Ukraina Terima Kiriman Rudal Harpoon dan Meriam Howitzer dari Barat

Kompas.com - 29/05/2022, 12:31 WIB

KYIV, KOMPAS.com – Ukraina telah menerima kiriman rudal anti-kapal Harpoon dari Denmark dan meriam howitzer self-propelled dari Amerika Serikat (AS).

Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan Ukraina Oleksiy Reznikov pada Sabtu (28/5/2022), sebagaimana dilansir Reuters.

Reznikov menuturkan, kedatangan senjata-senjata itu akan meningkatkan kemampuan pasukan Ukraina dalam memerangi invasi Rusia.

Baca juga: Jawaban Rusia ketika Ditanya: Apa Putin Akan Menggunakan Senjata Nuklir Taktis di Ukraina?

“Pertahanan pantai negara kita tidak hanya akan diperkuat oleh rudal Harpoon yang akan digunakan oleh tim Ukraina yang terlatih,” tulis Reznikov di laman Facebook-nya.

Dia mengatakan, rudal Harpoon akan dioperasikan bersama rudal Neptunus Ukraina dalam pertahanan pantai negara itu, termasuk di pelabuhan selatan Odessa.

Setelah meluncurkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari, Rusia memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Ukraina, menghambat ekspor bahan pangan yang penting.

Rusia juga menggunakan Armada Laut Hitam untuk meluncurkan serangan rudal terhadap Ukraina, yang sejak itu mulai menerima bantuan militer Barat.

Baca juga: Warga Lituania Patungan Beli Drone Canggih untuk Ukraina, Ingin Jadi Contoh Dunia

Reznikov mengatakan, rudal Harpoon adalah hasil kerja sama antara beberapa negara. Pengiriman rudal itu dari Denmark dilakukan dengan partisipasi Inggris.

Dia menambahkan, Ukraina juga telah menerima berbagai artileri berat, termasuk howitzer self-propelled M109 buatan AS yang dimodifikasi.

Senjata tersebut akan memungkinkan militer Ukraina untuk menyerang target dari jarak yang lebih jauh.

Baca juga: Peringatan Pemimpin Chechnya: Ukraina Beres, Polandia Selanjutnya

Bulan lalu, seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan militer AS telah mulai melatih sejumlah kecil pasukan Ukraina menggunakan artileri howitzer.

Pejabat itu menambahkan bahwa pelatihan itu dilakukan di luar Ukraina.

Ukraina ingin mengamankan pengiriman peluncur roket jarak jauh M270 (MLRS) buatan AS dan menggunakannya untuk memukul mundur pasukan Rusia di timur negara itu.

Baca juga: Ukraina Kecam Muncul Kapal Angkut 2.700 Ton Logam dari Mariupol ke Rusia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AS Bunuh Pemimpin Senior Kelompok Terkait Al-Qaeda di Suriah, Diburu Pakai Roket

AS Bunuh Pemimpin Senior Kelompok Terkait Al-Qaeda di Suriah, Diburu Pakai Roket

Global
Toyota Innova Jadi Mobil Polisi Nasional Filipina, Begini Tampilannya

Toyota Innova Jadi Mobil Polisi Nasional Filipina, Begini Tampilannya

Global
Masih Pakai Windows 98, Pesawat Penemu Air di Mars Diperbarui

Masih Pakai Windows 98, Pesawat Penemu Air di Mars Diperbarui

Global
Kue Mirip Gordon Ramsay Viral, Begini Bentuk Kuenya

Kue Mirip Gordon Ramsay Viral, Begini Bentuk Kuenya

Global
G7 dan PBB Keluarkan Kecaman atas Serangan Rusia ke Mal Kremenchuk: Barbar dan Mengerikan

G7 dan PBB Keluarkan Kecaman atas Serangan Rusia ke Mal Kremenchuk: Barbar dan Mengerikan

Global
Kisah Pria di Chile yang Terus Menghilang Setelah Tak Sengaja Terima Gaji 286 Kali Lebih Besar dari Seharusnya

Kisah Pria di Chile yang Terus Menghilang Setelah Tak Sengaja Terima Gaji 286 Kali Lebih Besar dari Seharusnya

Global
BERITA FOTO: Truk Trailer dengan 46 Mayat Migran Ditemukan di Texas

BERITA FOTO: Truk Trailer dengan 46 Mayat Migran Ditemukan di Texas

Global
Rusia Dikonfirmasi Gagal Bayar Utang Luar Negeri, Kali Pertama dalam Seabad

Rusia Dikonfirmasi Gagal Bayar Utang Luar Negeri, Kali Pertama dalam Seabad

Global
Gajah di Kuil Thailand Katarak, Dokter Hewan Bergegas Membantu

Gajah di Kuil Thailand Katarak, Dokter Hewan Bergegas Membantu

Global
NATO Tempatkan 300.000 Tentara dalam Siaga Tinggi, Hadapi Ancaman Rusia

NATO Tempatkan 300.000 Tentara dalam Siaga Tinggi, Hadapi Ancaman Rusia

Global
Korut Tuduh AS Ciptakan 'NATO Asia' demi Gulingkan Kim Jong Un

Korut Tuduh AS Ciptakan "NATO Asia" demi Gulingkan Kim Jong Un

Global
China Sensor Kutipan Menyesatkan Pejabat tentang Nol-Covid

China Sensor Kutipan Menyesatkan Pejabat tentang Nol-Covid

Global
Rusia Singgung Kemungkinan Perang Dunia 3, Peringatkan NATO

Rusia Singgung Kemungkinan Perang Dunia 3, Peringatkan NATO

Global
Tumpukan Mayat Ditemukan dalam Trailer di Texas, Total 46 Orang Tewas

Tumpukan Mayat Ditemukan dalam Trailer di Texas, Total 46 Orang Tewas

Global
Dirjen WHO: Indonesia Pimpin Upaya Global Cegah dan Tangani Pandemi melalui G20

Dirjen WHO: Indonesia Pimpin Upaya Global Cegah dan Tangani Pandemi melalui G20

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.