Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/06/2022, 12:02 WIB
Bernadette Aderi Puspaningrum

Penulis

Sumber Al Jazeera

BERLIN, KOMPAS.com - Menteri Ekonomi Jerman menyatakan akan membatasi penggunaan gas alam untuk produksi listrik, di tengah kekhawatiran tentang kemungkinan kekurangan pasokan akibat pemotongan aliran gas Rusia.

Langkah itu dilakukan setelah Rusia secara tajam mengurangi aliran gas alam di jalur pipanya ke Eropa barat, sehingga menaikkan harga energi.

Baca juga: Rusia Pangkas 60 Persen Gas Melalui Pipa Nord Stream, Jerman Desak Warga Kurangi Penggunaan Energi

“Untuk mengurangi konsumsi gas, harus lebih sedikit gas yang digunakan untuk menghasilkan listrik. Pembangkit listrik tenaga batu bara harus digunakan lebih banyak,” kata Robert Habeck dalam sebuah pernyataan pada Minggu (19/6/2022) dilansir dari Al Jazeera.

Raksasa gas negara Rusia Gazprom mengatakan pengurangan pasokan gas melalui pipa Nord Stream disebabkan oleh terhambatnya pekerjaan perbaikan.

Tetapi pejabat Uni Eropa meyakini Moskwa sedang menghukum sekutu Ukraina, di mana pasukan Rusia melancarkan invasi pada Februari.

Perubahan kebijakan besar

Pengalihan sementara Berlin ke batu bara menandai perubahan haluan bagi koalisi Partai Sosial Demokrat, Partai Hijau, dan FDP yang dipimpin Kanselir Olaf Scholz, yang telah berjanji mengurangi penggunaan batu baranya pada 2030.

“Ini pahit tetapi sangat diperlukan untuk mengurangi konsumsi gas,” kata Habeck.

Baca juga: [KABAR DUNIA SEPEKAN] Satelit China Ungkap Kehidupan Lain di Luar Bumi | Rusia Dianggap Sudah Kalah

Pemerintah bersikeras bahwa gas Rusia akan dibutuhkan untuk sementara sampai sumber energi alternatif, seperti gas alam cair (LNG) yang didatangkan dengan kapal, tersedia.

Selama beberapa bulan terakhir, pemerintah Jerman telah mengambil langkah-langkah untuk mengisi fasilitas penyimpanan gas hingga kapasitas 90 persen pada November.

Itu dilakukan untuk memastikan cukup gas tersedia sebagai bahan bakar pemanas selama musim dingin Eropa.

Habeck mengatakan fasilitas penyimpanan, saat ini dengan kapasitas 56,7 persen, masih mampu menutupi kekurangan dari Rusia dengan pembelian dari tempat lain.

Namun, dia tetap menggambarkan situasinya sebagai "serius" dan mengatakan tindakan lebih lanjut mungkin diperlukan.

Pemerintah Jerman baru-baru ini meminta warga untuk mengurangi penggunaan energi mereka mengingat situasi pasokan yang tegang.

Baca juga: Rangkuman Hari Ke-116 Serangan Rusia ke Ukraina: Perang Bisa Berlangsung Bertahun-tahun, Sievierodonetsk Digempur Artileri Berat

“Jelas bahwa strategi (Presiden Rusia) Putin adalah untuk mengganggu kami dengan menaikkan harga dan memecah belah kami,” kata Habeck. “Kami tidak akan membiarkan itu terjadi.”

Gazprom mengatakan bahwa ekspor ke negara-negara yang bukan milik bekas Uni Soviet turun 28,9 persen, antara 1 Januari hingga 15 Juni dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Setelah memotong pasokan gas harian ke Jerman dan Italia, CEO Gazprom Alexei Miller mengatakan pekan lalu bahwa Moskwa akan bermain dengan aturannya sendiri.

“Produk kami, aturan kami. Kami tidak bermain dengan aturan yang tidak kami buat,” katanya saat diskusi panel di Forum Ekonomi Internasional St Petersburg di kota kedua Rusia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Al Jazeera
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com