Kompas.com - 29/05/2022, 16:55 WIB

BERN, KOMPAS.com - Warganet Indonesia ramai-ramai menyerbu ulasan Sungai Aare Swiss di Google Maps, dengan memberi bintang 1 dan komentar buruk karena Emmeril Khan Mumtadz (23) atau Eril anak Ridwan Kamil hilang terseret arus.

Fenomena ini pun turut diberitakan oleh beberapa media Swiss.

Salah satunya Blick, sebuah surat kabar harian Swiss berbahasa Jerman.

Baca juga: Anak Ridwan Kamil Hilang, Polisi Swiss Ungkap 2 Alasan Sulitnya Pencarian di Sungai Aare

Pada Sabtu (28/5/2022) malam, Blick menerbitkan artikel berjudul Massenhaft schlechte Google-Bewertungen für die Aare (Banyak ulasan buruk Google untuk Aare) di situs web mereka.

Dalam pemberitaan itu, Blick tak langsung menyoroti adanya komentar negatif dari netizen Indonesia tentang Sungai Aare di Google Maps.

Blick mulanya membeberkan informasi tentang kejadian hilangnya anak Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril (23) dan perkembangan proses pencariannya. Di mana, disebutkan bahwa hingga Sabtu atau dua hari setelah kejadian, jejak Eril belum ditemukan dan pencarian dilanjutkan.

Dijelaskan pula, air Sungai Aare saat ini dalam kondisi keruh dan arusnya memperburuk keadaan, dengan mengutip keterangan polisi Bern di Twitter.

Blick kemudian menjelaskan, hilangnya Putra Gubernur Jawa Barat di Sungai Aare itu kini tengah heboh di Indonesia dan menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan di negara tersebut.

Setelah itu, Blick barulah menyoroti soal adanya penilaian negatif Sungai Aare di Google Maps oleh netizen Indonesia.

Dalam sub judul Rating Bintang 1 dan Komentar Negatif di Google, Blick menulis bahwa sangat tidak masuk akal banyak pengguna internet Indonesia kini juga mulai menilai Sungai Aare di Google Maps dengan bintang 1.

Disebutkan beberapa alasan netizen Indonesia yang melakukan hal tersebut, di antaranya yakni sungai itu "terlalu tidak aman", Mumtadz "masih belum ditemukan", atau hanya "sungai yang buruk".

Baca juga: Anak Ridwan Kamil Hilang, Polisi Swiss: Orang Asing Sering Tenggelam di Sungai Aare

Beberapa komentar juga berbicara tentang apa yang disebut "Penunggu", yaitu roh dari suatu tempat yang mencari orang hilang di sungai.

Tapi, Blick menulis, ada juga suara lain di ulasan Google.

Di mana, ada mengatakan bahwa tidak ada yang dapat dimintai pertanggungjawaban atas insiden tersebut dan oleh karena itu tidak pantas untuk menilai Sungai Aare hanya dengan bintang 1.

Poster hilangnya Emmeril Khan Mumtadz (23) atau Eril, anak sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, saat berenang di Sungai Aare, kota Schonausteg, provinsi Bern, Swiss, Kamis (26/5/2022).KBRI BERN via 20 MINUTEN Poster hilangnya Emmeril Khan Mumtadz (23) atau Eril, anak sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, saat berenang di Sungai Aare, kota Schonausteg, provinsi Bern, Swiss, Kamis (26/5/2022).

Media Swiss lainnya, 20 minuten, juga memberitakan soal ini. Pada Sabtu kemarin, media tersebut menerbitakan artikel berjudul Gouverneur-Sohn vermisst – Aare wird mit Ein-Stern-Bewertungen geflutet (Putra Gubernur hilang-Aare dibanjiri rating bintang 1) di situs web mereka.

Di sebutkan dalam tulisan tersebut, bahwa tak terhitung orang Indonesia kini telah menggunakan fungsi ulasan Google untuk mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap Emmeril Mumtadz.

Baca juga: Netizen Indonesia Serbu Ulasan Sungai Aare Swiss, Beri Bintang 1 karena Eril Anak Ridwan Kamil Hilang

Ketika melihat rating, terlihat bahwa banyak ulasan yang baru saja ditinggalkan memberi sungai Swiss hanya bintang 1, mereka hampir secara eksklusif berasal dari akun dengan nama Indonesia.

Banyak yang menggambarkan sungai Aare berbahaya, beberapa menyerukan agar sungai ditutup karena arus kuat yang terjadi di beberapa bagian Aare dan kemungkinan besar berakibat fatal bagi Mumtadz.

Tetapi ada juga suara-suara yang menyerukan kepada massa yang marah untuk tidak menghakimi situasi keamanan di negara yang belum pernah mereka kunjungi.

Berbagai rating bintang 5 baru juga dapat ditemukan, beberapa malu dengan negara mereka karena kampanye melawan sungai. Yang lain tampaknya ingin mengambil sikap politik dengan penilaian mereka.

Baca juga: Permintaan Penerbitan Yellow Notice untuk Pencarian Anak Ridwan Kamil di Swiss Diapresiasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Monica Nike Adiba Bawa Indonesia Juara 1 Lomba Karaoke Sedunia

Monica Nike Adiba Bawa Indonesia Juara 1 Lomba Karaoke Sedunia

Global
Salman Rushdie Diserang, Tersangka Mengaku Tak Bersalah

Salman Rushdie Diserang, Tersangka Mengaku Tak Bersalah

Global
Kisah Pria India Hasilkan 300 Varietas Mangga dari Pohon Berusia 120 Tahun

Kisah Pria India Hasilkan 300 Varietas Mangga dari Pohon Berusia 120 Tahun

Global
Gara-gara Salah 'Copy Paste', Wanita Ini Tak Sengaja Beli 84 Rumah

Gara-gara Salah "Copy Paste", Wanita Ini Tak Sengaja Beli 84 Rumah

Global
Pegawai McDonald's New York Ditembak karena Sajikan Kentang Goreng Dingin

Pegawai McDonald's New York Ditembak karena Sajikan Kentang Goreng Dingin

Global
Pengemudi Truk Bermesin Jet Tewas dalam Kecepatan 483 Km per Jam Saat Pertunjukan

Pengemudi Truk Bermesin Jet Tewas dalam Kecepatan 483 Km per Jam Saat Pertunjukan

Global
Cerita Saudara Kembar Siam di Kepala Josie dan Teresa, 20 Tahun Setelah Pemisahan

Cerita Saudara Kembar Siam di Kepala Josie dan Teresa, 20 Tahun Setelah Pemisahan

Global
6 Rahasia Negara Amerika yang Diumbar Donald Trump

6 Rahasia Negara Amerika yang Diumbar Donald Trump

Global
Ribuan Ikan Mati Muncul di Sungai Jerman-Polandia, Penyebabnya Masih Misteri

Ribuan Ikan Mati Muncul di Sungai Jerman-Polandia, Penyebabnya Masih Misteri

Global
Saat Turis Rusia ke Finlandia Disambut dengan Lagu Ukraina…

Saat Turis Rusia ke Finlandia Disambut dengan Lagu Ukraina…

Global
Nasib Freya Walrus yang Terdampar di Oslo, Terancam Disuntik Mati karena Terus 'Diburu' Warga

Nasib Freya Walrus yang Terdampar di Oslo, Terancam Disuntik Mati karena Terus "Diburu" Warga

Global
AS Bersiap Pasang Rudal Hipersonik di Dua Kapal Perang

AS Bersiap Pasang Rudal Hipersonik di Dua Kapal Perang

Global
Pria Lepaskan Tembakan di Bandara Canberra, Penumpang Berlarian

Pria Lepaskan Tembakan di Bandara Canberra, Penumpang Berlarian

Global
Harga BBM Naik 50 Persen dalam Seminggu di Bangladesh, Warga: Mungkin Harus Mengemis di Jalan

Harga BBM Naik 50 Persen dalam Seminggu di Bangladesh, Warga: Mungkin Harus Mengemis di Jalan

Global
Hadi Matar, Penikam Salman Rushdie Didakwa dengan Percobaan Pembunuhan

Hadi Matar, Penikam Salman Rushdie Didakwa dengan Percobaan Pembunuhan

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.