Kompas.com - 18/06/2022, 22:03 WIB

OTTAWA, KOMPAS.com - Polisi di Kanada tengah menangkap seorang mantan imam berusia 92 tahun karena pelecehan seksual terhadap seorang anak lebih dari lima dekade lalu.

Kasus itu terjadi di sekolah asrama, yang terpaksa dihadiri oleh anak-anak Pribumi di provinsi Manitoba, atas ketentuan pemerintah Kanada.

Baca juga: Para Uskup Katolik Kanada Minta Maaf Atas Kasus Pelecehan Anak di Sekolah Asrama

Dalam sebuah pernyataan pada Jumat (17/6/2022), Manitoba Royal Canadian Mounted Police (RCMP) mengatakan mereka menangkap pensiunan Pastor Arthur Masse atas tuduhan penyerangan tidak senonoh.

Serangan tersebut diduga terjadi antara 1968 dan 1970 di Fort Alexander Residential School, timur laut Winnipeg, dan melibatkan seorang siswi berusia 10 tahun, menurut polisi.

"Ukuran dan ruang lingkup penyelidikan ini berarti ada bertahun-tahun pekerjaan investigasi," kata Sersan Paul Manaigre, juru bicara RCMP Manitoba, dalam pernyataannya sebagaimana dilansir Al Jazeera.

“Trauma emosional yang dialami oleh korban pelecehan sangat nyata, dan meskipun bertahun-tahun campur tangan antara dugaan kejadian dan polisi menyelidiki, trauma itu masih ada.”

Pengumuman itu muncul ketika Kanada terus bergulat dengan penemuan kuburan tak bertanda baru-baru ini di beberapa bekas lokasi sekolah perumahan di seluruh negeri.

Kanada memaksa lebih dari 150.000 anak-anak First Nations, Inuit, dan Metis untuk menghadiri sekolah asrama antara akhir 1800-an dan 1990-an.

Baca juga: Paus Fransiskus Meminta Maaf atas Pelanggaran kepada Anak-anak Masyarakat Adat Kanada

Anak-anak tersebut dilucuti dari bahasa dan budaya mereka, dipisahkan dari saudara kandung, dan mengalami pelecehan psikologis, fisik dan seksual.

Ribuan diyakini telah meninggal saat menghadiri lembaga-lembaga, yang didirikan dan didanai oleh negara tetapi dijalankan oleh berbagai denominasi agama, terutama Gereja Katolik Roma.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.