Kompas.com - 14/06/2022, 21:01 WIB

HONG KONG, KOMPAS.com - Buku sekolah baru akan mengajarkan siswa bahwa Hong Kong tidak pernah menjadi koloni Inggris, dan menyorot kampanye China untuk mengubah pendidikan di kota itu, menurut laporan South China Morning Post (SCMP).

The Straits Times yang mengutip laporan itu pada Selasa (14/6/2022) mencatat ada empat set buku teks untuk kelas kewarganegaraan, yang menyatakan bahwa pemerintah China tidak pernah mengakui perjanjian abad ke-19 yang memberi Inggris kendali atas Hong Kong.

Baca juga: Polisi Hong Kong Menangkap Sejumlah Orang saat Larangan Peringatan Tragedi Tiananmen Diterapkan

Mereka juga berpegang teguh pada sikap pemerintah terhadap protes besar dan terkadang disertai kekerasan di kota tersebut pada 2019.

Materi pendidikan tersebut menyalahkan insiden itu pada "kekuatan eksternal".

Buku sekolah baru itu telah diberikan ke sekolah sehingga mereka dapat memilih mana yang ingin guru ajarkan mulai September, menurut SCMP.

“Penerbit buku teks bertanggung jawab untuk memilih materi yang sesuai untuk buku sekolah sesuai dengan pedoman resmi,” kata Biro Pendidikan dalam sebuah pernyataan kepada Bloomberg News.

Bagian sejarah yang “dikoreksi” Partai Komunis China yang berkuasa mengacu pada perjanjian yang ditandatangani oleh dinasti Qing dan pemerintah sebelumnya, yang membuat konsesi kepada pemerintah asing seperti penguasaan tanah sebagai "perjanjian yang tidak setara".

Petugas polisi berjaga di Taman Victoria Hong Kong, Sabtu, 4 Juni 2022. AP PHOTO/KIN CHEUNG Petugas polisi berjaga di Taman Victoria Hong Kong, Sabtu, 4 Juni 2022.

Baca juga: Kardinal Hong Kong Ditangkap, Dituduh Langgar Hukum Keamanan Nasional China

Penolakan Beijing untuk mengakui perjanjian tersebut menginformasikan keyakinannya bahwa masalah Hong Kong sepenuhnya bersifat domestik.

Pada 2019, duta besar China untuk Inggris saat itu, Liu Xiaoming, menuduh London melakukan "campur tangan besar" atas apa yang dia lihat sebagai dukungan untuk pengunjuk rasa.

Beberapa orang di China juga berpandangan bahwa mengakui Hong Kong pernah menjadi koloni akan membuka pintu kemerdekaannya, sebuah ide yang menjadi tuntutan dari beberapa demonstran.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Kenapa Keluarga Kerajaan Inggris Ganti Nama Jadi Windsor

Sejarah Kenapa Keluarga Kerajaan Inggris Ganti Nama Jadi Windsor

Global
ABK China Tidak Diberi Makan dan Barangnya Dirampas, Kapalnya lalu Tenggelam di Kamboja

ABK China Tidak Diberi Makan dan Barangnya Dirampas, Kapalnya lalu Tenggelam di Kamboja

Global
Cerita Mantan Tentara Rusia Kabur dari Mobilisasi Parsial: Saya Tak Mau Bunuh Saudara

Cerita Mantan Tentara Rusia Kabur dari Mobilisasi Parsial: Saya Tak Mau Bunuh Saudara

Global
Hindari Mobilisasi Parsial, 3.000 Warga Rusia Antre Panjang Masuk Mongolia

Hindari Mobilisasi Parsial, 3.000 Warga Rusia Antre Panjang Masuk Mongolia

Global
Korban Tewas Penembakan Sekolah di Rusia Jadi 13 Orang, Putin Berang

Korban Tewas Penembakan Sekolah di Rusia Jadi 13 Orang, Putin Berang

Global
Buntut Kematian Mahsa Amini, Muncul Desakan Diakhirinya Wajib Berjilbab di Iran

Buntut Kematian Mahsa Amini, Muncul Desakan Diakhirinya Wajib Berjilbab di Iran

Global
Kisah Pria China Hilang 17 Hari Usai Gempa, Sempat Rawat Korban dan Cegah Banjir

Kisah Pria China Hilang 17 Hari Usai Gempa, Sempat Rawat Korban dan Cegah Banjir

Global
Penembakan Sekolah di Rusia Tewaskan 9 Orang, termasuk Anak-anak

Penembakan Sekolah di Rusia Tewaskan 9 Orang, termasuk Anak-anak

Global
Beginilah Indonesia di Mata Korsel dalam Konteks Hubungan Diplomatik

Beginilah Indonesia di Mata Korsel dalam Konteks Hubungan Diplomatik

Global
Terungkap Siapa Pendiri Grup Wagner, Tentara Bayaran Kejam yang Dikerahkan Rusia ke Ukraina

Terungkap Siapa Pendiri Grup Wagner, Tentara Bayaran Kejam yang Dikerahkan Rusia ke Ukraina

Global
Penembakan Terjadi di Pusat Mobilisasi Parsial Rusia, Petugas Kritis

Penembakan Terjadi di Pusat Mobilisasi Parsial Rusia, Petugas Kritis

Global
Rusia Salah Panggil Orang Tua dan Penderita Diabetes untuk Perang di Ukraina

Rusia Salah Panggil Orang Tua dan Penderita Diabetes untuk Perang di Ukraina

Global
Demo Mahsa Amini Meluas ke London dan Paris, Massa Bentrok dengan Polisi

Demo Mahsa Amini Meluas ke London dan Paris, Massa Bentrok dengan Polisi

Global
Pemakaman Shinzo Abe Lebih Mahal daripada Ratu Elizabeth II

Pemakaman Shinzo Abe Lebih Mahal daripada Ratu Elizabeth II

Global
AS Beri Peringatan Langsung ke Rusia Soal Konsekuensi Bencana Senjata Nuklir

AS Beri Peringatan Langsung ke Rusia Soal Konsekuensi Bencana Senjata Nuklir

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.