawah “Apartheid” ala Taliban: Sebelumnya Saya Polisi Wanita, Sekarang Saya Mengemis di Jalan

Global
Siapa Taliban dan Apa Tujuannya?

Siapa Taliban dan Apa Tujuannya?

Internasional
Putin Promosi Senjata ke Sekutu: Semua Telah Diuji di Medan Pertempuran

Putin Promosi Senjata ke Sekutu: Semua Telah Diuji di Medan Pertempuran

Global
Nasib Pilu TKI di Pertanian Inggris, Dibebani Utang Tinggi oleh Broker

Nasib Pilu TKI di Pertanian Inggris, Dibebani Utang Tinggi oleh Broker

Global
Upaya Terakhir untuk Batalkan Hukuman Korupsi 1MDB Dimulai, Bisakah Najib Razak Bebas?

Upaya Terakhir untuk Batalkan Hukuman Korupsi 1MDB Dimulai, Bisakah Najib Razak Bebas?

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.